Kurtilas Tidak Efektf



Suela. KM_Dewasa ini, sistem pendidikan kurikulum 13/kurtilas menjadi trand topic dan bahan perbincangan dikalangan para guru. Lebih-lebih terkait pelaksanaan kurtilas yg disinyalir kurang efektif dikarenakan terlalu cepat dibumingkan. Sehingg berimbas kepada out put yg dihasilkan.

Hal itu pun dialami oleh beberapa sekolah/madrasah di desa suela kec. Suela kab. Lombok Timur. Dimana para guru yg memegang kelas masih sangat kesulitan baik dalam menyampaikan materi atau pun dalam proses penilaian karena kesemuanya itu tidak lepas dari media pembelajaran.

"Sebenarnya kurikulum baru ini bagus tapi kami sedikit kewalahan dalam proses penilaian karena semua model penilaian itu menggunakan aplikasi, sedangkan saya tidak bisa komputer" tutur Hjh. Siti Marfuah Guru SDN 1 Suntalangu.

Ungkapan yg sama juga dari B. Hernawati,S.Pd seorang guru disebuah lembaga sekolah swasta mengatakan "Lebih baik saya pakai Kurikulum KTSP 2006 daripada K-13 ini. Karena tidak terlalu rumit". Jelasnya

Begitu juga Nur Hikmah, A.ma guru SDN 2 Suntalangu setelah dikonfirmasi mengatakan bahwa "K-13 ini asyik kalau kita memang bisa dan paham tapi karena kita kurang pelatihan tentang metode penggunaan K13 itu kita merasa kesulita. Dan daripada bingung ya kita KTSP 2006 saja" tuturnya. (Lex)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru