Upaya Membentuk Karakter melalui Out Bound

Dalam rangka peningkatan kafasitas para tutor sebaya dan guide local di desa Masmas, maka pada hari minggu kemarin pengelola Pondok santri yang focus pada bimbingan bahasa inggris dan ilmu guiding mengajak para calon tutor sebaya dan para calon guide local yang jumlahnya empat puluh orang untuk belajar di alam guna menempa keperibadian mereka, dalam kemasan acara “out bound”.
     Untuk oftimalisasi kegiatan dimaksud, pengelola sengaja mengundang dua instruktur yang memang ahli dibidangnya yaitu dua orang Widiya Iswara dari Balai Diklat Pertanian Mataram Nusa Tenggara Barat yakni Hendro Cahyono, S. Pt. M. Sc. Dan Ir. Syahalamta, MM.
Adapun materi yang dikemas dalam permainan out bound tersebut adalah : Character Building, Learning Comitment dan Out Door Fun Game.
Kegiatannya dimulai dari jam 08.00 dengan permainan In door. Mula-mula kelompok di bagi menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok laki dan kelompok prempuan, yang laki dibagi menjadi dua kelompok begitu juga yang prempuan sehingga ada empat kelompok dengan jumlah anggota ada yang 9, 10, 10 dan 11. Masing-masing kelompok di tandai dengan sehelai kain slayer empat warna. Kelompok satu dengan kain putih, kelompok dua hitam, kelompok tiga Hijau dan kelompok empat kuning. Masing-masing ketua kelompok di kasi tongkat. Semuanya disiapkan oleh Instruktur dan Pengelola.
Dari sejak dimulai kegiatan yakni dari pukul delapan, para peserta diajak tertawa ria dalam berbagai jenis permainan, yang mana dari kesemua permainan tersebut mengarah kepada bagaimana membangun karakter dan komitmen. Hal ini memang sengaja disetting oleh instruktur berdasarkan apa  yang ungkapkan oleh pengelola yang selalu menceritakan keluhannya tentang sulitnya orang komitmen.
Menurut pengelola yang berhasil kami rekam bahwa, “hari ini orang sulit sekali komitmen, komitmen terhadap janji, ucapan-ucapannya terutama sulit sekali komitmen dengan hutang. Orang kalau mau berhutang, pasti akan janji bayar secepatnya, supaya cepat dikasi, begitu di kasi, kalau dia janji satu minggu bisa jadi satu tahun, hal ini bukan teori, tapi berdasarkan pengalaman saya”, demikian kata pengelola meyakinkan. “Padahal”, lanjutnya, “orang punya hutang kadang satu juta, selalu mengatakan dirinya tidak mampu bayar hutang tersebut, padahal mereka punya mobil, minimal mereka punya motor, jadi kan tidak rasio kalau orang itu mengatakan dirinya tidak mampu bayar hutang yang Cuma satu juta tersebut. Ini artinya mereka tidak komit dengan hutang, padahal kalau kita mau komit, orang tersebut bisa saja dia jual atau gadai motor atau mobilnya demi membayar hutangnya. “Pengalaman-pengalaman ini yang mendorong saya kenapa perlu adik-adik ini diberi pelajaran soal bagaimana membangun komitmen”, Demikian pengelola menyimpulkan penjabarannya.
Pada sesi terakhir pelajaran in door, para peserta di uji kreatifitasnya dengan disuruh membikin miniature tower, masing-masing kelompok di berikan satu ikat stru (slang penyedot minuman), besi paku kecil, beberapa lembar kertas dan alat tulis. Peserta di beri arahan sebelum memulai pekerjaan perlu di rencanakan lengkap dengan designnya, yang akan dinilai adalah kelompok yang berhasil membikin tower paling tinggi dan paling bagus.

Setelah semua peserta selesai melakukan tugas tersebut, Peserta acara dilanjutkan dengan makan siang yang memang sudah disiapkan pengelola, setelah itu peserta dan isntruktur solat zohor bersama. Setelah mengambil istirahat sebentar peserta di minta untuk melanjutkan permainan ke Aik bukak tepatnya di dalam Taman Wisata Aik Bukak yang jaraknya dari lokasi Pondok Santri lebih kurang dua kilo meter. Tawa ria terus bergema sepanjang perjalanan menuju Aik Bukak, sehingga tidak terasa para peserta dan instruktur sudah menginjakkan kaki di taman yang menjadi kebanggan Warga Kawasan Utara Lombok Tengah.
Setelah mereka dilatih dengan berbagai jenis permainan, yang kesemuanya bermuatan pelajaran berharga, jarum jam telah menunjukkan waktu asar, peserta diarahkan solat asar bersama. Baru kemudian permainan dilanjutkan ke berbain air di kolam pemandian Aik Bukak yang masih dipadati pengunjung, maklum setiap hari minggu Aik Bukak pasti dipadati pengunjung dari berbagai penjuru di Lombok.
Acara baru selesai ketika hamper magrib, sehingga diperhitungkan peserta akan sampai di secretariat bersama yang menjadi pusat kegiatan pondok santri pas waktu magrib. Benar, seperti diperkirakan begitu peserta sampai dihalaman secretariat yang menjadi base camp kegiatan, azan magrib berkumandang. Peserta langsung disambut oleh makan malam, lalu bagi yang rumahnya dekat secretariat dipersilahkan pulang solat bagi yang rumahnya jauh dipersilahkan solat magrib di secretariat saja, karena selesai magrib acara akan dilanjutkan dengan renungan singkat. Selesai solat magrib peserta sudah berkumpul kembali untuk melanjutkan kegiatan renungan suci.
Setiapa malam senen, kegiatan disekretariat selalu di isi oleh ibu-ibu para santri untuk bermuzakarah, tapi karena malam itu anak-anak mereka belum pulang sampai isya, para ibu-ibu faham sehingga mereka tidak ada yang dating.
Jadi itulah syi’ar yang terus coba diperjuangkan oleh pengelola sebagai bentuk komitmen terhadap selogan kampung media “SAMPAIKAN INFORMASI BERMANFAAT MESKI SATU KALIMAT”. Pengelola Pondok santri disamping mencoba mengaktualisasikan selogan tersebut dengan menyampaikan informasi bermanfaat lewat tulisan-tulisan sekalipun tulisan tersebut belum memenuhi standar penulisan yang bagus, pengelola juga terus menyampaikan informasi bermanfaat tersebut secara langsung, baik kepada para sanntri, wali santri juga kepada saudara-saudaranya santri yang juga sebagiannya menjadi anggota komuitas yang intens berdiskusi  di secretariat setiap malam sabtu dan minggu juga sebagian mereka menjadi anggota komunitas kampung media, yang walaupun masih belum aktif menulis. [] - 05

 

 


 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru