Marakit Berbudaya NW

(KM. Sembalun) Madrasahya Marakit! Berbudaya Nahdlatul Wathan sungguh asyik untuk di dengar, MI-MT Bilok Petung itulah namanya. Letaknya lumayan jauh dari jantung Ibu kota Kecamatan Sembalun tepatnya di Dusun Legoar Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Madrasah Ibtidaiyah ini memiliki budaya yang menarik untuk di ekspos di Kampung Media. Pasalnya MI-MT Bilok Petung ini memiliki budaya yang beda dari MI-MT lainnya, namun perbedaan budaya tersebut memiliki kesan positif dikalangan masyarakat sekitar yang mayuritas jamaah NW. Nenapa tidak? Sejatinya MI-MT Bilok Petung membudayakan ke-MT-an nya begitu pula Seyogyanya NW pun membudayakan ke-NW-an nya, tatepi apa yang terlihat pada MI-MT Bilok Petung ini mengadopsi budaya NW itu sendiri yang patut untuk di contoh dan berikan pengghargaan oleh jamaah NW itu sendiri. Salah satu budaya NW yang dibudayakan dan  MI-MT Bilok Petung yang menarik perhatian di kalangan masyarakat sekitar adalah para siswa-siswi MI-MT Bilok Petung dibudayakan untuk membaca Selawat Nahdlatain sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Diamana kita ketahui bersama Membaca Selawat Nahdlatain merupakan budaya dan tradisi oleh  jamaah Nahdlatul Wathan.

Hajrul Azmi, S.Pd, salah satu mantan guru MI-MT Bilok Petung yang sekarang menjadi guru SMK NW Kokok Putik mengatakan "siswa Siswi di ajak membaca selawat nahdlatai sembelum memulai kegiatan belajar mengajar dengan maksud dan tujuan bahwa membaca doa itu adalah suatu permohonan kepada Allah SWT. untuk mendapatkan ilmu yang barakah, sekalipun doa tersebut bukan budaya dari Jamaah MT, selagi itu baik doa doa dari organisasi lain pun termasuk doa Selawat Nahdlatain dari jamaah NW akan kami budayakan di MI.MT BIlok Petung betu ucapanya". Selain itu juga azmi menambahkan bahwa "membaca Selawat Nahdlatain adalah suatu bentuk penghargaan kita kepada tokoh pendidikan pertama di NTB yaitu TGKH.Zaenuddin Abdul Majid"  ujarnya.. (*awalien*)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru