Kurikulum 2013 Prematur

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.

Implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hanya sekolah- sekolah inilah yang diwajibkan (pilot project) menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini.

Menurut Mendikbud RI Anies Baswedan “Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama 3 semester terakhir, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013.

Kronologi pelaksanaan Kurikulum 2013 bermula pada bulan januari 2013, diawali dengan pembentukan Tim Penyusun Kurikulum 2013 dengan merujuk pada Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor 015/P/2013. Kemudian pada bulan April 2013, Inspektur Jenderal Kemdikbud berkirim surat kepada Mendikbud RI pada saat itu yang mengingatkan untuk menunda peluncuran Kurikulum 2013 dikarenakan persiapan yang sempit. Namun terlepas dari persiapan yang sempit tersebut, penerapan Kurikulum 2013 tetap dilaksanakan di 6.221 sekolah sasaran pada bulan Juli 2013. (Sumber : Kemdikbud RI)

Akhirnya pada bulan Juli 2014 penerapan secara menyeluruh pelaksanaan Kurikulum 2013 dilakukan di seluruh sekolah di Indonesia. Bulan Oktober 2014, Mendikdasmen mengeluarkan Peraturan Menteri No. 159 Tahun 2014 terkait hal untuk mengevaluasi Kurikulum 2013 secara menyeluruh kepada sekolah-sekolah yang telah menerapkan kurikulum tersebut. Permasalahan akan pendistribusian buku kurikulum 2013 untuk semester 1 bermunculan, progress hingga akhir bulan November adalah lebih dari 19% Kabupaten atau Kota yang ada di seluruh Indonesia belum menerima Buku Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar, 32% Kabupaten atau Kota di Indonesia belum menerima Buku Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama, dan 22% Kabupaten atau Kota di seluruh Indonesia belum menerima Buku Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (Sumber : Kemdikbud RI).

Indikasi permasalahan yang muncul pada Kurikulum 2013  diantaranya, tidak ada kajian terhadap penerapan Kurikulum 2006 yang berujung pada kesimpulan urgensi perpindahan ke Kurikulum 2013, tidak adanya evaluasi menyeluruh terhadap uji coba penerapan Kurikulum 2013 setelah setahun penerapan di Sekolah yang ditunjuk. Kurikulum 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengambil keputusan untuk menghentikan Kurikulum 2013 berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah.  Kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. Nasibmu Kurikulum 2013 !!! - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru