Guru dan Siswa Kesulitan Belajar Bahasa Inggris

Bahasa Inggris adalah salah satu mata pelajaran yang di ampu oleh peserta didik sejak dibangku Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. Disisi lain, bahasa Inggris juga masuk dalam kategori Mapel yang diujian Nasionalkan di sekolah. Alasannya mengapa bahasa inggris di pelajari sejak bangku SMP hingga SMA/K adalah sebab bahasa inggris adalah bahasa Dunia.

Ada empat skill yang harus di kuasai oleh sisiwa ketika belajar bahasa Inggris yaitu Listening (mendengar), Speaking (berbicara), Reading (membaca) dan Writing (menulis). Dari keempat skill tersebut hanya satu diantaranya yang dapat dengan mudah siswa lakukan yaitu skill Reading walupun pengucapannya masih belum begitu senpurna. Para siswa SMP ataupun SMA/K sering sekali menemukan kesulitan ketika mempelajari bahasa asing yang satu ini, sebab kurangnya media yang mendukung di sekolah yang membuat para sisiwa sulit memahaminya. Sering sekali kita mendengar curhat para guru ataupun siswa yang mengeluh ketika belajar bahasa Inggris di dalam ruang kelas.

Bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa asing di Indonesi. Hal inilah sebenarnya yang membuat para siswa kesulitan dalam pengucapan ataupun penulisannya. Jika kita tengok di Negara tetangga seperti Malaysia, disana mereka menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka (second language). Itulah sebabnya Malaysia lebih maju pendidikannya ketimbang kita di Indonesia khususnya dalam mempelajari bahasa inggris.

Namun sangat sulit bagi kita (Bangsa Indonesia) untuk merubah bahasa Inggris menjadi bahasa kedua di indonesia, sebab kita telah mengecap bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan bahasanya Penjajah. Namun ada hal lain yang perlu diperhatikan agar guru dan sisiwa dengan mudah dalam menayjikan dan belajar bahasa inggris yaitu meningkatkan media pendukung dari keempat skill diatas. Sebab di Lombok Timur hanya beberapa satuan pendidikan yang memiliki pasislitas pendukung Lab. Bahasa. Sedangkan masih banyak satuan pendidikan yang belum memiliki ruang Lab. tersebut dan media pendukung lainnya.

Jika memang menteri pendidikan dan olah raga menyarankan agar sisiwa harus menguasai mapel ini, maka beliau juga harus mencukupi media pendukung lainya untuk menopang tuntasnya misi tersebut pada satua-satuan pendidikan yang bersangkutan (SMP&SMA). Agar antara guru ataupun siswa tidak saling menyalahkan serta menyalahkan bahasa orang. [] - 01

“Salam dari kampung POKER untuk semua warga kampung” sekian semoga bermanpaat bagi kita semua.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru