Pendidikan Tanpa Buku, Ibarat Ruangan Tanpa Cahaya

Kurikulum 2013 sudah lama diterapkan. Namun berbagai kekurangan dalam pelaksanaan di sekolah masih saja ada. Seperti dikeluhkan pihak SMPN 1 Woha yang sampai saat ini masih terkendala dengan buku paket.

            Kepala SMPN 1 Woha Abdullah S.Pd mengatakan, selama ini kurikulum 2013 kami terapkan sesuai keadaan saat sekarang, meski masih kekurangan buku paket guru dan siswa. Kondisi seperti ini terjadi sejak diterapkannya kurikulum 2013.

            Menurut dia, persoalan ini disebabkan lambatnya instansi terkait yang mendistribusikan buku paket. Sehingga pendidikan tanpa buku, ibarat ruangan gelap tanpa cahaya lampu. “Karena tanpa buku pula, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

            Keluhan yang sama juga disampaikan Kepala SMPN 2 Woha Sumadi S.Pd. Dia mengatakan, penerapan kurikulum 2013 di sekolahnya mengikuti kondisi yang ada. Karena buku paket yang sudah tersedia baru untuk kelas satu, sedangkan kelas dua belum sama sekali.

            Menurut Sumadi, semestinya kurikulum 2013 ini baru bisa diterapkan setelah komplit buku paket guru dan siswa. Sehingga proses belajar mengajar tidak terhambat. “Meski demikian, kami harus mensiasati dengan mengkopi materi ajar disof copy sebagai pengganti buku paket tersebut,” katanya.

            Ia berharap kepada Pemerintah Pusat dan Daerah agar buku paket kurikulum 2013 segera didistribusikan ke sekolah. “Ini demi tercapainya kegiatan belajar mengajar yang maksimal sebagaimana diinginkan bersama,” tutur Kasek.(adi) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru