Kasek SMPN 5 Monta Bakal Di Polisikan

KM. RUNGGU.- Beberapa Orang tua murid, bakal mempolisikan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Monta Syamsurizal SPd. Pasalnya, kasek dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah penganiayaan siswa.

          Salah seorang tua murid, Munawir S.Sos mengatakan Kasek SMPN 5 Monta Syamsurizal SPd dinilai tidak cakap memimpin sekolah tersebut. “Sudah lama memimpin sekolah itu, mungkin sudah jenuh sehingga ada masalah tak mampu diselesaikan,” ujar Munawir, Kamis kemarin via Hand Pone.

Lanjut dia, kasus besar terjadi pada Rabu (17/9) contohnya. Dimana salah satu siswa bernama Nurmala Jakariah kelas III, ditusuk oleh rekannya yang bernama Syafruddin. Akibatnya, Nurmala mengalami luka tusuk di kaki kanan. Peristiwa itu, berlangsung sekitar pukul 07.30 Wita. “Kasus yang dialami Nurmala, tak pernah  ditangani. Padahal kasus tersebut yang harus segera diselesaikan agar tak membias. Hal-hal seperti inilah yang membuat orang tua murid geram terhadap kasek itu,” urai Ketua PKBM Diwu Ompo.

Kronologis kejadiannya, papar Munawir, Rabu pagi sekitar pukul 7.30 Wita sebagaimana biasa siswa – siswi dari Desa Tolouwi berangkat menuju sekolah yang berjarak sekitar 1 KM secara berramai ramai. Tepat di ujung selatan kuburan desa, Nurmala bersama rekan – rekannya tertawa. “Karena melihat Nurmala ketawa, maka Syafrudin tersinggung lalu mengejar Nurmala bersama rekanya. Namun yang berhasil dikejar hanya Nurmala,” cerita Munawir.

Merasa tersinggung, Syafrudin yang berada tak jauh dari Nurmala lalu mengejar. Nurmala yang tengah bercanda dengan rekannya, berlari lalu ditangkap sekitar.  “Setelah ditangkap, lalu Nurmala ditusuk kaki kanannya sehingga mengalami luka yang cukup serius. Akibatnya, Nurmala tak bisa bersekolah. Kalaupun Kasek tak serius menanggani masalah ini, maka kami orang tua murid terpaksa menempuh jalur hukum,” Pungkas Munawir.

Sementara itu Syamsurizal SPd yang dihubungi lewat Hand Pone mengakui bahwa memang benar telah terjadi peristiwa itu. Dan tidak benar bahwa kami membiarkan kasus tersebut. “Benar ada kejadian itu, tapi bukan ditusuk tapi diiris pakai kater,”jawab Syamsurizal.

Lanjutnya, bahkan pihak sekolah sudah melakukan pembinaan terhadap Syafruddin bersama orang tua dan suudaranya. “Orang tua dan saudaranya sudah berjanji untuk membina dan Syafrudin berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Orang tua, saudaranya dan Syafrudin sendiri sudah membuat pernyataan diatas materai,” jelas Syamsurizal.

Akan tetapi orang tua Nurmala   (Jakaria, Red) belum sempat dipanggil. “InsyaAllah hari Kamis (18/9 Kemarin. Red) kami sudah  memanggil keluarga atau orang tua Nurmala,” Pungkas Syamsurizal.  (RIS) - 01

         

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru