Gedung Lab dan Perpus Untuk SMPN 2 Kayangan

Kayangan - Dalam rangka mendukung program peningkatan kualitas pendidikan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional, kembali memberikan bantuan pembangunan 2 buah gedung yakni gedung laboratorium dan gedung perpustakaan untuk SMPN 2 Kayangan.

Kepala Sekolah SMPN 2 Kayangan, Masrik,S.Pd ketika ditemui diruang kerjanya, Rabu,(27/08) mengatakan, bantuan yang diberikan untuk pembangunan 2 buah gedung di sekolahnya tersebut sebesar Rp 421.545.000, dengan rincian untuk pembangunan gedung laboratorium sebesar Rp. 223.155.000 dan untuk pembangunan gedung perpustakaan sebesar Rp.198.390.000.

Dikatakan Masrik, Program bantuan di sektor pendidikan ini sangat dibutuhkan pihaknya. Sebagaimana diketahui bahwa tujuan utama dari adanya perpustakaan itu sendiri adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, Selain hal tersebut dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat siswa serta memantapkan strategi belajar mengajar.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi proses belajar mengajar di SMPN 2 Kayangan ini. Karena, bagaimanapun mutu sekolah salah satunya ditentukan oleh fasilitas pendidikan yang memadai serta kualitas gurunya. Sehingga akan mencetak para kader penerus bangsa yang cerdas dan berkualitas,” pungkasnya.

Masrik berharap pembangunan 2 buah gedung tersebut akan selesai sesuai dengan target dengan tenggat waktu yang telah ditentukan, yaitu akhir oktober mendatang.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Kayangan Abidin Tuarita,B.Sc mengatakan, 2 buah gedung bantuan yang sumber pendanaannya dari APBN 2014 tersebut, pemanfaatannya sudah jelas, yaitu satu buah gedung untuk laboratorium kimia, fisika dan biologi.Sedangkan satu buah gedung lagi untuk perpustakaan.

“Selama ini SMPN 2 Kayangan memang belum memiliki laboratorium dan perpustakaan. Jadi dengan adanya bantuan laboratorium dan perpustakaan ini, mudah-mudahan bisa di manfaatkan dengan baik,”harap Abidin Tuarita.

Abidin Tuarita menyebut, didalam Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu UU Nomor 20 Tahun 2003, pasal 45, tidak secara implisit menyebutkan agar setiap satuan pendidikan jalur pendidikan harus menyediakan perpustakaan sebagai sumber belajar. Akan tetapi, Undang-undang tersebut menyatakan bahwa “setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik.

Perpustakaan secara implisit, tambahnya, termasuk dalam pengertian sarana dan prasarana pendidikan, sehingga pengadaan perpustakaan harus memenuhi ketentuan pasal tersebut. Diselenggarakannya perpustakaan sekolah, bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan pustaka, tetapi agar dapat membantu siswa dan guru dalam menyelesaikan tugas-tugas selama proses pembelajaran. Dengan demikian, bahan perpustakaan yang menjadi koleksi perpustakaan sekolah harus dapat menunjang proses belajar mengajar.(alid)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru