Diskusi Ilmu Komunikasi

" لاتقول قبل التفكيرولاتفعل قبل التدبير"  

Janganlah kau berkata sebelum kau fikirkan dan janganlah kau berbuat sebelum kau periksa atau fikirkan akibatnya.

Ungkapan diatas memberikan gambaran bahwa apapun yang kita lakukan dalam hidup ini mestinya harus diawali dengan komunikasi yang baik, sehebat apapun konsep yang akan kita tawarkan tetapi ketika tidak dikomunikasi dengan baik boleh jadi tidak akan bisa meyakinkan orang lain.

Dalam pandangan ajaran Islam, segala sesuatu harus dikomunikasikan dengan baik tidak terkecuali dalam hal memenage sebuah pendidikan, bahkan dalam berda’wah sendiri islam mengajarkan untuk mengkomunikasikan dengan baik mulai dari tata cara penyampaian secara hikmah, kemudian lemah lembut hatta ketika ada hal yang harus diperdebatkanpun juga “Wajadilhum billati hia ahsan”. Dengan sebaik-baik ungkapan supaya tidak ada pihak yang harus disinggung dan tersinggung.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam sebuah targetan disamping membutuhkan management yang baik juga dibutuhkan komunikasi yang baik. Dari itulah dalam coretan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mendalaminya dalam sebuah kemasan judul, “ Komunikasi dalam management Pendidikan Islam”. Maksud coretan ini sama sekali tidak untuk menggurui tapi semata-mata ingin membuak ruang diskusi saja, karena saya harus jujur katakana, bahwa pengetahuan saya dalam hal ini sangat minim, sehingga amat sangat berharaf masukan dan petunjuk saran dari pembaca.

  1. FUNGSI KOMUNIKASI

Untuk memulai pembahasan tentang komunikasi ini, saya tidak memulainya dengan definisi Komunikasi, karena menurut saya sudah terlalu biasa untuk dibicarakan sehingga hanya akan mengurangi ruang dan waktu saja. Dari itu saya akan mencoba memulai pembahasan tentang komunikasi ini dengan sebuah potongan sabda Rasulullah SAW  من كان يؤمن با لله واليوم الاخرفليقل خيرا اوليصمت ~~ رواه الشيخان  ~ ~    …………….,

“..................... Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari akhir, maka berkatalah dengan baik atau kalau tidak bisa (berkata baik) Maka diamlah”.

Demikian pentingnya yang namanya membangun komunikasi dengan baik, sehingga ianya dijadikan menjadi salah satu indikator orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, bahkan sebaliknya orang yang tidak bisa membangun komunikasi dengan baik, maka baginya lebih baik diam.

Seperti apa fungsi komunikasi yang sangat strategis itu sampai menjadi indikator keimanan seseorang, hal ini dapat kita lihat dari apa yang  Bride katakan sebagai berikut :

  1. Fungsi informasi. Pengumpulan, Penyebaran berita, data, pesan dan komentar yang dibutuhkan agar dapat dipahami dan bereaksi secara jelas.
  2. Fungsi sosialisasi. Penyediaan sumber ilmu pengetahuan yang memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang efektif sehingga ia sadar akan fungsi sosialnya dan dapat aktif dalam masyarakat.
  3. Fungsi motivasi. Mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan yang akan dicapai bersama.
  4. Fungsi debat dan diskusi. Menyediakan dan saling menukar fakta yang diperlukan untuk memungkinkan persetujuan dan menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah public, menyediakan bukti  yang relevan yang diperlukan untuk kepentingan umum dan agar masyarakat lebih melibatkan diri dalam masalah yang menyangkut kegiatan bersama di tingkat internasional, nasional dan local.
  5. Fungsi pendidikan. Pengalihan ilmu pengetahuan dapat mendorong perkembangan intlektual, ketrampilan dan kemahiran yang diperlukan dalam seluruh bidang kehidupan.
  6. Fungsi kebudayaan. Penyebarluasan hasil kebudayaan dan seni dengan maksud melestarikan warisan masa lampau.
  7. Fungsi hiburan. Penyebarluasan sinyal, syimbol, suara dan citra dari drama, tari, kesenian, music, komedi, olahraga, permainan dan sebagainya untuk rekreasi dan kesenangan kelompok dan individu.
  8. Fungsi integral. Menyediakan bagi bangsa, kelompok dan individu kesempatan memperoleh berbagai pesan yang diperlukan mereka agar mereka dapat saling kenal dan mengerti serta menghargai kondisi, pandangan dan keinginan orang lain.
  1. UNSUR-UNSUR DALAM PROSES KOMUNIKASI

Sebuah interaksi akan bisa dikatakan sebagai sebuah komunikasi, jika memenuhi semua unsur-unsur komunikasi yaitu :

  1. Komunikator. Orang yang berbicara atau berkomunikasi yang mempunyai sebuah kebutuhan berupa ide-ide, sasaran-sasaran atau gagasan-gagasan yang dapat membantu berbagai pemecahan masalah.
  2. Tujuan. Inti atau poin dari apa yang disampaikan itu jelas, sehingga lawan komunikasi faham apa tujuan dari apa yang kita sampaikan tersebut.
  3. Gagasan atau ide. Ada gagasan atau ide yang perlu disebarluaskan sebagai alat untuk mempengaruhi orang lain. Sehingga orang lain itu dapat merespon dengan positif.
  4. Penyalur. Adanya saluran yang dapat menghubungkan sumber informasi dengan penerima informasi. Sehingga akan terjadi hubungan timbal balik antara komunikator dengan komunikan atau lawan komunikasi.
  5. Feedback/umpan balik. Sebuah interaksi akan bisa dikatakan sebagai sebuah komunikasi adalah harus dari dua arah yakni harus ada umpan balik dari komunikan, dari respon komunikan inilah akan bisa dinilai komunikasi itu efektif atau tidak.
  6. Noise atau gangguan. Dalam setiap komunikasi bisa saja terjadi gangguan. Gangguan yang dimaksud disini adalah adanya miss understanding antara komunikator dan komunikan. Kita memang akan kesulitan menghilangan gangguan tersebut karena daya tangkap masing-masing orang berbeda-beda, tapi minimal hal itu bisa kita minimalisir dengan cara menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana dan akurat.
  1. EFEKTIFITAS KOMUNIKASI DALAM PROSES MANAGEMENT PENDIDIKAN ISLAM

Berbicara soal efektifitas komunikasi dalam proses management pendidikan Islam sangat menentukan. Karena sehebat apapun management yang sudah direncanakan dalam sebuah lembaga atau institusi, tapi jika tidak bisa dikomunikasikan dengan baik antara semua stake holder yang akan menjalankan management tersebut, maka bisa dibilang itu akan sia-sia belaka.

Maka dari itu penting dipertimbangkan unsur-unsur yang harus ada dalam membangun komunikasi yang efektif. Unsur-unsur tersebut menurut Jamal Mahdi (2004) ada delapan yaitu :

  1. Berfikir dan berbicara dengan jelas.
  2. Ada sesuatu yang penting untuk disampaikan.
  3. Ada tujuan yang jelas
  4. Penguasaan terhadap masalah
  5. Pemahaman proses komunikasi dan penerapannya dengan konsisten
  6. Mendapatkan empati  dari komunikan.
  7. Selalu menjaga kontak mata, suara yang tidak terlalu keras atau lemah serta menghindari ucapan pengganggu.
  8. Komunikasi harus direncanakan (apa pesan yang ingin dikomunikasikan, siapa komunikan yang dituju, buatlah scenario yang jelas dan hendaklah mempersiapkan diri agar menguasai masalah.
  1. KENDALA KOMUNIKASI DALAM PROSES MANAJEMENT PENDIDIKAN ISLAM

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sebuah management akan sangat ketergantungan dengan hasil komunikasi. Dan sebuah komunikasi kadang selalu ada kendala dan hambatan. Menurut Chruden dan Sherman (1976), hambatan-hambatan atau kendala komunikasi adalah sebagai berikut :

  1. Adanya perbedaan-perbedaan antara individu-individu

Perbedaan-perbedaan antara individu meliputi :

  1. Perbedaan dan persepsi atau pandangan
  2. Perbedaan dalam penafsiran
  3. Perbedaan dalam status
  1. Suasana psikologi

Artinya masing-masing orang punya cara dan pandangan yang berbeda-beda dalam menyikapi suatu masalah sehingga cara mereka menyelesaikannya pun juga berbeda-beda. Pada sebagian orang kadang sedikit tertutup sehingga tidak semua stake holder di libatkan dalam mendiskusikan pola management yang akan diterapkan. Pun juga pada sebagian yang lain menerapkan pola kebalikannya yaitu sangat terbuka sehingga semua stake holder dilibatkan untuk mendiskusikan pola-pola yang akan diterapkan dalam pengelolan lembaga atau institusi yang mereka kelola.

  1. Mekanisme komunikasi yang kurang tepat 

Disamping hambatan-hambatan diatas, secara lebih khusus lagi soal komunikasi dalam management, Koswara (2002), menyebutkan beberapa hambatan yaitu :

  1. Sikap pimpinan yang kurang tanggap terhadap masalah-masalah yang dihadapi bawahan. Oleh karena itu pimpinan harus serius dalam menangani permasalahan yang dialami oleh bawahan.
  2. Adanya kekuatan-kekuatan psikologi yang mempengaruhi pemikiran para anggota organisasi, sehingga berdampak pada merosotnya wibawa pimpinan.
  3. Tindakan dan ucapan pimpinan yang terlalu ideal untuk memajukan organisasi, tetapi kenyataannya pimpinan hanya senang membuat printah dan kurang senang menerima kritik dari bawahan. Akibatnya, timbul anggapan dari bawah bahwa komunikasi hanya alat penguasa untuk memperkuat posisi dan kepentingan pribadi.
  4. Adanya usaha orang-orang yang mempunyai maksud buruk, yaitu merintangi atau memutuskan saluran informasi.
  5. Adanya pemberitaan yang tidak memenuhi syarat-syarat, misalnya instruksi yang kurang tegas dan jelas atau samar-samar, perintah yang bertentangan dengan ketentuan sebelumnya, informasi yang membingungkan, sehingga sulit untuk dilaksanakan.
  1. KESIMPULAN

Bahwa dalam sebuah management, mutlak dibutuhkan yang namanya komunikasi yang baik, sebab sehebat apapun management yang mau diterapkan dalam sebuah lembaga atau institusi jika tidak bisa dibangun komunikasi yang baik di dalamnya maka bisa dipastikan akan sia-sia belaka artinya bahwa keberhasilan sebuah management sangat ketergantungan pada tingkat keberhasilan membangun komunikasi didalamnya.

Demikian pentingnya yang namanya membangun komunikasi, maka kita sudah di ingatkan oleh sebuah adegium yang mengatakan, “masuk kandang ayam berkokok, masuk kandang kambing mengembek dan masuk kandang sapi mengoak”. Artinya bahwa jika ingin sebuah komunikasi itu berhasil dengan baik maka disamping harus memperhatikan unsur-unsur yang harus ada dalam komunikasi dan menghindari hal-hal yang menjadi hambatan dalam sebuah komunikasi, maka tidak kalah pentingnya juga harus memperhatikan situasi dan kondisi dimana dan dengan siapa kita berkomunikasi.sebab gaya bahasa dan ekspresi yang akan digunakan akan sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi komunikan.

Contoh kecil ketika berbicara dengan petani, maka sudah barang tentu yang enak didiskusikan adalan soal petani dan dengan bahasa petani, jika kita bangun komunikasi dengan kaum intlektal maka sudah barang tentu yang enak dibicarakan adalah soal-soal ilmu pengetahuan dengan gaya bahasa intlek pula, hal inilah yang dimaksudkan oleh sebuah ungkapan dalam kitab taklimul mutaallim, [] - 05

افضل العلم علم الحال,وافضل العمل حفظ الحال

Referesni

  • Kitab Mukhtaarul ahaaditsunnabawiyyah.
  • Kitab taklimul mutaallim
  • Manajemen pendidikan karangan DR. M Sobry Sutikno Sumbawa NTB.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru