Juara Daiyah Ingin Jadi Dokter

KM RUNGGU-Berkeingingan membantu warga yang tak mampu, melayani dengan ikhlas itulah keinginan Farah Fakhira anak   dari pasangan Mukti Ali dengan Fadlun. Saat sekarang Farah panggilan akrabnya, sedang bersekolah di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Yayasan Uswatun Hasanah Desa Tente Kecamatan Woha kelas VI.

            Farah, diutus oleh sekolah bersama 3 rekannya mengikuti lomba da I dan daiyah yang digelar oleh Ikatan Sarjana Pendidikan Indoensia (IPSI) Cabang Bima Raya yang berkerjasama dengan lembaga pendidikan Primagama dari tanggal 16 sampai 19 Juli 2014. Pada lomba itu, Farah mendapatkan juara ke 3 dan berhak memdapatkan piala dan hadiah.

            Kedatangan Radar Tambora di SDIT Jum ‘at siang (18/7), kebetulan sekolah sedang istirahat dan disambut dengan gembira. Farah menerima kehadiran Radar Tambora, sambil memperlihatkan pipinya yang lesung.  “kabar baik, dan senang sekali,” ujar Farah.

            Farah gadis pengembira, sehingga akrab dengan teman-teman dan guru. Farah, senang membaca sehingga prestasinya sejak kelas 1 SDIT sampai kelas 5 selalu juara pertama. “Saya senang membaca buku cerita dan agama, termasuk baca Radar Tambora,” ujar Gadis kelahiran Dompu itu sambil memperlihatkan koran Radar Tambora ditangannya.

            Farah mempunyai cita – cita mulai, ingin jadi dokter penyakit dalam. Pasalnya, dirinya sering melihat dan menyaksikan warga yang miskin disekitar tempat tinggalnya di Desa Tente kalau berobat tak memiliki uang yang banyak. “Saya sering dengar keluhan tetangga kalau berobat tak cukup untuk membeli obat,” ungkap Farah.

            Sedangkan kemampuannya berdakwah merupakan hoby, dengan berdakwah akan menyiarkan agama Allah. “mengobati pasien tidak hanya dengan obat-obatannya saja, tapi menyadarkan mereka untuk hidup sehat itu yang lebih penting. Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati,”paparnya penuh diplomatis.

            Keinginan Farah untuk jadi Dokter penyakit dalam sangat direspon kedua orang tua, bahkan mensportnya. “Saya selalu diingatkan oleh papa dan mama untuk membaca dan belajar setiap ada waktu luang. Sehingga saya selalu dapat juara kelas,” Pungkas gadis yang suka makan Kari Ayam bila buka puasa. (Ris) -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru