Manajemen Keuangan di Sekolah Menjadi Temuan BPK

Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur M.Pd terus menghimbau kepada seluruh kepala sekolah untuk memperbaiki manajemen keuangan di sekolah, termasuk penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Hal itu disampaikan disetiap kegiatan pembinaan dan pengarahan di jajaran pendidikan kabupaten Bima yang dirangkai sosialisasi dana BOS, BSM  dan pemantapan persiapan ujian sekolah  dan ujian nasional tahun 2014.

Seperti kegiatan di Paruga Nae Kecamatan Bolo, Kamis (27/3) lalu. Seluruh kepala UPTD  Dikpora,  kepala sekolah dari tingkat TK hingga SMA, pengawas dan calon kepala sekolah se-Kabupaten Bima, hadir dalam pembinaan itu.

Bupati menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam melakukan manajemen keuangan sekolah dan dana BOS. Hal ini menyusul adanya penegasan dari BPK yang berdasarkan temuan di sekolah-sekolah, bahwa penyaluran dana BOS dan BSM masih memerlukan sosialisasi terkait pola pertanggungjawaban. 

“Salah satu temuan yang perlu segera dibenahi adalah masalah rekening. Bayangkan, satu sekolah ada yang memiliki hingga lima rekening. Rekening boleh banyak, tetapi untuk membuka rekening harus mendapatkan rekomendasi kepala daerah. Jika tidak, maka rekening tersebut  akan dibekukan,” tegas Bupati.

Selain itu, pihak sekolah juga harus melaporkan perkembangan pengelolaan kegiatan di sekolah.  Hal penting mengingat ada sekolah yang tidak menyampaikan laporan terkait kemajuan fisik dan non-fisik  ke Dinas Dikpor. “Saya tegaskan, kasek wajib melaporkan perkembangan pengelolaan dana bantuan yang diberikan itu,” kata Bupati. 

Bupati juga menyampaikan bahwa yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana mendorong pemerataan sebaran tenaga pendidik seluruh kecamatan di Kabupaten Bima. “Saat ini sedang dirumuskan strategi yang akan diterapkan itu,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, untuk menciptakan dunia pendidikan yang transparan dan akuntabel, pendidik harus melakukan tugas secara profesional. Jangan menyalahgunakan kepercayaan untuk mengelola anggaran pendidikan dengan tidak melakukan korupsi sumber-sumber pendanaan. “Ini menjadi indikator penilaian kinerja kepala sekolah,” katanya.(adi arega) - (01)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru