Menguntip Gerakan Pramuka Santri di Sandik

Akhirnya terlaksana jua niat dan rencana dari pengurus Yayasan Pondok Pesantren Madrasatul Quraniyah untuk mendirikan Gerakan Praja Muda Karana atau yang lebih familiar di kalangan masyarakat dengan sebutan PRAMUKA. Gerakan Pramuka ini akan dijadikan sebagai kegiatan Eskul (ekstra kurikuler) dari siswa maupun siswi yang ada di Pondok Pesantren Madrasatul Qur`aniyah. Setelah resmi terbentuknya OSIS (Organisasi Siswa Intern Sekolah) yang merupakan organisasi wajib dari tiap sekolah, gagasan untuk membentuk Gerakan Pramuka ini pun mulai muncul.

Perencanaan dan persiapan yang matang dari jajaran pengurus madrasah, akhirnya tepat pada tanggal 21 February 2014, diadakan upacara pembukaan Pramuka lingkup Pondok Pesantren Madrasatul Quraniyah yang dihadiri oleh pimpinan yayasan, dewan Guru dan seluruh  jajaran pengurus dari Madrasah.

Gerakan Pramuka pun diresmikan dan ditetapkan sebagai salah satu kegiatan ektra kurikuler untuk siswa-siswi. Latihan Pramuka tersebut dikuti oleh  Siswa dan Siswi dari kelas 1 (satu) sampai kelas (tiga) Madrastul Qur’aniyah dengan 7 (tujuh) orang pembina dan bertempat langsung di halaman madrasah,. Latihan Pramuka ini diadakan sebanyak 2 kali dalam seminggu dengan durasi 1 Jam 30 Menit dalam tiap kali pertemuan.

Muhammad Rifky yang merupakan Pioneer (Peritntis) dan sekaligus menjadi salah satu Pembina Pramuka ini mengungkapkan “kami memilih latihan pramuka ini menjadi kegiatan Eskul disini dijadikan suplemen terhadap pendidikan formal di kelas. Di samping itu juga untuk mengajarkan siswa-dan siswi mengenal bagaimana berorganisasi lebih dini, karna Gerakan Pramuka merupakan Organisasi besar yang telah terbentuk sejak lama dan berskala nasional”, tepat sekali sebagai langkah awal untuk belajar berorganisasi atau menjadi seorang Organisatoris”, demikian urai Rifky saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut Rifky menjelaskan, “kepramukaan itu, membentuk karakter yang disiplin, jujur dan bertanggung jawab, mengajarkan kita bagaimana memamfaatkan waktu serta bagaiman sikap kita disaat mengemban suatu tugas, hal itu secara tidak langsung dapat membentuk karakter kita yang lama-kelamaan kita akan terbiasa melakukan sesuatu dengan disiplin, melatih kemandirian, jiwa kepemimpinan (leadership), kepekaan sosial dalam bermasyarakat serta bagaimana mencintai dan menjaga kelestarian alam dan lingkungan”, sebagai seorang yang aktif dalam  kepramukaaan, saya merasakan akan hal itu” jelas Rifky. Dan memang karakter seperti itulah yang diharapkan dalam mengembangkan pendidikan dan membentuk karakter dari peserta didik secara umumnya, jujur, bertanggung jawab, peduli sesama, mencintai alam dan linkungan serta disiplin dalam segala hal, “lanjutnya lagi”, penjelasan yang disampaikan Rifky tersebut, diamini juga oleh Pembina yang lainnya. Siswa dan Siswi Madrasatul Qur`aniyah terlihat begitu antusias dan penuh semangat dalam mengikuti acara pelatihan kepramukaan. Semoga.[] - (01)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru