Dua Siswa SD Wawo, Ikut Olimpiade MIPA NTB

KM LENGGE WAWO,- Dua siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Wawo meraih juara pertama dan kedua olimpiade MIPA tingkat Kabupaten Bima. Mereka adalah siswa SDN Inpres Kombo, Fadlurrahmadi dan siswa SDN Inpres 2 Maria, M Sultan Falantara.

Duta Kabupaten Bima itu akan berangkat ke Mataram, Selasa (25/2) sore untuk mengikuti lomba olimpiade MIPA tingkat Provinsi NTB di LPMP Mataram, Kamis (27/2) mendatang. Mereka akan berangkat bersama Pembina Olimpiade MIPA Kecamatan Wawo, Damrin Ibrahim, S.Pd, Ifdah, S.Pd, dan Kepala SDN Inpres Kombo, Sumardin, S.Pd, M.Si.

Kepala UPT Dinas Dikpora Wawo, Rusdin Hima, S.Pd, mengatakan, keberhasilan dua siswa itu mengagetkan karena di tingkat kecamatan mereka hanya menempati peringat lima, tetapi di tingkat Kabupaten Bima ternyata meraih prestasi yang menggembirakan yakni juara pertama dan kedua.

“Ini sudah menjadi tradisi bahwa duta Kecamatan Wawo dalam olimpiade MIPA tetap ada setiap tahun. Hanya saja dua anak yang meraih juara adalah bidang matematika saja,” ujarnya saat melepas keberangkat dua duta Kabupaten Bima, di Wawo, Selasa.

Tahun lalu, kata dia, prestasi yang diraih siswa dari Wawo di tingkat Provinsi NTB adalah meraih juara III, semoga tahun ini prestasi yang diraih mereka bias lebih baik dari tahun lalu.

“Kita berharap doa dan dukungan dari jajaran pendidikan di Wawo dan Kabupaten Bima agar anak-anak bias membanggakan Kabupaten Bima pada tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Pembinaan siswa  yang ikut olimpiade MIPA, katanya, bukan hanya dilakukan menjelang lomba, tetapi program terencana itu sudah dilaksanakan sejak lama, sehingga kader-kader yang mewakili Kecamatan Wawo merupakan yang terbaik yang siap berlaga di tingkat yang lebih tinggi.

Namun ada kendala yang perlu dipikirkan bersama, katanya, prestasi yang mereka raih tidak sebanding dengan penghargaan yang mereka peroleh. Seharusnya, kegiatan olimpiade MIPA ini dianggarkan dengan baik, sehingga anak-anak semangat untuk mengikuti lomba.

Saat ini, katanya, untuk berangkat saja harus patungan guru-guru di Kecamatan Wawo, sedangkan di Kabupaten Bima anggaran yang disediakan juga hanya sedikit yakni untuk ongkos kendaraan saja, sedangkan di Mataram harus patungan dengan guru-guru.

“Kita berharap ke depan kegiatan olimpiade perlu dipikirkan anggarannya. Masa untuk cabang olahraga anggaran cukup besar, sedangkan untuk siswa berprestasi minim anggaran,” katanya. (AJI)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru