Siswa Miskin Sekolah Gratis di SDN Inpres 1 Rasabou

Ketika pencairan dana bantuan langsung siswa miskin (BLSM), ada saja dilakukan oleh oknum penggerak dunia pendidikan di sekolah. Berbagai macam cara dan alasan agar dana BLSM tersebut bisa dipotong. Padahal, pemerintah menyalurkan bantuan itu melalui rekening masing-masing siswa. Namun kabar pemotongan, kerap saja tersiar di telinga publik.

            Namun jauh beda dilakukan oleh pihak di SDN Inpres 1 Rasabou kecamatan Bolo kabupaten Bima-NTB. Di sekolah ini, tercatat jumlah siswa sebanyak 109 orang, 60 diantaranya mendapatkan dana BLSM.

            Pada pencairan tahap awal, masing-masing siswa mendapatkan Rp245 ribu. Kemudian tahap selanjutnya, mereka menerima Rp425 ribu. Padahal, di SDN Inpres 1 Rasabou ini, ada delapan orang guru tenaga sukarela, empat honorer daerah dan 10 lainnya PNS. “Satu persen pun, kami tidak berani memotong uang BLSM ini. Karena memang itu adalah hak mereka sebagai anak asuh kami di sekolah ini,” ujar kepala SDN Inpres 1 Rasabou Samsina Atma S.Pd kepada MN, Senin kemarin.

            Bahkan, kata Samsina, selain adanya bantuan dana BLSM, siswa/siswi di sekolah ini tinggal mengikuti aktivitas belajar saja. Karena memang kebutuhan mereka hampir serba gratis diberikan sekolah. Seperti penyedian baju seragam merah putih, baju batik, busana muslim, baju olah raga dan kerudung bagi perempuan. “Semuanya diberikan gratis,” tuturnya.

            Dengan dukungan dana BOS senilai Rp14.800.000 per triwulannya, pihak sekolah memanfaatkan sesuai aturan yang ada. “Dengan dana ini, tentunya dari 109 siswa yang ada, 100 orang siswa dijamin kebutuhan untuk sekolah,” kata Samsina.(adi) - (01)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru