PULPEN NTB Seminarkan Wajah Pendidikan

KM RimpuCili: PUSAT Penelitian Pendidikan (PULPEN) Nusa Tenggara  melaksanakan seminar pendidikan yang bertema “Wajah Pendidikan di tengah perubahan kurikulum 2013” di Gedung Serba Guna Muhammadiyah, Salama Kota Bima, Selasa (18/6). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400an peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, guru dan dosen, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, mahasiwa pasca sarjana dan peserta dari Pulau Lombok.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama PULPEN dengan Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima ini menghadirkan pemateri Prof.DR. Widiharsono (salah satu penggagas Kurikulum 2013), DR. Muhammad (STAIN Palangkaraya-Kalimantan Tengah), dan DR. Syahruddin (Unram) dengan moderator Wiwid Dwipeni (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijawa Malang).

Direktur PULPEN Nusa Tenggara, Tasrif, M.PD selaku penggagas acara di sela-sela acara istirahat Seminar Pendidikan mengatakan, latar belakang lahirnya ide penyelenggaraan seminar pendidikan berawal dari berdirinya Lembaga Penelitian Pendidikan (PULPEN) Nusa Tenggara atas keresahan kawan-kawan akademisi terhadap penjabaran tri dharma perguruan tinggi, salah satunya tentang pengajaran pendidiksan dan penelitian.

Menurutnya, selama ini para akademisi di Bima khususnya, hanya memikirkan dan menjalani proses belajar mengajar secara reguler. Hal ini dilakukan hampir setiap hari, mengajar dan mengajar tanpa melakukan riset. Padahal riset merupakan kekuatan utama di setiap perguruan tinggi, seperti halnya di negara maju, “perlakuan terhadap riset di Bima jarang sekali ada, bahkan bisa dikatakan tidak pernah ada,” katanya.

Kata dia, lembaga yang dipimpinya hanya konsen untuk riset di bidang pendidikan saja. “Kami tidak sendiri, tapi akan kerjasama dengan guru-guru senior yang suka dengan penelitian (riset). Makanya bulan depan kami akan lantik pengurus yang diisi guru-guru pecinta riset utamanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK),” ungkapnya Dosen Mata Kuliah IPS Terpadu pada STKIP Bima ini.

Tasrif yang juga Ketua Prodi Jurusan Sosiologi STKIP Bima itu melanjutkan, selama ini keresahan-keresahan masalah di dunia pendidikan muaranya langsung ke Dinas Pendidikan sebagai solusinya, padahal permasalahan pendidikan adalah masalah umat atau masalah semua komponen masyarakat, bukan hanya masalah guru atau dosen.

“Nah melalui lembaga ini kita bisa melakukan penelitian guna menyelesaikan setiap persoalan pendidikan di Bima khususnya. Apa sesungguhnya masalah yang terjadi di dunia pendidikan di Bima,” terangya.

Perlu diketahui, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah kita Bima khusus di bidang pendidikan merupakan rangking terrendah dibanding daerah lain di NTB. Pertanyaanya, ada apa dengan Bima sehingga IPMnya begitu jauh tertinggal. “Apakah ada sesuatu yang lepas dengan pendidikan di Bima, karena itu melalui PULPEN Nusa Tenggara kita coba pecahkan,” tandasnya.

Mengenai kurikulim 2013, Tasrif mengaku, kehadiran kurikulum 2013 tidak bisa ditolak, pro dan kontra hal biasa, tapi tetap harus diterima. Memang, kurikulum harus berubah sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya manusia. “Kurikulum sebelumnya bukan tidak baik tapi terbaik pada zamannya, sehingga terus mengalami perubahan kearah yang lebih maju. Kita harus ikuti perubahan itu, seperti kehadiran kurikulum 2013,” jelasnya.

Dari sembilan standar pendidikan nasional itu, semuanya harus disesuaikan dengan waktu perubahan itu sendiri. Karena itu, pihaknya mengajak dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk menjembatani pemahaman kurikulum 2013, karena suara kurikulum tersebut belum sepenuhnya sampai secara detail di daerah. “Penjabaran kurikulum 2013 belum diketahui secara menyeluruh oleh komponen pendidikan di Bima, sehingga PULPEN akan menyambung pesan-pesan sampai ke daerah,” ujarnya.

Setelah bulan puasa mendatang, pihaknya akan menyelenggarakan lomba PTK se Kota dan kabupaten Bima. Hasil penelitian guru-guru tersebut akan dijurnalkan, dicetak dan dikemablikan kepada guru-guru atau sekolah dengan tujuan agar guru-guru makin kreatif. “Hasil ini pun akan membantu guru-guru negeri untuk kenaikan pangkat dan golongan,” cetusnya.

 Ia menambahkan, output seminar ini diharapkan pada guru-guru (peserta) dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman serta dapat melaksanakan kurikulum 2013 atau diaplikasikan setelah di sekolah masing-masing. “Semoga pendidikan di Bima semakin membaik seiring bertambahnya pengetahuan tenaga pendidikan dan komponen lainnya demi menuju NTB beradab,” pungkasnya. (smd)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru