logoblog

Cari

Hari Guru 2019 Momentum Merdeka Belajar Di Indonesia

Hari Guru 2019 Momentum Merdeka Belajar Di Indonesia

KM. Sukamulia - 25 November 2019 akan menjadi momentum yang sangat bersejarah bagi dunia pendidikan di Indonesia. Pasalnya, pada hari ini

Pendidikan

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
25 November, 2019 11:04:32
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 2091 Kali

KM. Sukamulia - 25 November 2019 akan menjadi momentum yang sangat bersejarah bagi dunia pendidikan di Indonesia. Pasalnya, pada hari ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Nadiem Anwar Makarim) secata resmi membacakan pidato pada Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019 yang inti dari pidato tersebut adalah Nadiem mendeklarasikan Kemerdekaan Belajar dengan Guru sebagai Penggeraknya.

Pidato Kemendikbut yang sudah dipublikasikan melalui Website Kemendikbut sejak beberapa hari lalu tersebut diberi hastage #merdekabelajar dan #gurupenggerak. Kata kunci itu menunjukkan bahwa Nadiem selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ingin merubah sistim pendidikan Indonesia yang dulunya penuh dengan aturan yang rumit dan seolah-olah memasung kebebasan guru dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk membentuk masadepan bangsa.

Melalui momentum Peringatan Hari Guru Nasional 2019, Nadiem mendeklarasikan bahwa guru adalah penggerak yang harus diberikan kebebasan dalam menjalankan tugas dan fungsinya melalui kebebasan mengelola kegiatan belajar.

Kata Merdeka Belajar mengandung arti bahwa guru diberikan kebebasan untuk mengelola kegiatan belajar mengajar tanpa haris ditekan ataupun dipasung oleh aturan-aturan formal yang dapat memberatkan dan atau menghambat mereka melakukan inovasi pembelajaran dan guru tidak akan lagi dibebani oleh tugas-tugas administratif yang tidak jelas dan atau kurang bermanfaat.

Tidak dipungkiri bahwa selama ini guru di Indonesia dibebani tugas administratif yang anemonya sangat menyita waktu dan membebani mereka sehingga Gutru Indonesia tidak maksimal dalam melaksanakan tugas mereka sebagai pengajar dan pendidik.

Di dalam naskah pidato itu, Nadiem mengatakan:

"Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit".

"Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan".

"Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas".

"Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan".

"Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan".

"Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal".

 

Baca Juga :


"Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi".

"Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi".

"Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia".

"Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama".

"Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan".

"Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak".

"Selamat Hari Guru, #merdekabelajar #gurupenggerak".

Pidato yang disusun oleh Nadiem itu merupakan hadiah yang sangat istimewa bagi seluruh guru yang ada di Indonesia. Lewat momentum Hari Guru Nasional 2019, Nadiem menyematkan bahwa guru adalah tugas termulia yang tugas utamanya adalah mempersiapkan masadepan bangsa. Namun dalam kenyataannya selama ini guru dibebani oleh berbagai aturan dan dipaksa untuk melaksanakan kurikulum yang setiap tahun diubah dengan standarisasi nilai yang pada ahirnya moral dan karakter anak-anak bangsa hancur.

Kali ini, Nadiem memberikan hadiah berupa "Merdeka Belajar" dan "Guru Penggerak", artinya guru di Indonesia bebas melaksanakan pembelajaran dengan strategi apa saja yang ia anggap cocok diterapkan di sekolah atau kelas tempat mereka mengajar. Mereka juga bebas bergerak dalam menciptakan inovasi dalam dunia pendidikan dan aspek lainnya.

Intinya Peringatan Hari Guru Nasional 2019 adalah momentum kemerdekaan belajar di Indonesia. Oleh sebab itu, kami mengajak kita semua (Guru Indonesia), baik guru honorer ataupun guru PNS untuk kita sama-sama bergerak dan memanfaatkan kemerdekaan belajar yang dihajatkan olek Meteri Nadiem  demi terciptanya pendidikan Indonesia yang maju, inovatif dan bermartabat.
Sumber Pidato: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/11/pidato-mendikbud-pada-upacara-bendera-peringatan-hari-guru-nasional-tahun-2019
_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan