logoblog

Cari

UKM Penyumbang Sampah Terbanyak

UKM Penyumbang Sampah Terbanyak

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dibidang manajeman pemasaran hasil produksi UKM, tadi pagi Dinas Koperasi UKM NTB menggelar Diklat Manajemen

Pendidikan

Asrobi Abdihi
Oleh Asrobi Abdihi
04 November, 2019 22:41:52
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 663 Kali

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dibidang manajeman pemasaran hasil produksi UKM, tadi pagi Dinas Koperasi UKM NTB menggelar Diklat Manajemen Pemasaran Bagi UKM Se Nusa tenggara Barat yang dibagi menjadi dua angkatan.  Diklat yang dilaksanakan dari tanggal 3 s/d 7 Nopember 2019 ini bertempat di Balatkop NTB dengan  jumlah peserta sebanyak 60 orang berasal dari Kabupaten Kota Se NTB, tenaga pengajar berasal dari Widyaiswara Balai latihan Koperasi dan UKM NTB  dan Narasumber Kadiskop UKM NTB.

Kepala Dinas Koperasi UKM NTB H.Lalu Saswadi saat membuka Diklat mengatakan dari 600 ribu UKM di NTB hanya 60 orang bisa tercover untuk ikut melaksanakan diklat pemasaran hasil produksi bagi UKM tahun ini. Terlebih sekarang Gubernur dan Wakil Gubernur sedang gencar  mengembangkan industry kecil terutama saat ini program Zero Waste terkait kebersihan dilingkungan OPD dan dilingkungan masing-masing. Untuk itu Saswadi mengajak kepada kita semua, khususnya gerakan UKM selaku produksi tentu tidak lepas sebagai penghasil sampah.

“Penyumbang sampah kita yaa UKM.karna kita yang berdagang, kita yang produksi seperti buat jajan,sayuran seperti kangkung,bisa dikatakan UKM penyumbang sampah terbesar, maka dari itu kita harus bersama-sama buat perencanaan, kita yang terdepan untuk Zero Waste sesuai program Pak Gubernur”. Kata H.Lalu Saswadi

Selain program Zero Waste kata Saswadi, Gubernur dan Wakil Gubernur juga mengembangkan industry kecil agar supaya semua produk UKM memiliki nilai tambah seperti beras atau jagung, jika tanpa diolah maka harganya cukup rendah sehingga perlu diolah menjadi makanan atau kue yang bersumber bahan baku beras atau dari bahan baku jagung diolah menjadi keripik atau menjadi pakan ternak maka akan memiliki nilai ekonomis tinggi.

 

Baca Juga :


Sambung Saswadi, ini semua tidak lain dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dan diikuti oleh menurunkan angka pengangguran.

Usai melaksanakan diklat, diharapkan para peserta mampu memahami proses perencanaan pemasaran ,memahami pengenalan  peluang pasar dan riset pemasaran serta memahami permintaan pasar.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan