logoblog

Cari

Pesantren Merupakan Ajaran Islam Rahmatan Lil ' Alamin

Pesantren Merupakan Ajaran Islam Rahmatan Lil ' Alamin

Sumbawa Besar_ Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa H.Ahmad Taufik menegaskan Pondok Pesantren merupakan Laboratorium tempat menyemai ajaran Islam Rahmatan Lil’

Pendidikan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
23 Oktober, 2019 10:24:47
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 408 Kali

Sumbawa Besar_ Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa H.Ahmad Taufik menegaskan Pondok Pesantren merupakan Laboratorium tempat menyemai ajaran Islam Rahmatan Lil’ Alamin. Hal tersebut disampaikan di depan ratusan santri dan santriwati pada upacara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di halaman Pondok Pesantren NW Samawa Selasa, 22 Oktober 2019.

Hadir pada kesempatan tersebut Kasi Bimas Islam Kemenag Sumbawa H.L.Zainul Taufiqurrahman, Kepala KUA kecamatan Labuhan Badas Ustad H.Faisal, Pengurus NW kabupaten Sumbawa, santri santriwati dan segenap undangan lainnya.

Lebih lanjut dikatakan Kakankemenag, setidaknya ada 9 alasan yang mendasar mengapa Pesantren di sebut sebagai Laboratorium perdamaian diantaranya : Pertama, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa dari zaman penjajah hingga hari ini tidak terlepas dari peran Pesantren dan komitmen santri sebagai generasi pencinta tanah air tidak kunjung pudar, sebab mereka masih berpegang teguh pada kaidah Hubbul Wathan Minal Iman ( cinta tanah air sebagian dari Iman ). Kedua, metode mengaji dan mengkaji, selain mendapat bimbingan, teladan dan transfer ilmu dari Kyai, di Pesantren juga diterapkan keterbukaan kajian lintas mashab.

Ketiga, para santri dan santriwati di ajarkan untuk Khidmah ( Pengabdian ) yang merupakan prinsip dan loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika Agama dan realitas sosial. Keempat, pendidikan kemandirian dan saling membantu di kalangan santri, lantaran jauh dari keluarga para santri menjadi terbiasa hidup mandiri, memupuk solidaritas dan gotong royong. Kelima, gerakan komunitas, seperti sastra dan kesenian tumbuh subur di Pesantren.

 

Baca Juga :


Seni dan sastra dapat mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang untuk mengedepankan keindahan, harmoni dan kedamaian. Keenam, melahirkan kelompok diskusi untuk membahas hal hal yang remeh sampai yang serius, membuka dialog kelompok dan membentuk santri berkarakter. Ketujuh, merawat khasanah kearifan lokal. relasi agama dan tradisi begitu kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia artinya Pesantren menjadi ruang yang kondusif untuk menjaga lokalitas di tengah-tengah arus zaman yang semakin pragmatis dan matrialistis. Kedelapan, prinsip maslahat merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan Pesantren, tidak ada cerita orang orang Pesantren meresahkan dan menyesatkan melainkan senantiasa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Kesembilan, penanaman spiritual tidak hanya soal hukum Islam ( Fiqih ) yang didalami akan tetapi banyak Pesantren melatih para santrinya untuk Tazkiyatunnafs yaitu membersihkan hati melalui zikir dan puasa, sehingga akan melahirkan hati dan fikiran yang bersih dan benar.

Di akhir sambutan Kakankemenag mengajak kepada peserta upacara dan pengelola Pondok Pesantren NW Samawa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT di tahun 2019 ini terasa sangat istimewa dengan hadirnya Undang Undang No 18 tahun 2019 tentang Pesantren, sehingga memastikan bahwa Pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi Pendidikan tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian kepada masyarakat terang H.Ahmad Taufik



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan