logoblog

Cari

Mercusuar di Era Artificial Intellegence

 Mercusuar di Era Artificial Intellegence

Perkembangan Informasi dan Teknologi (IT)  bidang Articil Intellegence (Kecerdasan buatan) menyebabkan orang penuh kegelisahan dan tidak tenang, sehingga butuh mercusuar untuk

Pendidikan

KIM PROVINSI NTB
Oleh KIM PROVINSI NTB
15 Oktober, 2019 15:28:16
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 1054 Kali

Perkembangan Informasi dan Teknologi (IT)  bidang Artificial Intellegence (Kecerdasan buatan) menyebabkan orang penuh kegelisahan dan tidak tenang, sehingga butuh mercusuar untuk membimbing dan petunjuk jiwa yang mengantarkan masyarakat kita lebih baik dimasa yang akan datang.

“Beberapa hari yang lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan rapat kerja Nasional di Mandalika Lombok Tengah NTB. Dimana ada harapan besar masyarakat agar peran Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia dan Lembaga lainnya menjadi pembimbing dan petunjuk jiwa untuk masyarakat di abad modern ini,” harapan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc  saat menghadiri meresmikan Gedung Soft Launching pembangunan 9 gedung baru dan infrastruktur pendukung UIN Mataram, Selasa (15/10/2019) di Mataram.

Menurut Doktor Zul, “Dimasa yang akan datang dengan kemajuan Artificial Intelegen (Kecerdasan buatan), ada foto atau video Pak Menteri agama, namun menggunakan suara orang lain, sehingga kita tidak bisa membedakan itu suara Menteri Agama yang asli atau bukan. Begitupun tuan guru Turmudzi misalnya, mengeluarkan Fatwa dengan mimic yang sama tapi suaranya itu bukan suara beliau, ini yang harus kita antisipasi,” jelasnya.

Data terbaru menunjukan, bahwa saat ini ditengah masyarakat kita, tingkat  pengangguran lulusan SMA dan Universitas lebih tinggi dibanding dengan lulusan SD dan SMP. Lulusan SMA dan Universitas ini memilih aktif di media social. Dan yang paling mengerikan kalau aktif di media social tidak punya pekerjaan punya akses media social maka kalau tidak hati-hati masyarakat kita bisa tersesat.

Namun disisi lain, penggangguran pada lulusan SD dan SMP semakin sedikit. Karena banyak lulusan SD dan SMP ini menjadi tukang ojek. “Yang meningkat justru pengangguran lulusan SMA dan Universitas, karena mereka tidak mau menjadi tukang ojek, tidak mau menjadi kernek tapi memilih aktif di media social,” jelas Gubernur NTB.

Sehingga, banyak remaja dan pemuda aktif di media social tetapi masih belum memahami betul tentang kehadiraan dan fungsi media di era kemajuan dunia IT. Harapannya lulusan SMA maupun perguruan tinggi belajar tentang literasi digital maupun media untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dibidang peningkatan ekonomi.

 

Baca Juga :


Kehadiran Universitas Islan Negeri (UIN) Mataram NTB ini, merupakan harapan dimasa yang akan datang menjadi Universitas Islam kelas dunia, yang dapat mendidik generasi cerdas yang dan lebih baik lagi mengerti tentang agama dan perkembangan dunia IT. “Ketika memasuki area ini, terlihat sekali perbedaan dari bulan yang lalu. UIN mataram sudah menunjukan tanda-tanda dan menjelam instusi Pendidikan islam kelas dunia di masa yang akan dating,” tutur Doktor Zul.

Gubernur NTB juga mengapresiasi kunjungan dan kehadiran Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, meresmikan proyek pembangunan Sembilan Gedung baru dan infrastruktur pendukung Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin  berpesan agar civitas akademika memiliki kesadaran bersama dalam merawat dengan tidak merusak dan menyalahgunakan bangunan fisik. Peresmian hari ini lanjut Menag dapat berarti telah mengakhiri sejumlah rencana fisik namun juga baru memulai rencana baru dengan memanfaatkannya sebaik mungkin agar tidak saja bangunan fisik gedung menjadi hidup tapi juga menghidupi lingkungan sekitar.

Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat kementerian Agama, Rektor UIN Profesor Masnun, TGH Turmudzi Badaruddin, Pengasuh Qomarul Huda, civitas akademika UIN Mataram dan undangan lainnya. (Edy-Diskominfotik NTB)



 

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan