logoblog

Cari

Pisah Kenal Kepala Madrasah

Pisah Kenal Kepala Madrasah

Sumbawa Besar_Pisah kenal antara pimpinan baru dengan pimpinan lama adalah sebuah istilah ketika ada pergantian pimpinan dalam sebuah instansi. Kegiatan semacam

Pendidikan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
08 Oktober, 2019 09:51:19
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 646 Kali

Sumbawa Besar_Pisah kenal antara pimpinan baru dengan pimpinan lama adalah sebuah istilah ketika ada pergantian pimpinan dalam sebuah instansi. Kegiatan semacam ini adalah sebuah tradisi yang entah siapa yang memulainya sehingga bisa terlaksana dengan cara sistimatik sehingga terkesan resmi. Itu pula yang terjadi di MTsN 1 Sumbawa Senin, 07 (10/19) di Aula pukul 08.00 sampai pukul 09.30 Wita antara Adiat, S,Ag Kamad lama dengan Sandi, S.Pd.MM Kamad baru yang dihadiri oleh Kepala Kemenag Kab. Sumbawa H. Ahmad Taufik, S.Ag MM dan sejumlah guru dan TU interen Madrasah dan guru DPK yang berada di satuan kerja MTsN 1 Sumbawa.

Atas inisiator beberapa guru dan TU untuk melaksanakan kegiatan pisah kenal satu minggu pasca serah terima jabatan atau pelantikan pejabat struktural/fungsional lingkup Kemenag kab. Sumbawa Sabtu, 30 September 2019 akhirnya terlaksana meskipun dilaksanakan dengan sangat sederhana.

Dalam kesempatan tersebut, Kamad baru Sandi, S.Pd. MM diberikan kesempatan pertama untuk menyampaikan beberapa kata terkait dengan perjalan hidup sejak mulai mengabdi sebagai tenaga honorer di MTsN 1 Sumbawa sampai sekarang menjadi Kamad. Rentang waktu yang cukup lama dengan melewati beberapa tahapan mulai dari tenaga honorer, tes CPNS, Kamad sejak tahun 2000 sampai 2019 di MTs Almuthmainnah Leseng dan tahun 2019 diangkat menjadi Kamad MTsN 1 Sumbawa tempat menimba ilmu tahun delapan puluhan.

Dalam ungkapannya Sandi dengan mata berkaca-kaca menyampaikan “Bahwa keberadaan saya di MTsN 1 Sumbawa adalah sama dengan bapak-ibu sekalian, karena saya adalah guru MTsN 1 Sumbawa yang di DPK kan di salah satu madrasah yang masih dalam satker MTsN 1 Sumbawa. Tugas kita sama, hanya saya diberikan tugas sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap maju mundurnya madrasah ini, oleh karenanya saya akan berusaha dengan sekuat tenaga dan kemampuan yang ada untuk melanjutkan estafet perjalanan pembangunan madrasah ini.

Dan ini adalah amanah yang harus saya pikul karena saya di sumpah atas nama Allah SWT. Kami ajak untuk kita semua menyelesaikan persoalan-persoalan yang mungkin belum sempat terselesaikan oleh Kamad sebelumnya dan kami akan berusaha melanjutkan upaya-upaya saudara saya Adiat dalam menggaungkan nama madrasah kita baik di tingkat wilayah kita Sumbawa dan tingkat yang lebih tinggi bahkan internasional.

Mari kita bekerjasama dalam memajukan madrasah ini, tanpa itu semua, sebuah keberhasilan sangat mustahil untuk kita peroleh. Saya juga tidak pernah bayangkan bahwa saya akan kembali mengabdi di tempat saya pernah menjadi seorang siswa madrasah” Ungkap Sandi. Perjalanan karir manusia tidak seorangpun dapat menebaknya kecuali atas izin Allah SWT. Begitu halnya karir yang di sandang oleh manusia, terkadang seperti perputaran roda, kadang di atas kadang di bawah bahkan roda itu juga bisa bocor. Seperti itulah perjalanan manusia yang sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Adiat, S.Ag selama 6 tahun 8 bulan adalah Kamad MTsN 1 Sumbawa yang ke-5 harus berakhir dengan mengikuti takdir yang sudah digariskan.

Dalam kesempatan pisah kenal, Adiat, S.Ag menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan perjalannya selama menjadi orang yang dipercayakan memimpin MTsN 1 Sumbawa. Dengan suara terbata-bata karena menahan kesedihan Adiat menyampaikan pesan dan kesannya dalam acara pisah kenal tersebut. “Sebelumnya saya berterimakasih kepada inisiator yang sudah menggelar acara ini sehingga saya dapat menatap satu-persatu wajah rekan-rekan saya yang baik hati, karena kesempatan seperti ini sangat langka untuk terjadi lagi karena dibatasi oleh jarak dan kesempatan yang berbeda.

 

Baca Juga :


Saya pribadi dan juga atas nama keluarga menyampaikan banyak terima kasih atas interaksi yang terjalin selama ini baik di madrasah atau di tempat lain, kemudian dalam interaksi selama ini apabla ada tindak tanduk atau ada hal yang sudah menimbulkan kesan tidak baik, maka lewat kesempatan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan saya juga memaafkan apa yang telah terjadi. Perjalanan manusia sebagai hamba yang selalu di berikan amanah tentunya tidak akan abadi untuk disandangnya, melainkan punya batas waktu sesuai ketentuan yang berlaku, dan itu pula yang tejadi pada diri pribadi saya. Jika sebelumnya saya menjadi Kamad disini dan sekarang saya harus kembali menjadi guru seperti 7 tahun yang silam. Saya anggap ini adalah yang terbaik disisi Allah SWT, karena bagaimanapun juga sang pemberi amanah telah mencabut amanah yang sudah dititipkan selama ini sebagai Kamad. Dan sekarang, saya mendapatkan amanah juga di tempat berbeda sebagai abdi negara tepatnya di Pontren NW Samawa.

Disini dan di tempat baru tidak ada masalah, keakraban, keharmonisan dalam berintraksi berjalan dengan baik sebagaiman yang kita rasakan disini” tutur Adiat. Sementara itu Kankemenag kabupaten Sumbawa H. Ahmad Taufik, S.Ag. MM dalam sambutannya sekaligus pembinaan ikut pula menyampaikan beberapa hal. “ Pergantian dalam menduduki jabatan baik struktural maupun fungsional dalam sebuah instansi adalah hal yang biasa terjadi, kita tidak menganggapnya sebagai hal yang aneh melainkan sebagai kelumrahan dalam sebuah birokrasi kepegawaian, contohnya saya sendiri.

Dulu seperti bapak ibu guru sudah ditempatkan dalam berbagai profesi kepegawaian. Adapun kalau sekarang saya menjadi Kepala Kantor, itu adalah sebuah anugrah Allah SWT yang sebelumnya saya tidak pernah impikan. Itu semua tentunya bersumber dari beberapa item penilaian yang sudah dilakukan oleh atasan kita masing-masing. Oleh karenanya ASN harus bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing agar bentuk penilaian yang diberikan oleh atasan tidak terkesan mengada-ada.

Dan saya berpesan untuk kita semua dan Kamad lama dan baru, agar menjalani tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, karena kebaikan yang kita tanam akan berbuah manis pada saatnya", tandas H. Taufik.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan