logoblog

Cari

5 Jurus Ampuh Wujudkan Budaya Literasi Dalam Keluarga

5 Jurus Ampuh Wujudkan Budaya Literasi Dalam Keluarga

Pembelajaran dan penanaman budaya literasi di rumah berbeda dengan pembelajaran dan penanaman budaya literasi di sekolah. Karena pembelajaran di sekolah sangat

Pendidikan

Janwadi
Oleh Janwadi
30 September, 2019 05:33:11
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 2516 Kali

Pembelajaran dan penanaman budaya literasi di rumah berbeda dengan pembelajaran dan penanaman budaya literasi di sekolah. Karena pembelajaran di sekolah sangat terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum, dan sebagainya. Sedangkan pembelajaran di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat.

Namun, tak sedikit kita lihat sebuah keluarga menyerahkan pembelajaran anak mereka sepenuhnya kepada sekolah. Padahal waktu belajar anak jauh lebih banyak di rumah bersama keluarga dibandingkan waktu mereka di sekolah.

Sehingga, penanaman budaya literasi dalam keluarga sangatlah penting serta akan besar dampak positifnya bagi kemajuan dan perkembangan bangsa ini. Masalahnya, bagaimana caranya agar budaya literasi bisa terwujud dalam keluarga kita?.

Sebenarnya terdapat banyak sekali peristiwa sehari-hari yang bisa menjadi pintu masuk pembelajaran dan penanaman budaya literasi dalam keluarga. Oleh karena itu, kita harus berusaha keras agar semua kesempatan itu tidak terlewatkan begitu saja.

Tiap hari akan ada peristiwa-peritiwa dalam keluarga yang bisa kita jadikan kesempatan untuk pembelajaran dan penanaman budaya literasi keluarga. Setidaknya ada 5 (lima) cara atau jurus yang harus bahkan wajib kita terapkan dalam menanamkan budaya literasi dalam keluarga, yaitu; keteladanan, kisah dan cerita, manfaatkan tiap kejadian yang dialami, pembiasaan diri dan penanaman motivasi.

 

Pertama, Memberikan contoh nyata atau keteladanan. Keteladanan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam keluarga. Kita harus menajdi potret nyata dalam melaksanakan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang. Karena keteladanan yang baik adalah sarana terpenting dalam proses pembelajaran dan penanaman budaya literasi keluarga. 

Orang tua adalah contoh utama bagi anak karena anak akan tetap mengikuti prilaku dan kebiasaan orang tuanya. Maka, sebisa mungkin kita sebagai orang tua untuk memberikan contoh nyata sehingga anak-anak dapat belajar dengan sesuatu yang terlihat jelas. Keteladanan seperti ini akan mudah diserap oleh jiwa mereka.

 

Kedua, mendengarkan kisah atau cerita. Apa manfaatnya kita harus pandai bercerita dengan penuh penjiwaan di depan anak-anak?. Ternyata pengaruh cerita sangat besar bagi jiwa anak, apalagi jika kisah-kisah tersebut adalah kisah-kisah nyata. Kisah-kisah yang kita ceritakan akan memperkokoh ingatan dan kesadaran berpikir si anak. Apalagi jika kita menampilkan ilustrasi ketika menyampaikan cerita.

Kisah merupakan sarana pembelajaran yang sangat efektif. Di samping itu, penanaman budaya literasi juga tersampaikan. Anak-anak bisa belajar berbicara dan mendengarkan. Bahkan lebih dari itu, kisah juga dapat mempengaruhi perasaan dengan kuat sehingga akan berpengaruh pada prilaku si anak.

Bahkan, jika kita menyampaikan kisah atau cerita kepada anak maka hubungan antara kita sebagai orang tua dengan anak-anak akan semakin erat. Akan hadir kehangatan dan keakraban tersendiri, bahkan membantu kelancaran komunikasi antar anggota keluarga.

 

Ketiga, mengambil pelajaran dari tiap kejadian.  Pembelajaran berlangsung tiap hari melalui peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang kita alamai, terlebih dalam keluarga. Peristiwa-peristiwa itu amatlah besar meski terlihat enteng. Peristiwa-peristiwa itulah yang akan menentukan sikap kita terhadap peristiwa serupa yang dialami anak di lain waktu.

Hidup memang penuh dengan peristiwa dan kejadian. Peristiwa-peristiwa kehidupan termasuk sarana penting dalam proses pemberian pembelajaran kepada anak dan dalam penanaman budaya literasi dalam keluarga.

 

Baca Juga :


Sebisa mungkin kita mengambil hikmah atau pelajaran dalam tiap kejadian yang kita alami dengan si anak. Karena  dengan demikian komunikasi kita bersama mereka akan semakin kuat sehingga mereka pun akan semakin banyak belajar. Pembiasaan literasi seperti berbicara dan mendengarkan bahkan menanggapi pun akan tertanam dengan baik dalam jiwa-jiwa mereka.

Kita sebagai orang tua harus memberikan pembelajaran yang terbaik bagi mereka. Kita berusaha tidak membiarkan suatu kejadian terlintas begitu saja tanpa mengambil pelajaran darinya. Sisi hikmah dari apa yang telah terjadi itulah yang harus kita sampaikan kepada anak-anak kita.

 

Keempat, membentuk pembiasaan. Dari keteladanan yang kita contohkan, seringnya mengajak mereka bercerita,bertukar cerita satu anggota keluarga dengan anggota keluarga yang lain, mengambil pelajaran dari tiap kejadiian yang mereka alami,  semua itu akan membuahkan kebiasaan jika kita melakukannya terus menerus.

Membaca buku secara rutin di waktu yang sudah ditentukan, bercerita bersama anggota keluarga sambil bersenda gurau, pemberian bimbingan dan nasihat kepada anak-anak akan membuahkan budaya literasi dalam keluarga secara tidak langsung karena semua itu sudah menjadi kebiasaan.

 

Kelima, menumbuhkan motivasi.  Adakalanya kita akan merasa lelah dan malas untuk melakukan sesuatu yang bahkan sudah menjadi kebiasaan, begitu juga dengan anak-anak kita atau anggota keluarga yang lain. Tugas kita adalah menjaga dan menumbuhkan motivasi pada jiwa-jiwa mereka.

Motivasi kepada anak-anak dapat berupa ucapan maupun gerakan badan. Dengan dukungan moril maupun materil. Bisa juga dengan memberikan hadiah ketika mereka membaca tuntas sebuah buku atau ketika mereke bercerita kejadian baik yang mereka lakukan di sekolah.

 

Itulah 5 (lima) jurus ampuh yang insyaalloh akan mewujudkan budaya literasi dalam keluarga. Di samping itu juga, akan banyak manfaat yang kita bisa dapatkan dengan menerapkan kelima jurus tersebut.

Kita selaku orang tua bisa menyimpulkan bahwa memberikan pembelajaran kepada anak dengan keteladanan atau contoh yang nyata akan menghasilkan karakter anak yang mulia. Baik sopan santunya, tata dan cara berbahasa, dan prilakunya kepada orang lain.

Penututan kisah dan bimbingan akan meluruskan kekurangan dan kesalahan yang anak-anak lakukan sehingga mereka bisa membedakan mana yang baik untuk dilakukan dan mana perbuatan buruk yang harus dihindari.

Motivasi yang kita berikan akan membangkitkan semangat dan persaingan hidup yang sehat, serta dapat memicu anak untuk berupaya mengasah kemampuan dan keterampilan dirinya.

Dengan demikian, penanaman budaya literasi dalam keluarga akan berlangsung tanpa tekanan kepada orang tua dan kepada anak-anak, karena mereka akan belajar dari kehidupan nyata yang mereka alami.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan