logoblog

Cari

Hadiri Desiminasi LPMP, Bupati Tak Nyaman Dengan Sistem Zonasi

Hadiri Desiminasi LPMP, Bupati Tak Nyaman Dengan Sistem Zonasi

KM Bali 1, Dompu-Pendidikan kedepan diharapkan dapat mengikuti system dan model yang relevan dengan perkembangan Zaman. Demikian yang diutarakan Bupati Dompu

Pendidikan

KM. Bali 1
Oleh KM. Bali 1
18 Juli, 2019 20:10:46
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 1156 Kali

KM Bali 1, Dompu-Pendidikan kedepan diharapkan dapat mengikuti system dan model yang relevan dengan perkembangan Zaman. Demikian yang diutarakan Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin dalam sebuah pertemuannya dengan sejumlah Kepala Sekolah di acara Desiminasi Pemetaan Mutu Pendidikan tahun 2019 Kamis, (11/7) lalu.

Acara yang digelar pada pagi hingga sore hari pukul 03.00 wita di Aula Rapat Lantai 1 Gedung Parenta Pemda Dompu tersebut, dihadiri langsung oleh Bupati Dompu serta berkesempatan memberikan beberapa arahan serta harapannya terhadap prospek dunia Pendidikan di Kabupaten Dompu kedepan.

Melalui Kabag Humas Muhammad Iksan, ST saat dikonfirmasi usai menghadiri acara tersebut, Bupati Dompu atau lebih akrab disapa HBY menguraikan bahwa Pendidikan yang menekankan pada Penanaman moralitas kepada siswa harus menjadi prioritas bagi setiap institusi pendidikan khususnya di Kabupaten Dompu.

“Sekarang kita sudah tau persis dunia dalam perspektif modern sekarang ada di ujung jari, dengan alat yang serba canggih seperti ini kita bisa melakukan apa saja. Tapi tetap mutu pendidikan ditingkatkan, yang paling besar adalah moral”, Kata Kabag Humas mengulas arahan Bupati pada pertemuan yang di adakan oleh LPMP tersebut.

Hal ini dilakukan kata Kabag Humas yang akrab disapa Papi Iron agar generasi usia sekolah dapat menyaring pengaruh yang ditimbulkan oleh arus globalisasi yang dinilai Kabag Humas sudah diluar nalar masyarakat awam. “kita harus sadar, Globalisasi telah memunculkan banyak sekali hal-hal yang diluar nalar kita, dan hanya satu kunci yang bisa membendung itu adalah kuatnya moral”, ulasnya.

Disamping itu, ungkap Papi Iron, Bupati juga menyinggung terkait kebijakan Zonasi di sekolah yang menurutnya bertentangan dengan hak Kebebasan Warga dalam memilih sekolah yang diinginkan. Menurut Bupati, Kata Kabag Humas, Kebijakan Zonasi yang notabene membatasi calon peserta didik untuk memilih sekolah berdasarkan wilayah tempat tinggalnya tidak cocok diterapkan di era globalisasi yang justru menghapus batas – batas antar Negara.

 

Baca Juga :


“Kaitan dengan system Zonasi sekarang, secara guyon beliau (Bupati_red) mengatakan dalam perspektif beliau selaku orang yang pernah berkecimpung di dunia pendidikan, ya beliau sangat tidak respek dengan kebijakan zonasi. Nah, sekarang ruang kebebasan kita untuk memilih sekola terbatasi dengan system zonasi. Sementara dalam perspektif beliau yang lain, untuk Negara saja sudah tidak ada lagi pembatas. Kenapa harus ada lagi system zonasi seperti ini”, Ungkap Papi Iron.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB Minhajul Ngabidin mengatakan pertemuan tersebut bertujuan membahas terkait penyegaran kembali pengetahuan guru dan sekolah akan pentingnya memenuhi 8 standar pendidikian. Minhajul Ngabidin menilai, saat ini trend mutu pendidikan di Kabupaten Dompu mengalami kemajuan.

Hal ini kata Kepala LPMP terlihat dari menurunnya tingkat buta aksara serta berdasarkan hasil Sensus terpenuhinya 8 standar tersebut ke sekolah-sekolah se NTB. “dari hasil sensus itu kami lihat trendnya mengalami peningkatan”, ungkapnya.[Oz]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan