logoblog

Cari

Classmeeting Bukan Sekadar List Of Activities Dalam Kelender Pendidikan

Classmeeting Bukan Sekadar List Of Activities  Dalam Kelender Pendidikan

Classmeeting Bukan Sekadar List of Activities dalam Kelender Pendidikan ,Oleh:Kurniawan,S.Pd Guru MAN 1 Sumbawa Sumbawa Besar Ada momentum ketika kita ingin

Pendidikan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
21 Juni, 2019 09:01:32
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 3961 Kali

Classmeeting Bukan Sekadar List of Activities dalam Kelender Pendidikan ,Oleh:Kurniawan,S.Pd Guru MAN 1 Sumbawa

Sumbawa Besar Ada momentum ketika kita ingin berbuat sesuatu yang berkesan dalam kehidupan ini. Semua orang membutuhkan situasi yang tepat ketika berbuat untuk dirinya, orang terkasih ataupun orang lain.

Oleh karena itu, pilihan waktu merupakan suatu keniscayaan sehingga menjadi penting untuk diingat di kemudian hari. Seseorang sengaja dan memilih untuk menentukan hari dalam pekan tertentu, bulan yang dianggap spesial, dan tahun yang pas. Hal itu menjadi wajar karena semua orang berhak melakukan, memperoleh, dan menceritakan kebahagiannya yang berbeda dengan orang lain secara individu maupun kelompok. Prolog tersebut berlaku pula dalam bidang pendidikan yang kita geluti yang terdiri dari berbagai jenjang yang ada.

Harusnya kita berpikir perihal sama terhadap kepentingan siswa pada dunia pendidikan. Misalnya ketika ruang kegiatan seperti classmeeting menjadi momentum bagi siswa mengekspresikan diri. Aktualiasi siswa dalam berbagai kegiatan mata lomba yang diadakan. Cerminan tolok ukur minat dan bakat serat soliditas siswa secara individu maupun kelompok.

Dengan demikian, peran semua pihak terdiri dari kepala sekolah, pegawai tata usaha, guru, dan siswa memberi andil terlaksananya kegiatan. Dukungan semua pihak dalam lingkungan sekolah dapat menyukseskan kegiatan classmeeting.

Besar kecilnya kegiatan tersebut bukanlah menjadi sebuah ukuran keberhasilan, melainkan terlaksananya kegiatan yang dimaksud. Jika demikian, ada komitmen pihak sekolah menjalankan kelender pendidikan yang telah diagendakan setiap awal tahun pelajaran. Bahwa pihak sekolah memberi ruang kepada siswa untuk melaksanakan bagian yang berarti dalam catatan kehidupannya ketika mereka menempuh pendidikan di sekolah.

Apabila kita pahami secara terbuka, ternyata aktivitas classmeeting membuka peluang bagi siswa melaksanakan kegiatan positif. Kesadaran itu merupakan tanggung jawab pihak sekolah terhadap pengembangan diri siswa. Siswa bukan hanya dituntut untuk menuntaskan kuriker yang sudah diprogramkan.

Akan tetapi, keseluruhan rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan pada kelendar pendidikan. Salah satunya tercantum kegiatan classmeeting, sebelum siswa memperoleh hasil belajar selama 1 (satu) semester.

 

Baca Juga :


Pada praktiknya, ada sekolah yang komitmen melaksanakan kegiatan tersebut dan ada pula sekolah yang mengabaikannya. Bagi sekolah yang tidak melaksanakannya, maka telah mengabaikan hak siswa. Hal itu menunjukkan sisi ketidakadilan ketika siswa telah berusaha menjalankan kewajiban menjadi pelajar yang baik dari awal semester sampai mengikuti ujian. Pelaksanaan kegiatan classmeeting menghidupkan lingkungan sekolah.

Oleh karenanya, sekolah seperti ini mencerminkan lingkungan pendidikan yang tertib. Penuh kesadaran dari pimpinan, pegawai tata usaha, guru, dan siswa terhadap agenda pada kelender pendidikan. Sekolah yang demikian dapat dianalogikakan sebagai suatu yang sehat dan tidak cacat. Seharusnya, satuan kerja yang memiliki komitmen seperti ini harus diberi penghargaan oleh pihak terkait yang menaunginya dan menjadi cerminan bagi sekolah yang mengabaikan kegiatan classmeeting.

Sebaliknya, ketiadaan kegiatan classmeeting menjadikan lingkungan sekolah bak mati suri. Rentang waktu antara ujian dan remedial atau pengayaan dengan jadwal penerimaan rapor tidak terisi sehingga kontras dengan kelender pendidikan yang ada. Hal ini dapat dinyatakan sebagai bentuk kecurangan pihak sekolah terhadap para siswa.

Sangat tepat sekolah yang seperti dianalogikakan sebagai suatu yang sehat tetapi miliki kecacatan. Jika sekolah yang kurang berkomitmen terhadap kelender pendidikan dengan mengabaikan kegiatan classmeeting, maka patut pihak terkait yang menaunginya memberi teguran hingga sanksi. Antara sekolah yang bertanggung jawab dan sebaliknya harus terpenuhi sisi keadilan serta saling mengisi. Apabila hilangnya kesadaran terhadap komitmen pada agenda kelender pendidikan, ini menunjukkan kelemahan.

Harus dilakukan evaluasi agar kekurangan tersebut dapat diatasi karena kegiatan classmeeting sesuatu yang bernilai. Segala pembiaran merupakan wujud kebiasaan buruk yang tidak dapat ditolerir pada ranah pendidikan. Oleh karena demikian, setiap momentum aktivitas siswa perlu didukung sehingga kelak memberi potret bagi mereka. Pihak sekolah hadir dan membantu siswa berkembang sesuai kebutuhan yang dapat dilayani pada dunia pendidikan.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan