logoblog

Cari

Bagian I, Peradaban Islam  di Timur Nusantara

 Bagian I, Peradaban Islam  di Timur Nusantara

By Solahudin - Pendidik PMI Dea Malela Sebuah Pesantren yang ada di pelosok daerah, jauh dari Kota Sumbawa. Namanya, Pesantren Modern

Pendidikan

Suparman
Oleh Suparman
01 Maret, 2019 15:25:27
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 2499 Kali

By Solahudin - Pendidik PMI Dea Malela

Sebuah Pesantren yang ada di pelosok daerah, jauh dari Kota Sumbawa. Namanya, Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela. Salah satu pesantren yang tidak hanya dikenal di Nusantara tetapi juga famous di mancanegara.

Dengan optimis penulis berkata bahwa peradaban dunia Islam masa kini dimulai dari sekolah Islam ini. Pesantren yang didirikan oleh Ayahnda Prof. Din Syamsudin ini memiliki keunggulan tersendiri yakni selain mempelajari Agama Islam pesantren ini juga memiliki penekatan pada Bahasa internasional, sains, kegiatan co-Kurikuler. kegiatan ini menjadi keunggulan Dea Malela dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain sehingga pesantren ini bisa terkenal dikalangam masyarakat luar bahkan dereran tokoh negeri ini.

Mengapa memilih Bahasa internasional? karena perkembangan peradaban dunia saat ini waktu demi waktu terus berjalan yang tak terhelakan di belahan dunia dalam komunikasi politik, ekonomi, kultural, pendidikan bahkan interfaith; tentu saja komunikasi yang digunakan adalah bahasa internasional. Saat ini PMI Dea Malela menggunakan komukasi sehari-hari adalah bahasa Arab dan inggris, disisi lain bahasa pengantar proses belajar mengajar pun menggunakan dua bahasa tersebut. insha Allah tahun depan akan ada penambahan bahasa internasional lainnya seperti bahasa mandarin dan sebagainya.

 

Baca Juga :


Mengapa harus SAINS? Membaca Islam masa lalu kita memiliki Panutan Ulama sekaligus ilmuan seperti Al-Kindi, A-Khowarizmi, Al-Farabi dan masih banyak lagi deretan ilmuan Muslim lainnya.  Kemunduran Islam masa kini terletak pada ilmu pengetahuan  dan teknologi. Pesantren ini ingin mengembalikan khitoh perjuangan Ilmuan Muslim masa lalu yang lebih menekankan pada SAINS, dengan kata lain santri Dea Malela tidak hanya menguasai Fikih tetapi juga mampu di bidang FIKIB (Fisika - Kimia - Biologi), sehingga muncul istilah (العلوم الدينية والعلوم المدنية). So, agar terwariskan generasi emas ilmuan muslim masa lalu, Dea Malela menamakan kelas belajar mengajarnya adalah kelas Al-Zahrawi, Kelas Al-Kindi, Kelas Ibnu Batutah, Ibnu Rusyd dan deretan nama ilmuan muslim lainnya. ***



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan