logoblog

Cari

Bag II: Neo Saintis Islam di Timur Nusantara

Bag II: Neo Saintis Islam di Timur Nusantara

Bagian II: By Solahudin pendidik PMI DM Pada bagian pertama, sudah disinggung bahwa sebuah istilah yang diproklamirkan oleh Prof. Dr. Din

Pendidikan

Suparman
Oleh Suparman
01 Maret, 2019 15:25:55
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 3859 Kali

 By Solahudin pendidik PMI DM

Pada bagian pertama, sudah disinggung bahwa sebuah istilah yang diproklamirkan oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin - Mantan Ketua PP Muhamadiyah sekaligus Pengasuh PMI DM, beliau berkata "di Pesantren Modern Internasional Dea malela ini tidak hanya mempelajari ilmu Diniah tetapi juga belajar ilmu madaniah"

Sepanjang bacaan yang penulis pahami bahwa ilmu diniah yang dimaksud antara Fiqh, Aqidah, Tafsir, Hadits atau dinamai dengan Islamic Education. yang tentu saja pemahaman tentang pendidikan Islam lebih utama dan diprioritas. Tetapi perkembangan Zaman saat ini, Sebagai seorang muslim sejati perlu ada improvisasi dengan mengembalikan khitoh perjuangan Ilmuan Muslim dahulu, mereka tidak hanya penghafal Al-Qur'an tetapi juga seorang saintis, mereka tidak ahli fiqh tetapi juga ahli fiqib (fisika-kimia-biologi)

Ambil salah satu contoh ilmuan Muslim di Zaman keemasan peradaban Islam. Ibnu Sina, Ia dikenal di kalangan Barat sebagai Avicena seorang ilmuan penghafal al-Qur'an diwaktu berumur belasan tahun, filusuf, ilmuan, juga sangat Mahir di bidang kedokteran.

Ilmuan Muslim kelahiran persia ini (sekarang dikenal dengan Iran) mengarang buku sekitar 450 buku. salah satu buku yang terkenal dan menjadi rujukan dunia khususnya di bidang kedokteran adalah kitab al-qonun fi  al-thib, Bahkan Goerge Sarton menyebut beliau sebagai Ilmu paling terkenal dari Islam dalam segala bidang, tempat dan Waktu. Excellent bukan Ilmuan yang satu ini?

akankah di timur Nusantara melahirkan Neo-Saintis Muslim?. Jawabannya sangat memungkinkan. Potretlah Pesantren Modern Internasional Dea Malela yang nun jauh dari perkotaan, Sumbawa. Pesantren dengan sungguh-sungguh berikhtiar menciptakan ilmuan Muslim dan mengembalikan perjuangan para Saintis Muslim seperti Ibnu Sina (sebagaimana yang disebutkan sebelumnya), Ibnu Rusyid, Ibnu Haitam, al-Farabi, dan sederetan ilmuan Muslim lainnya.

 

Baca Juga :


Sejak tanggal 22 s.d 24 Februari 2019, Pesantren ini sudah mengadakan eksperimen perdana dalam rangka pembuatan robot sederhana dengan mendatangkan para trainer sekolah robot yang sudah pernah menjelajahi Indonesia bahkan Dunia. Eksperimen tersebut diwakili oleh beberapa santri Dea Malela baik tingkat SMP maupun SMA Dea Malela. Alhasil santri Dea Malela mampu memunculkan Ide kreatif nan cemerlang seperti robot Mobile Home (robot bisa berjalan tanpa digerakan yang beratapkan rumah), Tom sampah terbuka secara otomatis, Robot pengantar makanan dan sebagainya.

Dengan optimis, penulis berkata "di PMI Dea Malela akan melahirkan banyak Neo-Saintis di generasi Z ini.  Mereka Paham al-Qur'an sekaligus unggul di bidang SAINS. tidak lain semata-mata ingin membuktikan pada dunia bahwa Al-Qur'an sejalan dengan ilmu pengetahuan, Islam mampu menebar perdamaian di seluruh Alam dengan cara menjadi Neo-Saintis Muslim masa kini.

Senin, 25 Februari 2019



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan