logoblog

Cari

Solusi Lokal Menjawab Inovasi Dalam Pembelajaran

Solusi Lokal Menjawab Inovasi Dalam Pembelajaran

Ikhtiar untuk terus memajukan Pendidikan terus dilakukan oleh Pemerintah. Karena pendidikan salahsatu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, persoalan mutu pendidikan

Pendidikan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
21 Desember, 2018 05:47:02
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 6851 Kali

Ikhtiar untuk terus memajukan Pendidikan terus dilakukan oleh Pemerintah. Karena pendidikan salahsatu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, persoalan mutu pendidikan beberapa daerah di NTB harus terus ditingkatkan dengan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi pada Sekolah Dasar.

Dalam menjawab persoalan mutu pendidikan harus ada solusi lokal. Baik dalam tahapan proses belajar mengajar antara siswa dan guru. Untuk mendukung guru mengatasi kesulitan belajar siswa yang disebabkan oleh faktor penerapan strategi pembelajaran yang tidak sesuai dengan keadaan dikelas, maka solusi lokal yang perlu dikedepankan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE, M.Sc Pada Temu Inovasi Provinsi NTB yang mengusung tema , "Akselerasi Mutu  Pendidikan  Menuju NTB yang Gemilang, Solusi Lokal Untuk  Inovasi Pembelajaran".

Dihadapan 300 peserta INOVASI yang merupakan guru dan stakeholder bidang Pendidikan se-NTB,  Gubernur berharap guru yang mengajar dikelas harus mulai merubah pola dalam mendidik siswa.

“Harus ada solusi local dalam mengajar dengan memanfaatkan benda dan sumber daya yang ada sebagi media pembelajaran, sehingga menarik minat siswa,” pesan Gubernur.

Guru juga harus mengubah kebiasaan dalam berpenampilan saat mengajar. Biasakan tersenyum dan ramah. “Guru juga harus berpenampilan rapi dan menariklah dalam mengajar, jangan terlihat galak,” kata Zulkieflimansyah

Kemudian lanjut Gubernur, “Membangun pendidikan akan lebih baik jika berbasis dari permasalahan-permasalahan lokal, untuk kemudian dicarikan jalan keluar yang diistilahkan sebagai solusi lokal. Salah satu cara inovasi yang paling efektif yaitu dengan menampilkan kemasan yang berbeda dari biasanya,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat, sebelum membuka secara resmi acara Temu INOVASI yang berlangsung tanggal 18-19 Desember 2018 di Lombok Raya Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB H. Muh. Suruji, dalam laporanya menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Inovasi untuk Anak Indonesia (INOVASI), sebuah program kemitraan pemerintah Indonesia dan Australia di bidang peningkatan mutu pendidikan dasar.

“Forum ini mempertemukan segenap pemangku kepentingan dari berbagai jajaran dan pelaku di bidang pendidikan sehingga terjadi proses diskusi serta gelar karya dan praktik-praktik baik dan menjanjikan di bidang pendidikan khususnya di bidang literasi, numerasi, dan inklusi,” jelas Suruji.

 

Baca Juga :


Pelaksanaan program-program rintisan INOVASI mendorong para tenaga pendidik menemukan praktik-praktik pengajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak didik serta dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak berkebutuhan khusus.

Farah Tayba, Second Secretary dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta dalam sambutannya mengatakan bahwa Program INOVASI merupakan program kemitraan penting antara pemerintah Australia dan Indonesia. Sejak penandatanganan MoU dengan Pemerintah Provinsi NTB pada bulan Juni 2016, kegiatam program semakin banyak dan semakin intensif dilaksanakan di enam kabupaten mitra INOVASI.

Kegiatan ini memberikan kesempatan yang sangat baik bagi berbagai pemangku kepentingan sektor pendidikan untuk berkumpul dan mendiskusikan pentingnya inovasi pendidikan yang didorong secara lokal, serta rencana untuk berbagi praktik-praktik yang terbukti baik ini secara lebih luas,” kata Farah Tayba, Second Secretary dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Temu INOVASI menjadi ajang bagi para guru dan pembuat kebijakan di NTB untuk dapat saling bertukar pikiran atas inovasi pembelajaran yang telah dan sedang dikerjakan, serta melakukan sinergi untuk mewujudkan pendidikan dasar yang berkualitas, khususnya di bidang literasi, numerasi, dan inklusi. Capaian yang telah ditampilkan oleh guru tentunya perlu diapresiasi oleh penentu kebijakan berupa terbitnya regulasi sebagai penguat atas capaian tersebut.

Tahun ini menjadi ajang penganugerahan bagi para pemenang dan penerima penghargaan khusus dari ‘Lomba Inovasi Pembelajaran Literasi, Numerasi, Inklusi’  yang berlangsung sejak Mei hingga September 2018 di NTB. Sebanyak 10 pemenang lomba dan penerima penghargaan khusus ditetapkan melalui proses penjurian yang tidak hanya melibatkan penjurian secara internal oleh INOVASI tetapi juga melibatkan panel juri yang terdiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP), Dinas Kominfotik Provinsi, Kanwil Kemenag Provinsi, FKIP UNRAM, dan Kampung Media.

Para pemenang lomba dan penerima penghargaan khusus dianugerahi trofi, piagam penghargaan, dan hadiah berupa dana, pelatihan, dan pendampingan yang tidak hanya berasal dari INOVASI tetapi juga merupakan kontribusi dari mitra INOVASI yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, Dinas Kominfotik Provinsi, Kampung Media, LPMP, Kanwil Kemenag Provinsi dan FKIP UNRAM. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan