logoblog

Cari

Tangkal Radikalisme Lewat Peran Pondok Pesantren

Tangkal Radikalisme Lewat Peran Pondok Pesantren

Dalam rangka mempersatukan seluruh pondok pesantren se-Pulau Lombok dan mempererat tali silaturrahmi antar pondok pesantren, serta untuk memberikan pemahaman tentang gerakan

Pendidikan

Putri Arifatul Fajriyah
Oleh Putri Arifatul Fajriyah
28 November, 2018 11:21:05
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 3910 Kali

Dalam rangka mempersatukan seluruh pondok pesantren se-Pulau Lombok dan mempererat tali silaturrahmi antar pondok pesantren, serta untuk memberikan pemahaman tentang gerakan radikalisme kepada santriwan/santriwati pesantren, Gerakan Pemuda (Garda) TGB menyelenggarakan acara silaturrahim pondok pesantren se-Pulau Lombok yang bertajuk “Perkuat Peran Pondok Pesantren dalam Menangkal Gerakan Radikalisme” di Islamic Center Mataram, Rabu (28/11). Acara ini mengundang 500 santriwan dan santriwati pondok pesantren se-Pulau Lombok.

Dalam pelaksanaannya, H. Irzani, M.Si., selaku Dewan Pembina Gerakan Pemuda (Garda) TGB, menyampaikan sambutannya. Menurut beliau, Garda TGB memiliki inisiatif untuk menjaga, memelihara, dan memperbanyak menyebarkan pikiran-pikiran positif. Di akhir sambutan, beliau mengatakan bahwa NTB haruslah bersih dan NTB harus zero dari paham radikalisme.

Selain H.Irzani, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri, Drs. H. Lalu Syafi’I, M.M juga menyampaikan sambutannya.

“Jangan ada pondok pesantren yang berkelahi karena perbedaan,” ungkap beliau dengan suara lantang disambut tepukan meriah para audiens.

H. Lalu Syafi’i juga mengingatkan tentang wasiat Maulana Syaikh yang bisa dijadikan pegangan untuk menjaga persatuan. Wasiat tersebut berbunyi, “Negara kita ber-Pancasila, BerkeTuhanan Yang Maha Esa, umat Islam paling setia, tegakkan sila yang paling utama, hidupkan iman, hidupkan taqwa, agar hiduplah semua jiwa, cinta teguh pada agama, cinta kokoh pada negara.”

 

Baca Juga :


 “Kita ditakdirkan di dunia ini berbeda. Kita lahir karena perbedaan,” ungkap beliau.

Acara ini diisi oleh beberapa narasumber yang berasal dari berbagai instnansi, antara lain Polda NTB, Kanwil Kemenag NTB, PW NW, PW NU, PW Muhammadiyah, dan Duta Damai Dunia Maya BNPT.

Isu radikalisme memang menjadi hal yang sangat ramai dibicarakan belakangan ini. Tak ayal radikalisme mampu menjadi penyebab perpecahan di antara masyarakat. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan diselenggarakannya acara yang bertujuan memberikan pemahaman tentang radikalisme.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan