logoblog

Cari

Trauma Healing Di Sekolah

Trauma Healing Di Sekolah

Trauma Healing di Sekolah Oleh : Lalu Mungguh, S.Pd., M.Pd. (Guru SMAN 1 Gunungsari-Lombok Barat NTB)   Gempa dengan kekuatan 7.0

Pendidikan

Lalu Mungguh
Oleh Lalu Mungguh
22 November, 2018 20:57:54
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 8755 Kali

Trauma Healing di Sekolah

Oleh :

Lalu Mungguh, S.Pd., M.Pd.

(Guru SMAN 1 Gunungsari-Lombok Barat NTB)

 

Gempa dengan kekuatan 7.0 SR yang melanda Kita beberapa waktu lalu, merupakan bencana alam terbesar yang telah kita rasakan. Bencana ini telah membuat sendi-sendi kehidupan bermasyarakat tidak berjalan normal. Mulai sendi emerintahan, ekonomi, pendidikan dan lain-lain.

Tidak normalnya tatanan kehidupan bermasyarakat tersebut adalah dampak dari kerusakan yang dialami bencana gempa. Dampak terhadap korban harta dan nyawa. Bangunan-bangunan kantor pemerintahan, pusat-pusat ekonomi (pasar-pertokoan), gedung-gedung sekolah, rumah-rumah penduduk yang rusak, telah melumpuhkan segala aktivitas masyarakat.

Selain itu, dampak bencana gempa yang tak kalah besarnya dan membekas serta berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat adalah dampak psikologis. Psikologis masyarakat yang terganggu, secara otomatis akan berdampak pula terhadap tatanan kehidupan bermsayarakat lainnya. Ekonomi, pemerintahan, pendidikan, budaya dan sebagainya. Tatanan-tatanan ini tidak akan bisa berjalan baik, apabila psikologi masyarakat belum stabil dan sehat.

Dampak psikologis masyarakat yang terganggu ini merupakan permasalahan pertama dan utama yang harus ditangani. Dengan psikologi/jiwa masyarakat yang baik, tenang, stabil, sehat, akan diyakini bahwa, sendi-sendi kehidupan bermsayarakat yang lain, akan cepat dapat dipulihkan dan kehidupan masyarakat berjalan normal seperti biasa.

Di bidang pendidikan, kegiatan masyarakat juga  tidaklah kalah penting untuk segera dipulihkan. Geliat-geliat kegiatan pembelajaran harus segera digerakkan. Insan-insan pendidikan (guru dan tenaga kependidikan) harus segera ‘sadar diri’ dan menyadarkan masyarakat (siswa dan orang tua). Kesadaran para tenga kependidikan ini sangat penting, mengingat pendidikan sebagai bagian dari media pemulihan trauma pascagempa.

Metode-metode atau cara-cara trauma healing ala sekolah bisa dilakukan dengan banyak cara. Cara-cara tersebut bisa memanfaatkan berbagai bentuk. Diantaranya adalah:

Memanfaatkan kegiatan Literasi sekolah

Kegiatan literasi sekolah merupakan kegiatan/program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini digiatkan mengingat kegiatan-kegiatan berliterasi kita, sangat rendah dibandingkan dengan Negara-negara lain. Kegiatan literasi di sekolah menitikberatkan kepada kegiatan literasi buku. Kegiatan literasi buku, biasanya dilaksanakan lima belas menit sebelum bel pelajaran dimulai.

Trauma healing dalam kegiatan literasi, bisa diisi dengan literasi baca atau atau tulis. Literasi baca mengacu kepada semua aspek kegiatan membaca. Mulai dari membaca kitab suci, sampai dengan membaca berbagai jenis buku yang berfungsi menghilangkan trauma, seperti buku-buku fiksi atau bahkan buku bergambar (komik).

Memanfaatkan kegiatan imtaq sekolah

Setiap sekolah dipastikan memiliki jadwal tersendiri untuk menyelenggarakan kagiatan pembinaan keimanan dan ketakwaan. Kegiatan ini biasanya dilakukan sekali dalam seminggu, yaitu hari jumat. Kegiatan ini disebut kegiatan rutin yang menjadi bagian dari kegiatan kurikuler.

Kegiatan pembinaan keimanan dan ketakwaan sekali seminggu ini, merupakan kesempatan yang baik untuk melakukan trauma healing. Pada kegiatan pembinaan keimanan dan ketakwaan  ini, sekolah juga dapat bekerjasama dengan semua pihak dalam memberikan layanan trauma healing kepada warga sekolah.  Pihak-pihak dimaksud adalah seperti tenaga medis, psikolog, badan-badan social, atapun pihak-pihak lain yang kompeten untuk menghilangkan rasa trauma warga sekolah.

Trauma healing pada kegiatan HUT sekolah

Sampai saat ini, kegiatan peringatan HUT sekolah menjadi kegiatan istimewa. Kegiatan peringatan yang sering dijadikan tolak ukur program-program sekolah. Baik pengukuran perkembangan, kemajuan ataupun tonggak perubahan yang telah dialami sekolah.

Mengingat pentingnya kegitan peringatan HUT sekolah tersebut, belakangan ini menjadi kegiatan rutin bahkan kegiatan wajib. Kegiata wajib yang diprogramkan secara khusus dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Dalam perjalanannya, kegiatan peringatan HUT sekolah pun semakin meriah. Reuni, bazar, pentas seni, dan lain-lain merupakan kegiatan yang mengisi HUT sekolah.

 

Baca Juga :


Melihat pentingnya peringatan HUT sekolah tersebut, kegiatan trauma healing dapat menjadi tema kegiatan pascabencana. Dengan tema tersebut, diharapkan para warga sekolah untuk bisa bangkit memulihkan mental-psikologi mereka untuk menatap masa depan. Kegiatan jalan sehat, pentas seni, doa bersama, dan lain-lain, diupayakan bertemakan semangat untuk bangkit dari bencana/musibah yang diderita.

Trauma healing pada kegiatan-kegiatan/program-program OSIS untuk sekolah

OSIS merupakan organisasi induk yang membawahi sekian organisasi sekolah/ekstrakurikuler sekolah. OSIS sebagai satu kesatuan organisasi pelajar di sekolah, memiliki peran dan fungsi yang besar dalam memajukan sekolahnya. Di lingkungan sekolah, OSIS telah dijadikan sebagai bagian dari pelaksana program, sehingga anggaran yang dibutuhkan, biasanya telah dimasukkan dalam RAPBS.

Program kegiatan OSIS banyak yang tertuang pada program kegiatan yang bersifat rutin ataupun insedental/kontekstual. Pascabencana, program-program kegiatan-kegiatan OSIS ini dapat diarahkan pada kegiatan-kegiatan trauma healing yang memulihkan mental-psikologi para warga sekolah, terutama siswa.

Salah satu contoh program kegiatan rutin OSIS adalah kegiatan class meeting. Kegiatan ini diadakan setiap siswa selesai melaksanakan ujian semester. Di dalam kegiatan ini, diisi dengan berbagai lomba yang mempertemukan satu kelas dengan kelas yang lainnya.

Pada kegiatan ini, kegiatan trauma healing dapat disisipkan diantara kegiatan-kegiatan/lomba-lomba yang telah dicanangkan oleh OSIS. Misalnya, perlombaan-perlombaan yang menghibur dan membangkitkan semangat para siswa untuk tidak larut atau secara perlahan melupakan trauma yang diakibatkan oleh bencana/musibah.

                                                                                                                                                                              

Kegiatan-kegiatan Insedental sekolah

Selain memanfaatkan kegiatan-kegiatan di atas, sekolah pun harus mampu mencari atau menemukan solusi lain untuk mengatasi trauma warga sekolah. Salah satu contohnya adalah menghidupkan kembali kegiata senam ceria setiap pagi.

Senam ceria setiap pagi, mungkin tidak bisa dilakukan setiap hari, mengingat kegiatan literasi yang juga harus tetap jalan. Maka, pihak sekolah bisa menjadwalkan secara periodik. Periode senam ceria pagi ini bisa dijdwalkan sekali dalam seminggu, atau sekali dalam dua minggu, atau yang lainnya.

Di sekolah-sekolah tertentu, seperti SMAN I Gunungsari, telah mulai menjadwalkan setiap pagi sabtu, 20 atau 15 menit sebelum jam belajar sebagai senam ceria. Kegiatan ini diberi nama Senam Ceria Pagi Sabtu. Kegitan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah. selain manfaat kesehatan, juga sekaligus dapat menghilangkan rasa trauma yang dialami warga sekolah.

 

Rasa trauma yang dialami oleh para korban terdampak gempa, merupakan beban mental dan psikis yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemulihan dari rasa trauma ini, harus menjadi kegiatan inti untuk dapat kembali menjalankan roda kehidupan bermsayarakat. Mental yang sehat, adalah jaminan pula menuju kegiatan bermasyarakat yang sehat dan dinamis.

Kegiatan-kegiatan trauma healing, bisa dilakukan dengan berbagai cara, metode, teknik dan bentuk. Cara-cara atau kegiatan-kegiatan di atas adalah cara-cara yang penulis alami dan saksikan di sekolah.  cara-cara ini, telah mulai menumbuhkan semangat anak-anak di SMAN 1 Gunungsari, untuk kembali beraktivitas atau belajar. Karena kita sadar, bahwa dengan mental-jiwa-psikis yang baik, yang stabil dan aman, akan berdampak pada cara belajar yang baik pula. Dengan belajar yang baik pula, kita yakin bahwa masa depan akan mampu kita hadapi.

 

#LombaNTBkita

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan