logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sekolah Bambu Desa Malaka Lombok Utara

Sekolah Bambu Desa Malaka Lombok Utara

Ditengah kegelisahan masyarakat Lombok Utara pasca gempa yang melanda beberapa waktu lalu, sehingga membuat rumah-rumah warga beserta fasilitas Sekolah dan juga

Pendidikan

pauzan basri_jack
Oleh pauzan basri_jack
24 November, 2018 08:05:18
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 7684 Kali

Ditengah kegelisahan masyarakat Lombok Utara pasca gempa yang melanda beberapa waktu lalu, sehingga membuat rumah-rumah warga beserta fasilitas Sekolah dan juga tempat ibadah hancur rata menjadi tanah.

Disamping itu juga warga Lombok Utara hingga hari ini masih sibuk membicarakan dan mengiterpretasikan instruksi Presiden berupa bantuan korban gempa yang dinamakan dengan RHISA,RIKA,RIKO, dan lainnya sehingga hari ini masyarakat Lombok Utara pun disuruh memilih salah satu jenis rumah tahan gempa yang telah diberikannya dengan pilihan RHISA,RIKA,RIKO. 

Disamping kegelisahannya itu, Warga Desa Malaka Lombok Utara membangun dan menginisiasi Sekolah darurat sementara atau  rumah darurat hunian sementara (Huntara) persis peninggalan nenek moyang para terdahulu.

Bahan-bahannya semua terbuat dari Bambu dan beratapkan Alang-alang, bentuk bangunannya tidak ada bedanya dengan bangunan-bangunan nenek moyang terdahulu. Bangunan Bambu Yang memang sudah teruji tiada tandingannya sangat tahan gempa.

Sekolah darurat ini terbentuk atas inisiasi dari masyarakat Lombok Utara khususnya Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara. Dan juga kesepakatan pihak Sekolah dan warga sekitar Sekolah.

Muhsinin selaku kepala tukang Sekolah Darurat Bambu SDN 2 Malaka menyampaikan bahwa, untuk biaya pembuatan Sekolah darurat sementara tersebut menghabiskan biaya sebanyak 60 juta untuk yang dua lokal, 30 juta perlokal.

"Bambu dibeli sama masyarakat setempat, dan pekerjanya juga langsung dari masyarakat. Mereka bekerja secara gotong royong. Serta didukung sepenuhnya oleh seluruha warga setempat sampai Sekolah darurat sementara ini jadi. Untuk biayanya menghabiskan 60 juta yang dua lokal,"ungkapnya.

Abdul Manan selaku Kepala Sekolah SDN 2 Malaka mengatakan sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu membangunkan sekolah Bambu darurat yang bersifat sementara ini. Karena dengan dibangunkannya Sekolah darurat bambu sementara ini, siswa siswi bisa lebih nyaman dalam melaksanakan proses belajar mengajarnya dengan baik dan nyaman.

"Saya bersyukur karena berkat semua pihak Sekolah Bambu ini bisa finish. Dan Alhamdulillah saya lihat sekolah darurat bambu sementara ini cukup bagus dan bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain yang ada di Lombok Utara. Semoga ditempat lain juga bisa membangun Sekolah sementara dengan mengikuti contoh bangunan nenek moyang terdahulu kita. maupun rumah darurat yang memang sudah teruji dan kuat tahan gempa,"ungkap Kepala Sekolah saat di wawancara KampungMedia.Com.

 

Baca Juga :


Abdul Manan menambahkan bahwa, sekolah ini bisa terbangun karena dorongan dari masyarakat setempat. Sekolah ini juga dibangun secara gotong royong, serta anggarannya dibantu oleh pihak INOVASI

"Semua pihak ikut terlibat membantu hingga Sekolah ini sampai betul-betul jadi dan bisa ditempati. Sekolah ini juga dibangun secara gotong royong oleh masyarakat,"terangnya.

Pihak Sekolah, INOVASI dan juga pemilik lahan bersepakat dengan menandatangani MOU agar Sekolah darurat ini berjalan selama Sekolah permanen belum bisa dibangun oleh pemerintah.

Dalam peresmian kali ini hadir dari perwakilan tokoh masyarakat, tokoh Agama Desa Malaka, dari pihak DIKPORA Lombok Utara serta dari jajaran INOVASI Provinsi Nusa Tenggara Barat.
#LombaNTBKita



 
pauzan basri_jack

pauzan basri_jack

Saya tinggal di desa Gumantar kecamatan kayangan Kabupaten Lombok utara NTB Indonesia kontak person:087865745337/085367337320 email :fauzanwirabakti@gmail.com

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan