logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pemerintah Kembangkan Kurikulum Kopi

Pemerintah Kembangkan Kurikulum Kopi

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan pilot project pengembangan kurikulum yang link and match dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Pengembangan

Pendidikan

kabar solah
Oleh kabar solah
25 September, 2018 07:49:21
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 3111 Kali

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan pilot project pengembangan kurikulum yang link and match dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Pengembangan kurikulum jurusan kopi menjadi salah satu fokus yang dipilih. Alasannya, karena permintaan komoditas kopi dan industri perkopian yang terus meningkat dan menjadi tren ke depan.

“Sejak 2 tahun lalu, kami merancang program besar yang diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan negara kita ke depan, yaitu Kebijakan Pemerataan Ekonomi. Salah satu pilarnya adalah pendidikan dan pelatihan vokasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam kunjungan kerjanya ke SMK Pilot Project Kurikulum Kopi, SMK PPN Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (24/9).

Ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam melakukan perbaikan lembaga vokasi yang link and match dengan DUDI dan dilakukan dengan not bussines as usual. Satu, dengan mendorong jurusan yang menjadi tren seperti jurusan kopi dan animasi. Dua, dengan kurikulum sistem modul dan lebih fokus pada praktik (30:70). Tiga, fleksibilitas sekolah dalam menyusun kurikulum bersama DUDI.

Menko Darmin menegaskan, pelaksanaan pilot project ini merupakan implementasi dari Roadmap Kebijakan Pengembangan Vokasi di Indonesia 2017-2025. Selain itu, hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden bahwa fokus pembangunan tahun 2019 adalah peningkatan kualitas SDM, utamanya melalui vokasi.

“Pilot project ini sebagai langkah awal untuk mendorong perbaikan lembaga vokasi utamanya SMK secara masif. Kami berharap ke depan SMK dapat menghasilkan lulusan SDM yang kompeten, berdaya saing tinggi dan sesuai kebutuhan DUDI,” tegasnya.

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin menjelaskan bahwa Siswa SMK jurusan kopi akan menyelesaikan masa belajarnya selama 3 tahun dan akan mendapatkan 6 sertifikasi kompetensi di bidang perkopian, antara lain:

Pada tahun pertama, siswa mendapatkan kompetensi pembibitan dan budidaya kopi, diharapkan siswa mampu menghasilkan bibit yang berkualitas dan menghasilkan tanaman kopi yang produktif dan buah yang berkualitas.

Pada tahun kedua, siswa mendapatkan kompetensi pasca panen dan pengolahan biji kopi (roasting), diharapkan siswa mampu mengolah buah kopi menjadi green bean berkualitas dan mengolah green bean menjadi biji kopi bernilai tambah dengan roasting.

Pada tahun ketiga, siswa mendapatkan kompetensi barista dan kewirausahaan, diharapkan siswa mampu menyajikan minuman kopi yang memiliki cita rasa yang khas dan membuat rencana usaha serta keuangan dasar dalam menjalankan usaha.

Selanjutnya, kata Darmin, pilot project ini akan ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah perbaikan pada SMK, baik pada tingkat pusat maupun di daerah serta mereplikasi agar dapat dilakukan lebih masif.

“Jadi saya mengharapkan semangat dari semua pihak, khususnya SMK PPN Tanjungsari. Kita harus tunjukkan bahwa sekolah ini bisa jadi contoh untuk sekolah di daerah lain dan sekolah dengan jurusan lainnya,” pesan Menko Perekonomian dalam acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini.

Gambaran Umum SMK PPN Tanjungsari:

 

Baca Juga :


1. Pilot project kurikulum kopi memilih SMK yang sudah memiliki kejuruan di bidang agribisnis dan perkebunan, dengan tujuan agar penyesuaian kurikulum dapat dilakukan dengan mudah.

2. SMK PPN Tanjungsari sebagai pilot project, berlokasi di daerah sekitar  Kota Bandung,  sehingga sesuai dengan tujuan pengembangan kurikulum kopi dimulai dari hulu (perkebunan) hingga ke hilir (industri kopi).

3. SMK PPN Tanjungsari sudah memiliki beberapa kesiapan terkait guru dan sarana & prasarana, sehingga lebih tepat sebagai pilot project.

4. Sekolah ini memiliki lahan total seluas 15,4 Ha, dan lahan yang telah disiapkan untuk praktik budidaya seluas 2,8 Ha, termasuk juga sudah tersedianya ruang praktik dan laboratorium.

Dimulai pada tahun ajaran 2018/2019, untuk kelas X terdapat 2 kelas dengan total jumlah siswa sebanyak 66 siswa yang mengambil bagian dalam jurusan kopi ini.

Progress Pilot Project Kurikulum Kopi

Workshop penyusunan kurikulum dan silabus jurusan kopi untuk kelas X, yang dilaksanakan pada anggal 5-6 Juli 2018 di Kota Bandung, dengan mempertemukan anatar Sekolah dan Mitra Industri bersama-sama menyusun kurikulum.

Pelaksanaan Training of The Trainer (ToT) guru-guru SMK PPN Tanjungsari, kegiatan ini melibatkan 25 orang guru, yang dilaksanakan pada tanggal 19-20 Juli 2018. Para guru mendapatkan pembelajaran langsung dari instruktur yang berasal dari mitra industri kelas X yaitu Klasik Beans Coffee.

Penyusunan modul pengajaran SMK jurusan kopi kelas X, penyusunan materi dikonsultasikan dengan Sekolah dan Mitra Industri.

Assesment dan rencana pemenuhan serta pengembangan fasilitas dan peralatan budidaya, pasca panen, dan pengolahan. Pemenuhan beberapa peralatan yang masih diperlukan, telah dikoordinasikan dengan Direktorat Pengembangan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. [Sumedang, InfoPublik]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan