logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dorong Kebijakan Strategis Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dorong Kebijakan Strategis Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Sumbawa Barat. Diskominfo – Sebagai salah satu dari enam Kabupaten mitra INOVASI di Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen untuk meningkatkan

Pendidikan

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
20 September, 2018 22:07:58
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 2686 Kali

Sumbawa Barat. Diskominfo – Sebagai salah satu dari enam Kabupaten mitra INOVASI di Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas awal dengan mengimplementasikan program rintisan Guru BAIK (Belajar – Aspiratif – Inklusif – Kontekstual) yang sudah tertuang dalam rencana daerah dan APBD dan terlibat aktif dalam program rintisan peningkatan pembelajaran literasi tahap awal (PELITA)". Hal tersebut disampaikan oleh Firmansyah, S.Pd, MM, selaku Sekretaris Dikpora KSB saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/9).

Pada tanggal 14 dan 15 Agustus 2018 lalu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga KSB telah menggelar Pertemuan Teknis dan Penyusunan Perencanaan Kegiatan Tingkat Kabupaten yang digelar selama dua hari di aula Dikpora KSB. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan unsur Pemerintah Daerah hadir berpartisipasi dalam kegiatan yang difasilitasi oleh Program Kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia dalam peningkatan mutu pendidikan, dikenal dengan “Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia” disingkat INOVASI.

INOVASI berfokus pada pengembangan kapasitas guru guna meningkatkan proses pembelajaran di kelas terutama dalam hal literasi dan numerasi yang pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa. Diskusi tersebut dihadiri oleh perwakilan guru, kepala sekolah dan sejumlah pejabat dari Dikpora dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST., menggaris bawahi pentingnya peran semua pihak untuk terlibat aktif dalam diskusi. "Diskusi seperti ini akan mendukung aktivitas belajar mengajar agar kemampuan literasi siswa dapat meningkat dan terus berkembang." Kata Bang Fud. Berangkat dari fenomena teridentifikasi bahwa 19% dari siswa kelas awal di KSB belum bisa membaca.

Dari hasil diskusi tersebut ditemukan bahwa kompetensi guru sering kali ditemukan kurang memadai. Hal ini disebabkan kurangnya pelatihan guru dengan materi yang sistematis dan berkesinambungan, kurangnya supervisi kepala sekolah dan pengawas, kurang berfungsinya KKG, terbatasnya referensi sumber belajar dan mengajar guru, serta rendahnya motivasi belajar atau pengembangan diri.

Dari sudut pandang siswa, tantangan yang ditemukan adalah rendahnya kemampuan dan minat baca siswa. Akar masalah yang ditemukan adalah metode mengajar guru yang monoton, media pembelajaran membaca tidak tersedia, buku bacaan yang kurang sesuai, fasilitas perpustakaan yang tidak menarik serta kurangnya dukungan dan bimbingan orang tua terhadap anak.

Beragam solusi ditawarkan. Seperti pengadaan buku bacaan sesuai tingkat kemampuan baca dan minat siswa dan peningkatan kompetensi guru kelas awal melalui pelatihan dan lokakarya dapat menjadi jalan keluar yang dapat dituangkan dalam APBD. Selain itu, para peserta diskusi juga menawarkan pengalokasian dana BOS sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengadakan pengembangan program membaca dan pengadaan perpustakaan, penyediaan media pembelajaran yang sesuai dan bervariasi baik untuk aktivitas dalam dan luar kelas, serta pengikutsertaan orang tua siswa untuk dapat berkontribusi dalam pengadaan buku bacaan.

Dari diskusi yang dibuka oleh Firmansyah, S.Pd, MM, selaku Sekretaris Dikpora KSB tersebut muncul ide dan solusi alternatif terkait kebijakan. Rekomendasi bagi para pemangku kepentingan dan pembuat keputusan di KSB adalah untuk memperluas imbas program rintisan peningkatan mutu pendidikan, PKB guru berbasis KKG/MGMP dalam bentuk kursus singkat literasi dan numerasi, Surat Keputusan Bupati untuk pelembagaan para fasilitator daerah (fasda) terpilih dan terlatih, serta adanya peraturan daerah atau peraturan Bupati (Perbup) berkaitan dengan peningkatan efektivitas pengelolaan pendidikan.

Diharapkan kebijakan yang dapat diupayakan bersifat strategis sehingga dapat secara teknis dituangkan dalam instrumen yang jelas dan diwujudkan dalam bentuk program dan anggaran dari sisi operasional. Diskominfo Sumbawa Barat/feryal/tifa

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan