logoblog

Cari

Tutup Iklan

Awasi Lembaga Penyiaran

Awasi Lembaga Penyiaran

"Nyawa televisi dan radio itu ada di jari kawan-kawan, jika kawan-kawan hendak membunuh televisi dan radio yang kerap menyiarkan konten tidak

Pendidikan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
22 Juli, 2018 12:27:48
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 1666 Kali

"Nyawa televisi dan radio itu ada di jari kawan-kawan, jika kawan-kawan hendak membunuh televisi dan radio yang kerap menyiarkan konten tidak sehat, berita hoax, silakan tinggal pencet remot dan bila perlu hapus chanel radio atau televisi itu dari daftar,”

Hal tersebut dipaparkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam dialog yang disiarkan langsung oleh salah satu lembaga penyiaran publik lokal dilombok timur itu, untuk cerdas menggunakan remot.

KPID provinsi NTB terus memberikan edukasi dan mengajak semua lapisan masyarakat termasuk puluhan pelajar dan mahasiswa untuk ikut peduli isi siaran, pada Kamis (19/7) di Selaparang TV, Lombok Timur.

Yusron Hadi, Ketua KPID NTB,  pada acara Talk Show tentang Literasi Media mengajak pelajar dan mahasiswa ikut mengawasi lembaga penyiaran melalui literasi media penyiaran sehat untuk rakyat. “Kami terus bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk cerdas memanfaatkan media penyiaran,” ajak Yusron.

Senada dengan Yusron, Fathurrijal anggota bidang pengawasan isi siaran meminta para pelajar dan mahasiswa untuk segera mengadu ke KPID NTB jika menemukan isi siaran yang tidak sehat. "Adukan ke kami jika kawan-kawan menemukan isi siaran yang menyinggung SARA, bermuatan pornografi, kekerasan, rokok dan narkoba serta siaran yang menyalahi P3SPS". KPID NTB sendiri telah menyediakan berbagai sarana aduan mulai surel hingga sosial media.

 

Baca Juga :


Peserta yang juga berasal dari orang tua menyambut baik ajakan KPID NTB. Salah seorang peserta, Verawati mengaku selama ini "mengharamkan" televisi dirumahnya karena negatifnya konten yang disajikan. “Kami berharap KPID NTB masif mengedukasi masyarakat agar cerdas memanfaatkan lembaga penyiaran, upaya ini harus terus dilakukan, agar tidak ada lagi ibu rumah tangga yang mengharamkan TV, karena media seperti TV masih ada yang menayangkan siaran yang memberikan edukasi dan informasi, tergantung kita untuk memilih dan mengawasi siarannya aja,” jelas Vera.  

KPID terus mengajak masyarakat untuk memahami tentang Literasi Media. Kegiatan yang sama akan digelar diberbagai temapt.  Salah satunya pondok pesantren yang ada dikabupaten lombok Tengah. Literasi media itu sendiri dimaksudkan untuk mengajak masyarakat ikut peduli terhadap penyiaran. Sehingga tagar penyiaran sehat untuk rakyat segera dapat terwujud.

Peserta juga meminta pemerintah daerah se Nusa Tenggara Barat lebih memperhatikan keberadaan KPID NTB, mengingat tugas dan fungsinya sangat strategis dalam menjembatani kepentingan rakyat, pemerintah dan pelaku industri penyiaran.  "Pemda harus memperkuat KPID NTB dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang sangat strategis ini" pesan perwakilan mahasiswa dan pelajar. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan