logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mahasiswi Unram Ciptakan Jones

Mahasiswi Unram Ciptakan Jones

Mataram, KM_Derasnya arus globalisasi mengakibatkan terkikisnya kebudayaan dan kecintaan masyarakat Indonesia pada budaya semakin menurun. Masyarakat Indonesia lebih cenderung mengkonsumsi produk

Pendidikan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
14 Juli, 2018 17:43:39
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 13583 Kali

Mataram, KM_Derasnya arus globalisasi mengakibatkan terkikisnya kebudayaan dan kecintaan masyarakat Indonesia pada budaya semakin menurun. Masyarakat Indonesia lebih cenderung mengkonsumsi produk impor dari pada produk lokal demi memenuhi trend fashion saat ini. Hal ini dibuktikan dengan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan total impor barang konsumsi sepanjang Agustus 2017 sebesar USD1,19 milyar atau naik 9,39% dibandingkan bulan lalu. Sedangkan selama Januari sampai Agustus 2017 tercatat sebesar USD9,07 miliar atau naik 11,76% dibandingkan Januari sampai Agustus. Diperkuat dari informasi yang disampaikan  oleh budayawan, sastrawan, dan ahli filsafat Indonesia Profesor Abdul Hadi W.M (Semiono, 2014), pemimpin-pemimpin Indonesia  saat ini lebih memilih dan bangga menggunakan produk impor daripada menggunakan produk lokal. Tidak heran jika hal tersebut mengakibatkan lemahnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya daerah masing-masing. Sama halnya dengan para generasi muda di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kondisi keseharian, mereka kurang berminat menggunakan produk-produk lokal dan cenderung menggunakan produk impor.

Kain tenun merupakan salah satu produk kearifan lokal suku Sasak, Samawa dan Mbojo. Kain tenun di daerah ini memiliki desain dan  motif khas yang mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi, khususnya dalam segi-segi kemampuan teknis, estetis, kadar makna simbolik dan falsafah yang  terdapat di dalamnya berbeda  dengan daerah-daerah  yang ada di Indonesia. Potensi Provinsi NTB tidak hanya terkenal pada kain tenunnya saja, namun masih banyak hal lain yang dapat menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Provinsi NTB. Ini mengindikasikan bahwa Provinsi NTB memiliki potensi  yang tinggi. Potensi ini memiliki ketersesuaian dengan dokumen perencanaan nasional yaitu MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dengan wilayah pada koridor 5 sebagai gerbang pariwisata dan ketahanan pangan.

Dibuktikan dengan  peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Provinsi NTB. Kepala Badan Pusat Statistik NTB, Ending Tri Wahyuningsih mengatakan bahwa pada Oktober 2016, jumlah kunjungan turis asing ke NTB mencapai 9.500 orang atau naik 8,49% jika dibanding bulan sebelumnya berrjumlah 8,756 wisatawan mancanegara. Ending Tri Wahyuningsih menambahkan apabila dibandingkan dengan Oktober tahun lalu, tercatat berjumlah 7,419 turis (Republika, 2016). Jumlah ini tergolong meningkat drastis hingga naik 28,05%. Diperkuat lagi dengan data yang didapatkan dari kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) NTB, Mohammad Fauzal mengatakan, sampai saat ini (13/9) kunjungan wisatawan telah mencapai 2,9 juta. Artinya, sampai akhir 2016, target 3 juta wisatawan optimis akan tercapai. “Kalau 2016 mampu penuhi target 3 juta wisatawan, tahun 2017 yakin diangkat 3,5 juta. Sehingga tahun 2018 dipastikan bisa datangkan wisatawan sebanyak 4 juta orang, pungkasnya.

Hal inilah yang mendorong ke-5 mahasiswi Universitas Mataram (UNRAM) yang beranggotakan Peri Anggraeni (S1 Sosiologi Semester 4), Ririn Ayu Prastika (S1 Sosiologi Semester 4), Rizki Amalia Nuraini (S1 PGSD FKIP Semester 4), Vivin Wulantari (S1 PGSD FKIP Semester 4), dan Ulia Arta Sari (S1 PGSD FKIP Semester 4). Mereka tergabung dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Bidang Kewirausahaan yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenrisetdikti.

Ke-5 mahasiswi UNRAM ini membuat suatu inovasi baru berupa JONES (Jam Oleh-oleh Tenun Etnik Sasambo). JONES merupakan jam tangan yang dikombinasikan dengan sentuhan kain tenun khas Suku Sasak, Samawa dan Mbojo. Istilah SASAMBO sendiri adalah singkatan dari Sasak, Samawa, Mbojo. Inovasi ini memiliki banyak keunggulan secara budaya, latar jam didesain menggunakan ikon SASAMBO dan bunyi khas Suku SASAMBO sebagai pengingat waktu sholat yang secara tidak langsung ikut melestarikan budaya.

Inovasi ini sebagai jawaban atas permasalahan yang di hadapi oleh generasi penerus bangsa dikarenakan saat ini budaya lokal sudah mulai terkikis serta banyak pemuda yang tidak mau menggunakan produk lokal dan mereka lebih tertarik menggunakan produk impor. “Kami tergerak untuk membuat produk yang memberikan sentuhan kebudayaan di dalamnya, namun tetap trendy yaitu JONES (Jam Oleh-oleh Tenun Etnik SASAMBO) sebagai solusi ekonomi kreatif. Kami menggunakan jam tangan dimana straf jam terbuat dari kain tenun suku SASAMBO (Sasak, Samawa, Mbojo) serta  background jam yang didesign dengan kebudayaan masing-masing suku yang ada di NTB”, jelas Peri Anggraeni selaku ketua tim.

Program ini berlangsung selama 4 bulan, dimulai pada bulan April 2018 dan berakhir pada bulan Juli 2018. Tahap awal dari program ini adalah observasi yang  dilakukan selama bulan April 2018. Tujuan dari adanya observasi ini adalah untuk mengetahui komponen-komponen jam dan alat yang digunakan benar- benar dibutuhkan atau tidak. “Tahap awal dari kegiatan PKM kami adalah observasi. Ini sangat penting bagi kami untuk menentukan langkah ke depan dan mengetahui apakah produk kami  bisa bersaing di pasaran”, tambah Ririn Ayu Prastika selaku koordinator humas.

Ririn juga menambahkan, jika tahap observasi sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah penjahitan dan mendesain background jam JONES. Langkah selanjutnya adalah penjahitan strap jam dan mendesain  background jam.

Tahap pembuatan jam tangan JONES dimulai dari persiapan alat dan bahan, menentukan dimensi jam yang sudah didesain, dan menentukan kertas stiker yang akan di gunakan sebagai background. “ Pembuatan jam JONES  kami lakukan selama 3 minggu pada bulan Mei. Dimulai dari persiapan alat dan bahan, menentukan dimensi alat serta menentukan mekanik atau cara kerja alat”, terang Vivin Wulantari selaku koordinator produksi.

 

Baca Juga :


Rizki Amalia Nuraini pun menegaskan, jika terjadi kesalahan dalam proses penjahitan dan pemasangan background, maka harus diulangi. Agar alat tampilan jam benar-benar bagus. "Jika terdapat kesalahan dalam proses penjahitan dan pemasangan background, maka harus diulangi dari awal. Ini dilakukan agar jam benar-benar siap dipasarkan dan dapat dipercaya oleh costumer ".

Tahap selanjutnya adalah proses pengemasan dan penambahan filosofi jam. Agar tampilan jam JONES terlihat semakin menarik. “Jika proses penjahitan selesai, maka tahap selanjutnya adalah pengemasan jam JONES. Pengemasan dilakukan  bertujuan untuk membuat tampilan jam menarik serta agar tidak mudah berdebu”, Ulia Arta Sari memberikan penjelasan.

Setelah semua tahapan produksi jam JONES, selanjutnya tim memasarkannya dengan mengikutkan jam JONES pada acara bazar, menjual secara online, dan menjual secara face to face.

Dengan adanya jam JONES secara tidak langsung dapat melestarikan kearifan lokal yang mulai terkikis di era globalisasi ini, sehingga mampu meningkatkan penghasilan dan meningkatkan rasa cinta kepada kebudayaan lokal, serta dapat mengurangi mengkonsumsi produk impor. Apalagi sebagai mahasiswa harus mampu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dengan penerapan disiplin ilmu yang dimiliki.

Kami berharap dengan adanya jam JONES dapat membantu mengurangi pengangguran, dapat menigkatkan ekonomi daerah, dapat mengurangi mengkonsumsi produk impor serta dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat yang hendak memproduksi jam SASAMBO. Kami sebagai mahasiswa pun harus mampu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar kita“, tutup Peri Anggraeni.  (NR)

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan