logoblog

Cari

Tutup Iklan

Konsulat General RRC Berkunjung ke UNU NTB

Konsulat General RRC Berkunjung ke UNU NTB

Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat, Drs. TGH. Taqiuddin Mansyur, M.Pd bersama Baiq Mulianah, M.Pdi menyambut kedatangan

Pendidikan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
22 Mei, 2018 22:58:14
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 1105 Kali

Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat, Drs. TGH. Taqiuddin Mansyur, M.Pd bersama Baiq Mulianah, M.Pdi menyambut kedatangan Konsulat China  di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedatangan Konsulat China Gou Haodong di UNU NTB tak lain adalah untuk menjalin silaturrahmi bersama sejumlah dosen dan mahasiswa UNU NTB.

   
Dalam ajang silaturrahmi tersebut, Gou Haodong mengaku sangat senang bisa berkunjung di NTB. Ia menilai NTB salah satu wilayah administratif di Indonesia yang memiliki sejarah dan ragam budaya, serta sumber daya yang bagus.

"Masyarakat Nusa Tenggara Barat kelihatan ramah, terbuka, dan memiliki jiwa toleransi yang kuat,” ucap Gou Haodong di depan para dosen dan mahasiswa UNU NTB. Senin (21/5/2018).

Sebelum berbicara lebih lanjut, Gou Haodong terkesan ketika mendengar suara masjid di berbagai tempat. “Ini menandakan kalau rakyat NTB memiliki tingkat pendidikan tentang ke-Islaman sangat tinggi,” ucapnya sembari diikuti gemuruh tepuk tangan dari forum.

“Meski saya bukan ummat muslim, tapi saya merasakan bahwa ajaran Islam mengajarkan toleransi beragama.Dalam Al-Quran mengajarkan ummat Islam untuk saling bersaudara dan patut saling mencintai,” ucap Gou Haodong. Terkait dengan hal ini, ia pun juga mengatakan bahwa di China ada yang namanya filsafat Kon Hucu. Dalam filsafat tersebut memiliki ajaran yang mementingkan toleransi antar ummat dan beragama. Berarti toleransi yang diajarkan dalam Al-Quran ada kemiripan dengan toleransi yang diajarkan dalam Flasafat Kon Hucu.

"Negara Indonesia merupakan negara tetangga dan sahabat yang baik bagi China. Kedua negara bersahabat ini telah diikat dalam kerja sama sejak zaman dahulu. Pada tahun 2013, Presiden China, Xi Jinping pernah ke Indonesia dan berkeinginan kembali membangun Jalur Sutra Maritim Abad 21 dan strategi Poros Maritim Dunia," ucapnya

Dalam mewujudkan kekerjasamaan tersebut, sejumlah program pembangunan sudah mulai terlaksana, yakni kerja sama di bidang infrastruktur, industri, perdagangan, finansial, investasi, dan lain-lain. Bahkan selama 7 tahun terakhir China telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia.

Dalam hal agama, Indonesia dan China adalah dua Negara yang bersahabat, dan persahabatan ini telah berlangsung sejak dahulu kala. Sekitar tahun 671, ada seorang biksu Buddha di zaman Dinasti Tang yang bernama I Tsing. Ia pun pernah berkelana ke India untuk mencari kitab suci dengan melewati wilayah Palembang. I Tsing dalam perjalanannya pulang ke China, ia pernah berkeliling dan belajar di kawasan Pulau Sumatera selama 7 tahun.  Pada saat itu, penyebar agama islam di Pulau Jawa, yaitu Wali Songo di abad ke 14, dan konon, ada 4  di antaranya masih berasal dari China.



“Saat ini, di China ada banyak rumah muslim dengan lebih 20 juta penduduk. Mereka tersebar di berbagai daerah yang ada di China,” ucap Gou Haodong. Ia pun juga menyampaikan bahwa di China terdapat paling sedikit 35 ribu masjid dan 45 ribu imam.

Gou Haodong juga sempat menyampaikan bahwa di Musium NTB saya melihat hubungan NTB dengan China. Ada satu piring tradisional Tionghoa di musium itu dan ada tulisan al-qur’an di atasnya. Artinya sudah lama ummat islam ada hubungannya dengan orang-orang China, jelasnya.

Selain itu, warga penduduk muslim di China sudah dilibatkan untuk menjadi anggota ke dalam DPR dan MPR. "Mereka ikut menyusun undang-undang, diskusi kebijakan negara, dan menyampaikan pendapat serta saran kepada pemerintah terutama dalam bidang keagamaan," kata Gou Haodong.

 

Baca Juga :


Pemberangkatan haji ke Makkah berlangsung tiap tahun di China. Sekitar belasan ribu umat muslim yang menunaikan ibadah haji untuk per tahunnya.

Dalam menguatkan toleransi beragama, di China telah ditetapkan  peraturan mengenai makanan halal dan makam-makam khusus untuk umat Muslim.

"Nabi Muhammad pernah mengatakan tuntutlah ilmu walau pun sampai ke negeri Cina. Bagi kami tuntutlah ilmu hingga ke negeri Indonesia. Dan kedatangan saya ke sini bukan untuk memberi ilmu tapi mencari ilmu," Ucap Gou Haodong.

Sebagai penutup, Gou Haodong menyampaikan NU jangan Cuma ke Taiwan, tapi juga juga ke China. “Nanti kita akan membawa ke saudara-saudara muslim yang ada di sana.” Ungkap Gou Haodong dengan jelas.

Gou Haodong yang selaku Konsulat General Republik Rakyat China juga menyampaikan bahwa akan berupaya untuk menjalin kerja sama dengan UNU NTB. Salah satu bentuk kerja sama yang dimaksud adalah kerja sama antar perguruan tinggi yang ada di China dengan UNU NTB dalam bidang pertukaran kebudayaan yang difasilitasi oleh Konsulat General Republik Rakyat China dengan UNU NTB, ataupun dengan melalui Pusat Studi Kebudayaan Umar Maye UNU NTB.

Agar bentuk kerja sama antar perguruan tinggi yang ada di China dengan UNU NTB, olehnya itu Pusat Study Kebudayaan Umar Maye UNU NTB akan menyelenggarakan kursus bahasa mandarin yang tenaga pengajarnya melalui Konsulat General Republik Rakyat China.Demikian juga sebaliknya, Pusat Kebudayaan yang ada di tiap perguruan tinggi negeri China akan berupaya untuk mempelajari bahasa Indonesia.

Sementara itu Taqiudin Mansyur membeberkan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan China atau Tionkhok. Soalnya sejak nenek moyang kita dulu, sudah memiliki keterkaitan yang erat dengan orang-orang China, baik dalam ekonomi maupun dalam budaya.

"Kita tidak rugi kalau tetap menjalin hubungan baik dengan orang-orang China atau Tionkhoa. Di era keterbukaan ini, NU menjadi pelopor bahkan paling terdepan sebagai Islam yang toleran, moderat, dan ingin mempererat persaudaraan muslim dan ummat beragama dunia," ungkapnya.

Dalam detik news, Rabu 15 Maret 2017, Said Aqil Siroj di UNU Cirebon, “Sebagai agama mayoritas di Indonesia, NU berkomitmen akan terus melindungi kaum minoritas seperti masyarakat Tionghoa terkecuali mereka yang menyalahi undang-undang dan terlibat hal radikal. "Teroris walau pun Islam mereka musuh kita," pungkas pria yang juga selaku Rektor UNU Cirebon.

Dalam mempererat hubungan antara Negara Tionghoa dengan Indonesia, Rektor UNU NTB Baiq Mulianah, M.Pdi meyampaikan bahwa ada 28 UNU di Indonesia, termasuk UNU NTB yang siap selalu mengembang sikap toleransi antara ummat beragama. UNU adalah sebagai lembaga yang akan selalu mengintegrasikan agama, ilmu dan peradaban dalam satu nafas. Olehnya itu, untuk memperkuat toleransi, maka dengan melalui Pusat Kebudayaan dan Bahasa di UNU NTB akan mempelajari tentang budaya-budaya di semua agama dan juga bangsa, termasuk mempelajari bahasa Mandarin,” ucapnya.



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan