logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dikbud NTB Bersama Ribuan Pelajar Deklarasi Anti Narkoba, Hoax, Korupsi, dan Radikalisme

Dikbud NTB Bersama Ribuan Pelajar Deklarasi Anti Narkoba, Hoax, Korupsi, dan Radikalisme

Ribuan pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang berasal dari Pulau Lombok memadati halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara

Pendidikan

Hamjah Diha
Oleh Hamjah Diha
30 April, 2018 10:57:17
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 4539 Kali

Ribuan pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang berasal dari Pulau Lombok memadati halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), (28/04/18). Mereka datang didampingi oleh gurunya masing-masing. Ribuan pelajar tersebut datang dalam rangka mendeklarasikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan citra buruk para pelajar yang diberitakan oleh berbagai media selama ini, antara lain, anti narkoba, hoax, radikalisme, serta korupsi. Deklarasi tersebut sebagia bagian dari peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei nanti. 

Mereka (para pelajar) sebagai generasi penerus bangsa tidak mestinya mendekati hal-hal yang merusak masa depannya, salah satu contohnya adalah narkoba.Acara tersebut sengaja didesign oleh Dinas Dikbud NTB untuk mengingatkan kepada mereka agar menjauhi narkoba dan sejenisnya.

“Kegiatan ini, sebagai bentuk tekad kita bersama terutama para kepala sekolah, guru, masyarakat pada  umumnya,  yang bertujuan untuk menghindari anak didik kita dari narkoba. Karena sekarang ini, narkoba merupakan salah satu kejahatan yang luar biasa di Indonesia,” ungkap Suruji dihadapan peserta deklarasi.

Kehadiran mereka di acara deklarasi tersebut, seolah mengirim pesan bahwa mereka ingin menjauhi serta memerangi narkoba dan sejenisnya. Karena di luar sana, sebagaimana berita-berita yang beredar, bahwa banyak pelajar yang terjangkit narkoba. Untuk itulah, Kepala Dinas Dikbud provinsi NTB yang dikomandoi oleh Muhammad Suruji mengajak para pelajar dan masyarakat umum untuk memerangi serta melawan narkoba sehinga para pelajar di NTB terlindungi dari serangan narkoba tersebut.

“Oleh karena itu, perlu kita membentengi anak-anak kita dari serangan narkoba, serta mengedukasi para pelajar tentang bahaya narkoba,” harap kepala Dinas Dikbud NTB tersebut.

Selain narkoba, Suruji juga menekankan agar para pelajar selaku peserta didik agar tidak larut dalam informasi-informasi palsu. Sebagai kaum terdidik, hendaknya harus pintar memilih mana informasi palsu dan mana informasi benar. Suruji tidak menafikkan bahwa sekarang ini, dunia begitu canggi sehingga penyebaran infomasi begitu cepat, tak terkecuali informasi palsu. Informasi-informasi palsu tersebut sangat menggangu kenyamanan kehidupan bermasyarakat.

“Sekarang ini dengan dunia semakin canggih serta berkembangnya media sosial, kehidupan  berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat banyak tergangu, karena begitu mudahnya beredar berita-berita palsu, fitnah, serta hoax dari tangah yang satu ke tangan yang lain,” ungkapnya.

Tidak hanya para pelajar dan guru yang hadir dalam kegiatan tersebut, beberapa kepala OPD lingkup  pemerintah provinsi NTB pun ikut hadir dalam acara deklarasai tersebut, salah satunya kepala dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) provinsi NTB (Tri Budiprayitno).

Dalam kesempatan tersebut, kepala Dinas Kominfotik NTB juga turut memberikan nasehat kepada peserta yang hadir. Tri Budiprayitno berharap khususnya kepada para pelajar dan peserta deklarasi pada umumnya,  sebelum menyebarkan informasi yang mereka dapat, maka crosschek terlebih dahulu.

“Sebelum informasi disebarkan ke orang lain, terlebih dahulu di crosschek kebenarannya. Terutama informasi melalui  handphone,  makanya adik-adik harus bisa menyaring informasi yang didapat. Karena kebanyakan informasi itu disebarkan melalui handpone, baik itu informasi baik maupun informasi buruk,” ungkap Tri Budiprayitno

 

Baca Juga :


Oleh karena itu, lanjut Tri Budiparyitno,  adik-adik gunakan handphonenya secara sehat, arif, dan bijaksana,” lanjutnya

Acara tersebut mendapat pujian dari para pelajar. Hal tersebut di ungkapkan oleh Andi salah seorang siswa SMA N 8 Mataram saat ditemui oleh Tim media Diskominfotik NTB. Andi mengatakan bahwa acara tersebut sangat bermanfaat bagi para pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, sebagai pelajar, semestinya harus perang melawan narkoba.

“Acara ini cukup bagus mengingat pelajar merupakan  generasi penerus bangsa, jadi sebagai pelajar harus menjauhi dan memerangi narkoba," ungkapnnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Miftahul Jannah salah seorang siswi SMK Muhammadiyah Mataram. Mita panggilan akrabnya,  mengatakan bahwa mereka semestinya berpikir untuk bagaimana merealisasikan cita-citanya kedepan, bukan terjerumus dalam narkoba.

“Narkoba itu musuhnya pelajar, bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Disela-sela acara, para pelajar memanfaatkan waktu tersebut untuk mempromosikan hasil produk mereka, baik itu di bidang pertanian, elektronik, maupun karya-karya lainnya.

(Hamjah Diha)



 
Hamjah Diha

Hamjah Diha

Adalah warga kampung Diha-Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima. https://hamjahdiha.or.id dan https://hamjahdihafoundation.blogspot.co.id

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan