logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kembangkan Bakat Menari, Impian Go Internasional

Kembangkan Bakat Menari, Impian Go Internasional

Sebagai sebuah manifestasi dari keindahan, kesenian tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan manusia. Berbagai karya seni pun diciptakan, bahkan mulai banyak bermunculan

Pendidikan

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
23 April, 2018 15:27:59
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 1309 Kali

Sebagai sebuah manifestasi dari keindahan, kesenian tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan manusia. Berbagai karya seni pun diciptakan, bahkan mulai banyak bermunculan sanggar – sanggar seni. Tidak hanya itu, kesenian juga sudah masuk menjadi mata pelajaran siswa di berbagai sekolah. Tidak sedikit pula siswa- siswi yang tertarik menggeluti bidang kesenian tersebut, sebagai cara untuk mengekspresikan diri dan bakat yang dimiliki.

I Nyoman Suardiana menjadi salah satu remaja berprestasi yang berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah di kancah internasional khusus dalam bidang kesenian tari tradisional. Ditemui usai latihan untuk acara Pensi sekolah. Oman sapaan akrab remaja yang hobi menari ini banyak bercerita tentang pengalamannya. Meski tergolong masih sangat belia. Oman mampu menorehkan prestasi membanggakan hingga kancah internasional. Berbagai lomba tari pernah diikuti dan selalu meraih gelar juara.

Bakat Oman sapaan akrab remaja 17 tahun ini dalam dunia tari sudah terlihat sejak ia masih kecil. Tidak diragukan lagi, bakat dan kepiawaiannya dalam menari ini, mampu menghantarkan siswa yang saat ini masih duduk di bangku Kelas XI IPA SMAN 4 Mataram tersebut meraih prestasi bahkan menjadi jawara internasional mengharumkan nama daerah.

Berbagai prestasi gemilang pernah diraihnya antara lain, Juara 2 Lomba evaluasi pertama tingkat Sanggar Suci membawakan tari Wirayudha, Juara 1 Lomba evaluasi kedua tingkat Sanggar Suci membawakan tari Kebyar Duduk, Juara 5 Lomba Tari di Jempong, Juara 4 Lomba International Dance Competition Tingkat Provinsi NTB, Juara 1 Tari Tunggal Kebyar Duduk dalam Lomba International Dance Competition Asia, Juara 1 Kategori Tari Tunggal dan Baris Tunggal dalam Lomba International Dance Competition Asia Season Dua, Juara 2 Tari Tunggal Kebyar Duduk dalam Festival Senggigi, dan Juara 1 Tari Tunggal Teruna Jaya mewakili Sekolah di Sekolah Tinggi Agama Hindu ( STAH) Mataram.

Keinginan Oman untuk mendalami dunia tari muncul karena terinspirasi dari saudara perempuannya yang juga seorang penari dan kerap menyabet gelar juara dalam berbagai lomba tari. Sejak saat itu, pada umur kurang dari 5 tahun. Oman mulai belajar menari secara otodidak tanpa bimbingan siapapun. Dengan bermodal bakat dan sedikit latihan yang banyak dipelajari dari menonton acara tarian di televisi bahkan hingga membeli kaset- kaset tentang berbagai bentuk tarian. Oman mulai memberanikan diri untuk pentas." Waktu itu saya masih kelas 4 SD semester satu, saya tampil menari pertama kali di Pure Pemaksan Karang Siluman Tohjiwa, membawakan tari taruna jaya," ujar Oman.

Lebih lanjut Anak ke-7 dari 8 bersaudara, pasangan I Made Kompyang dan Ni Made Suci ini menuturkan bahwa dulunya penari laki-laki dipandang sebelah mata, bahkan dinilai tidak wajar. Namun hal itu tidak begitu saja menyurutkan niat remaja yang bercita-cita menjadi penari profesional dan bisa go internasional ini untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi. Bakat yang dimilikinya ini juga terus ia tularkan kepada remaja lainnya. Salah satunya dengan membuka kelas latihan menari yang diberi nama Tridatu Art Community dengan jumlah peserta saat ini telah mencapai 40 orang.

Motivasi terbesar Oman untuk terus mengembangkan bakat menarinya datang dari orangtua terutama sang Ibu." Disaat banyak orang mencibir dan mengejek keberadaan seorang penari laki- laki yang dinilai tidak wajar, ibu selalu memberikan dukungan sampai akhirnya saya dimasukkan ke Sanggar Suci, disana saya banyak belajar teknik menari yang benar seperti cara ngagem, dan seledet yang benar,” tuturnya.

Tidak hanya berbakat dalam menari. Oman juga piawai dalam menciptakan kreasi tari sendiri. Salah satu kreasi tari yang pernah dibuat adalah Palegongan Kreasi Lanang Wariga. Menurut Oman teknik paling sulit dalam menari adalah tarian tempo dulu. Tarian ini memiliki pakem tersendiri sehingga tidak bisa dikreasikan secara sembarangan. 

 

Saat ini puluhan tarian sudah berhasil dikuasai Oman, bahkan beberapa tarian sudah berada diluar kepala. Selain menari, remaja yang tinggal di Jalan Panji Semirang Karang Siluman Selatan, Cakranegara Mataram ini juga hobi menyanyi dan menyukai dunia olahraga salah satunya renang. Agar terus bisa mengasah dan memperdalam bakat menarinya. Setelah lulus dari SMAN 4 Mataram, Oman berniat melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Bali. "Dengan menari saya bisa mengekspresikan kesenian yang ada di Indonesia," ungkapnya dengan bersemangat.

Oman berpesan kepada seluruh generasi muda yang memiliki bakat baik dalam bidang seni atau bidang apapun untuk terus berusaha dalam meraih keinginan."Teruslah berusaha dan percaya diri untuk meraih keinginan, perdalam semua bakat yang dimiliki agar bisa mengekspresikan diri dalam bakat tersebut,"pungkasnya. (Luk).
 

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan