logoblog

Cari

Tutup Iklan

Guru Agama Dituntut Profesional

Guru Agama Dituntut Profesional

Mataram_Kegiatan kurikulum 2013 mempunyai peran yang strategis dalam pengembangan sistim pendidikan nasional, pendidikan agama Islam pada sekolah menengah pertama memiliki konstribusi

Pendidikan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
04 April, 2018 06:31:22
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 3842 Kali

Mataram_Kegiatan kurikulum 2013 mempunyai peran yang strategis dalam pengembangan sistim pendidikan nasional, pendidikan agama Islam pada sekolah menengah pertama memiliki konstribusi positif yang cukup efektif untuk pembentukan muatan dan karakter bangsa yang bermartabat sejalan dengan pendidikan nasional. Kegiatan Workshop Pengembangan Pembelajaran dan Penilaian Kurikulum 2013 Guru Pendidikan Agama Islam ( PAI ) tingkat SMP se – Nusa Tenggara Barat di laksanakan di Hotel Mataram Square selama 3 ( tiga ) hari sejak tanggal 2 sampai dengan 4 April 2018, peserta berjumalah 60 ( enam puluh ) orang dihadiri oleh Pengawas Kota Mataram H. Muhsin dan seluruh pejabat eselon IV Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB.

Tujuan Workshop pengembangan pembelajaran dan Penilaian kurikulum 2013 guru Pendidikan Agama Islam ( PAI ) untuk meningkatkan kompetensi guru PAI perspektif kurilulum 2013 dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi metode pembelajaran PAI, meningkatkan kemampuan guru PAI dalam melaksanakan proses belajar mengajar , memiliki persamaan persepsi tentang pengembangan kurikulum 2013. Demikian laporan ketua panitia Workshop pengembangan dan penilaian Kurikulum tahun 2013 Hj. Eka Mursilawati.

Arahan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat di wakili Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam H. Jalalussyayuthi menyampaikan bahwa Kementerian Agama mulai tahun 2018 ini melibatkan MGMP untuk membuat kisi-kisi soal sampai 3 (tiga) tahap untuk meningkatkan kemampuan Guru PAI untuk membuat soal sendiri baik soal ujian sekolah maupun ujian nasional khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ).

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam H. Jalalusyyayuthi mengatakan bahwa soal-soal dibuat selama 3 (tiga) tahap dan sebelumnya untuk tingkat SMA/SMK di serahkan langsung kepada kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi dan di saksikan oleh seluruh Kepala Bidang lingkungan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi dimana soal untuk Kabupaten/Kota di serahkan melalui Kantor Kemenag Kab/Kota diserahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masing-masing untuk diperbanyak.

 

Baca Juga :


H. Jalalussyaythi menambahkan kalau Kementerian Agama mempunyai kewenangan untuk membuat kisi-kisi dan master soal diperkuat Peraturan Pemerintah. Nomor 55 Tahun 2007 maka Bidang Pakis memanggil peserta workshop ini dan berharap tidak dihadiri lagi bagi peserta yang sudah mengikuti agar diberikan kesempatan kepada peserta yang lain untuk mendapat giliran ilmu dan pemerataan dalam meningkatkan kemampuan peserta didik guna membawa perubahan kedepan. H. Jalalussyayuthi menegaskan kepada guru-guru pendidikan Agama Islam agar memberikan bimbingan kepada anak-anak didik untuk melakukan disiplin baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat sehingga anak didik menjadi anak berkarakter yang baik, jika anak didik yang melanggar atau melakukan kenakalan agar diberikan hukuman untuk mendidik mereka. Sebagai guru agama seyogyanyalah memberikan peran yang baik dan memberikan motivasi kepada anak didik, selain itu seorang pendidik hendaknya menguasai kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, profesionalitas dan kepribadian.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan