logoblog

Cari

Tutup Iklan

Akhirnya Cita-cita Berubah Haluan

Akhirnya Cita-cita Berubah Haluan

Akhirnya Cita-Cita Berubah Haluan Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seluruh umat Manusia yang berakal, karena ilmu adalah hal paling utama untuk

Pendidikan

Suparman
Oleh Suparman
08 Januari, 2018 12:54:20
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 533 Kali

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seluruh umat Manusia yang berakal, karena ilmu adalah hal paling utama untuk membentuk serta mengubah prilaku manusia menuju arah yang lebih baik. Dalam ajaran Agama Islam, sebagaimana Rosulullah SAW bersabda, yang artinya: mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat, (HR. Ibnu Majah). Ilmu sebagai kunci untuk menyelesaikan segalah persoalan dalam kehidupan, baik persoalan yang berkaitan dengan Agama maupun Duniawi. Ilmu juga sebagai cahaya yang selalu menerangi kegelapan dalam setiap sudut kehidupan manusia yang tidak baik.

Menggapai ilmu, diharapkan membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar, waktu yang ditempuh untuk menuntut ilmu sangatlah panjang dan seluruh kehidupan manusia di habiskan untuk mempelajari dan mengajarkan tentang ilmu yang dipelajari. Bukankah fungsi ilmu secara umum sebagai proses memanusiakan manusia, sehingga menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Setiap tahun, lembaga pendidikan di seluruh Indonesia telah mencetak ribuan sarjana muda yang ahli dalam bidang masing-masing, dengan lapangan kerja yang terbatas, sehingga mengharuskan para sarjana berkompetensi dengan menunjukkan berbagai macam kreativitas demi pekerjaan yang didambakan. Bermodalkan ijazah sarjana, mereka terus melangkah, menyusuri lorong harapan yang terus menuntut akan sebuah janji yang pernah dititipkan pada cita-cita. Mungkinkah kesempatan selalu berpihak pada mereka.?

Hidup ini penuh dengan persaingan yang begitu keras, mengharuskan sarjana muda profesional dalam mengembangkan potensi yang ada dalam diri, sehingga mampu membentuk multitalenta yang hebat, kemudian mendapatkan pengakuan dari orang lain yang mengantarkan kita kepada ribuan kesempatan yang disiapkan. Kemudian kita memilih.?

Bagaimana dengan cita-cita yang pernah tertanam dalam jiwa,? yang membuat para sarjana semangat untuk melewati berbagai macam proses pendidikan yang disiapkan oleh pemerintah, dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi, sehingga berhasil mendapatkan gelar sarjana yang membuktikan bahwa mereka telah berhasil dan siap menjadi tenaga yang dibutuhkan.

Ada hal lain yang harus diperhatikan. Bahwa, tidak semua cita-cita yang kita mimpikan menjadi sebuah kenyataan dan tidak semua do’a yang kita ucapkan dikabulkan oleh Allah. Dibalik kepasrahan seorang hamba terhadap usaha yang dilakukan, berarti Allah telah menyiapkan jalan lain yang lebih baik. Kemudian bagaimana cara kita untuk mensyukurinya.

 

Baca Juga :


Melihat problem yang terjadi, sarjana muda yang semakin banyak dengan keterbatasan lapangan yang disiapkan. Akhirnya kebanyakan dari cita-cita mereka berubah haluan. Dengan problem ini telah mengajarkan kepada sarjana muda untuk terus berbuat apa saja yang bisa menghasilkan uang dan memberikan manfaat bagi orang lain, demi tercapainya kehidupan yang bahagia, meskipun kebahagiaan itu tidak bersahabat dengan cita-cita yang pernah diharapkan.

Sarjana muda yang lain, menyiapkan diri dalam pengabdian panjang kepada masyarakat dan bangsa ini, demi terwujudnya cita-cita menjadi pegawai negeri sipil dengan kepasrahan diri terhadap waktu dan pengabdian ini. Entah sampai kapan waktu ini terus membisu dengan ketidakpastian yang melelahkan semangat bibir ini, yang terus menyampaikan bait-bait doa yang pernah diucapkan. Meskipun mereka tahu, bahwa proses pengabdian sangat melelahkan hati, tetapi inilah proses kehidupan yang harus dijalanin dengan terus berdoa dan berusaha.

Menjadi sarjana muda tidak seharusnya, mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan gaji yang menggiurkan, sehingga dapat membeli rumah mewah, mobil mewah, dan uang yang banyak. Tetapi sejauh mana kita mampu mengamalkan ilmu yang didapat, dan menjadi panutan bagi orang lain dengan ilmu yang bermanfaat.

Akan tetapi, Sarjana muda telah berhasil memberikan kesejukkan hati untuk orang tua dan keluarga, karena telah berhasil menjaga amanat dan kepercayaan mereka, meskipun dengan setitik kesuksesan yang telah diraih tidak mampu membalas semua perjuangan dan pengorbanan mereka. Walaupun Pada akhirnya, cita-cita harus di alihkan oleh kepasrahan akan usaha yang dilakukakan yang tidak memihak kepada harapan yang di mimpikan.



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan