logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pembukaan Sekolah Adat Bayan – Lombok Utara

Pembukaan Sekolah Adat Bayan – Lombok Utara

Masyarakat Adat Bayan membuka Sekolah Adat di Balai Pusaka Sebaya Tanta pada tanggal 20 Desember 2017. Sekolah Adat yang merupakan gagasan

Pendidikan

Renadi
Oleh Renadi
01 Januari, 2018 19:17:07
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 2709 Kali

Masyarakat Adat Bayan membuka Sekolah Adat di Balai Pusaka Sebaya Tanta pada tanggal 20 Desember 2017. Sekolah Adat yang merupakan gagasan yang muncul pertama kali oleh Pak Rianom, S. Sos selaku Ketua Pranata Adat Gubuk Karang Bajo – Bayan pada tahun 2013 saat penyusunan program kerja lembaga, dan slah satunya adalah Sekolah Budaya yang resmikan dengan nama Sekolah Adat Bayan.

Acara Pembukaan di hadiri oleh Kepala Bidanga Kebudayaan Kabupaten Lombok Utara yaitu Pak Arnowadi, ikut hadir juga Kepala Desa Karang Bajo “Kertamalip”, para tokoh adat Bayan dan para pemuda Kader Peduli dari Desa Karang Bajo, Desa Bayan, Desa Loloan, dan Desa Anyar, serta beberapa kepala sekolah yang ada di sekitaran Kecamatan Bayan.

Pak Arnowadi yang merupakan salah satu Budayawan dibidang seni Lontar yang ada di Lombok Utara sangat berterimakasih kepada Masyarakat Adat Bayan yang telah membuka Sekolah Adat Bayan, dan juga kepada Solidaritas Masyarakat Untuk Transparansi Nusa Tenggara Barat (Somasi NTB) yang telah memfasilitasi dalam pembukaan sekolah tersebut. Budayawan dan juga sebagai Kepala Bidang Kebudayaan di salah satu Dinas di Lombok Utara mengungkapkan tentang dukungannya secara pribadi maupun instansi, dalam perjalanan kedepan akan selalu siap membantu, bahkan siap sebagai pendidik untuk pembelajaran Tembanga atau Baca Lontar yang akan dilaksanakan.

Kepala Desa Karang Bajo, Pak Kertamalip mengungkapkan akan berusaha untuk mendukung kegiatan Sekolah Budaya, termasuk dengan penganggaran yang ada di Desa, baik dari Dana Desa dan juga Alokasi Dana Desa tiap tahunnya. Apalagi pada tahun 2018 ini, anggaran yang ada di Desa akan memaksimalkan untuk pemberdayaan, dan tentunya lewat Sekolah Adat Bayan ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat sesuai untuk alokasi dana tersebut.

Program Peduli untuk kelompok-kelompok rentan, seperti Masyarakat Adat Bayan yang selalu dianggap menyimpang dari keredor agama. Sekolah Adat atau Sekolah Budaya terbentuk dari keterlibatan semua unsur, baik itu pemdes, tokoh adat dan juga Masyarakat. Harapan kedepan akan menjawab tantangan dimasa mendatang, sehingga disekolah adat juga akan membahas tentang pengembangan seni kretaif dan pariwisata.

Sekolah Adat Bayan akan membukka beberapa pembelajaran yaitu belajar tentang musik bambu, baca lontar, seni tari, permainan lokal, suling Dewa, ritual Adat Bayan, Arsitektur lokal,  Pranata Adat, dan juga tentang aturan atau awik-awik yang dijalankan oleh Masyarakat Adat Bayan, baik dalam pelestarian alam maupun dalam hubungan sosial.

Pembelajaran yang dibuka ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang tradisi dan budaya yang ada di Bayan, dimana selama ini para generasi tidak dapatkan disekolahsekolah formal.

Waktu pembelajaran akan dilaksanakan pada sore hari dari jam 16.00 samapai dengan 17.30. Waktu pembelajaran ditentukan supaya tdak mengganggu aktifitas belajar disekolah, sehingga pendidikan formal yang ditempuh tidak terganggu.

 

Baca Juga :


Untuk guru atau pendidik adalah dari para kalangan budayawan yang ada di sekitar Kecamatan Bayan, dan juga beberapa tokoh Adat yang ada. Khusus untuk nara sumber atau guru dari tokoh adat ini akan ada dampingan dari pengelola Sekolah Adat, hal ini dibutuhkan sebagai translit atau mengartikan setiap ungkapan dari pranata adat atau pejabat adat. Ini Kami pahami kondisi dari setiap tokoh tidak semua mampu berbahasa Indonesia, tetapi mereka merupakan bagian yang berperan penting dalam Masyarakat Adat Bayan sehingga pengetahuan yang ada di diri mereka perlu tersampaikan kepada generasi muda.

Banyak kekurangan yang ada dalam menjalankan Sekolah Adat Bayan yang membuat waktu lama untuk bisa membuka secara resmi, hal ini disebabkan oleh tidak adanya acuan kurikulum yang bisa dijadikan sebagai contoh dalam menajalankan Sekolah tersebut. Hambatan lain juga tentunya tidak banyak buku-buku tentang Masyarakat Adat Bayan yang sesuai dengan standar lokal dan juga usia untuk dipelajari.

Banyak berdiskusi dengan para tokoh dan pihak lain yang perduli tentang kelestarian Adat Bayan, menyepakati untuk akhir tahun 2017 ini akan dibuka dengan segala keterbatasan yang dimiliki, yang terpenting adalah adanya guru atau fasilitator yang siap untuk mentransfer pengetahuan lokal, serta peserta didik yang ingin belajar tentang tradisi, maka sudah cukup untuk memulai Sekolah Adat. Terkait dengan fasilitas, keberadaan Balai Pusaka Sebaya Tanta bisa dijadikan sebagai tempat untuk sekretariatan. Sementara untuk belajar bisa diberugaq, ruang pertemuan, di alam terbuka, bahkan dengan mengunjungi situs atau bangunan Adat yang juga sebagai materi dalam Sekolah Adat.

Mencari peserta didik yang akan belajar, pihak pengelola melakukan sosialisasi ke Sekolah – sekolah yang ada di Kecamatan Bayan serta juga pihak pemerintah Desa, dan direncanakan tanggal 3 s/d 10 Januari 2018.

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan