logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mendidik Anak Agar Tidak Jadi Pemarah

Mendidik Anak Agar Tidak Jadi Pemarah

Sifat pemarah memang bisa jadi diturunkan secara genenik kepada seorang anak. Tetapi hal tersebut juga dapat terjadi karena adanya faktor pengaruh

Pendidikan

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
28 Desember, 2017 08:57:10
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 2210 Kali

Sifat pemarah memang bisa jadi diturunkan secara genenik kepada seorang anak. Tetapi hal tersebut juga dapat terjadi karena adanya faktor pengaruh lingkungan. Keluarga adalah lingkungan terdekat pertama bagi anak. Jadi keluarga adalah faktor utama yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mental si anak.

Beberapa hal di bawah ini dapat membuat anak anda tumbuh sebagai seorang pemarah. Jadi sebagai orang tua atau calon orang tua, pahamilah dengan baik.

Style Keluarga

Biasanya, orang tualah yang mengatur tekanan suara dan anak menyesuaikan diri dan mengikuti apa yang orang tua mereka lakukan. Contohnya, beberapa keluarga sering bertengkar, berbicara dengan cara yang agresif satu sama lain dan anak-anak meniru gaya ini dalam berkomunikasi, yang mungkin berjalan dengan baik di dalam keluarga tersebut. Dan ketika berada di luar lingkungan keluarga, ketika terjadi kesalah pahaman, anak akan bertinkah agresif dengan standar yang biasa didapatkannya di keluarga tersebut.

Pelabelan Pada Anak

Di sini anak mendapat label yang sulit diubah bahkan jika anak tersebut ingin mengubahnya. “Si Pemarah” atau “Si Penentang” akan mendorong anak memiliki kemarahan dan menjadi anak yang sulit.

Mitos Keluarga

Seringkali di dalam sebuah keluaraga, seseorng akan berkata “Budi seperti Ayahnya yang sangat pemarah” atau atau “Lia sangat mirip tantenya yang pemarah”. Meski hal ini bisa dibenarkan, karena sifat pemarah bisa diturunkan secara genetik. Tetapi ini dapat membuat sifat pemarah anak semakin menjadi-jadi dan dampaknya akan tak jauh beda dengan pelabelan yang diberikan kepada anak.

Stiff Upper Lift (Keluarga yang tidak menunjukan perasaan mereka)

Keluarga yang tidak menunjukan perasaan mereka dan berusaha untuk menghindari orang lain marah dalam hal apa sahja, secara umum akan memiliki anak yang juga tidak menunjukan ketika mereka marah dan meskipun semuanya berjalan dengan baik perasaan marah bisa muncul dengan cara lain (sering gejala-gejala fisik) atau bisa meledak tiba-tiba dan memberikan shock yang mengerikan bagi siapa saja.

Rahasia Keluarga

Orang tua memiliki suatu rahasia yang mereka harapkan untuk tidak diketahui orang lain, tetapi kerahasiaan dan prilaku bersalah menyadarkan anak bahwa ada sesuatu yang berjalan tidak sebagaimana seharusnya. Anak tersebut mungkin berimajinasi bahwa sesuatu pasti ada yang yang salah dan secara emosional menjadi tidak stabil, yang pada gilirannya akan menimbulkan kemarahan.

 

Baca Juga :


Sumber

Tandy, Novita. Bad Behaviour, Tantrums, and Tempers. Jakarta. Alex Media. 2010

sumber gambar: internet

 



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan