logoblog

Cari

Tutup Iklan

Guru Professional Dan Inspiratif Menurut Bahrul Hayat

Guru Professional Dan Inspiratif Menurut Bahrul Hayat

KM. Sukamulia – “Guru adalah jabatan professi, guru adalah sosok penting bagi manusia (anak) sehingga nasib anak bangsa 25 tahun ke

Pendidikan

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
15 Desember, 2017 17:16:00
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 3870 Kali

KM. Sukamulia – “Guru adalah jabatan professi, guru adalah sosok penting bagi manusia (anak) sehingga nasib anak bangsa 25 tahun ke depan ada di tangan bapak (guru). Sesungguhnya guru bertugas untuk memberi inspirasi kepada peserta didik dan orang-orang yang ada di sekitarnya sebab sesungguhnya tugas guru bukan hanya mengajar. Tugas terberat guru adalah menjadi inspirator bagi siswa dan itu merupakan tugas guru yang tidak tertulis”, tegas Bahrul Hayat, Ph.D sebagai pengawal untuk menyampaikan materi kepada peserta Workshop Pembinaan Kompetensi Guru Madrasah Daerah 3T (Jum’at, 15 Desember 2017).

Selama menjadi narasumber pertama di hari kedua kegiatan Workshop Pembinaan Kompetensi Guru Madrasah Daerah 3T (sejak pukul 08.00 – 11.00 Wita), ahli Psikologi yang pernah menjabat sebagai Sekjen Kementerian Agama Republik Indonesia ini banyak memberikan motivasi kepada peserta workshop. Beliau menyampaikan bahwa berbagi Ilmu akan menyebabkan anda kaya, oleh sebab itu sampaikanlah informasi kepada orang lain dengan ikhlas. Sebagai inti dari materi yang disampaikannya, Bahrul Hayat menyampaikan 10 hal yang harus dimiliki oleh seorang guru, supaya ia bisa menjadi guru preofessionalitas dan Inspiratif, yakni;

  1. Self-regulation (kemampuan mengatur diri), yang terdiri dari: a) Guru yang memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri, b) Menjadikan aturan sebagai kebutuhan mereka untuk bekerja sebagai seorang professional, c) Mereka tahu apa yang harus dan baik dilakukan dana pa yang tidak boleh dan tidak baik dilakukan dan d) Aturan dijadikan instrument untuk mendorong pemahaman bahwa sebagai seorang professional guru punyahak dan kewajiban
  2. Self-supervision (awasi dirisendiri) yang terdiri dari: a) Guru yang memiliki kemampuan untuk mengawasi dirinya sendiri dan membiasakan untuk bekerja tanpa supervisi atau pengawas orang lain dengan membuat target kinerja yang jelas, b) Memiliki kemandirian dan tanggung jawab terhadap kinerjanya dengan segala resiko yang akan dipikulnya dan c) Membiasakan diri untuk memiliki sikap self-awareness dan tidak takut untuk mengakui kesalahan dan meminta bantuan pada atasan astau sesame.
  3. Self-certification (Menilai Diri), yang terdiri dari: a)Guru yang memiliki pemahaman bahwa sertifikat profesi pendidik adalah lembar formal yang tidak berarti apa-apa apabila mereka mereka tidak menunjukkan kemampuan professional, b) Mereka selalu menunjukkan kinerja terbaiknya dan mereka sendiri yang mensertifikasi hasil pekerjaannya. Do the best dan c) Mereka membiasakan untuk melakukan self-evaluation dan refleksi untuk memahami kekurangan dirinya dalam menjalankan tugas profesionalnya.
  4. Self-devlopmen (Kemampuan Mengembangkan Diri), yang terdiri dari: a) Guru yang menyadari bahwa guru sejati adalah pembelajaran sepanjang hayat. Sebagai manusia pembelajaran dia memiliki dorongan dan upaya untuk terus menerus belajar dalam rangka meningkatkan professionalitasnya, b)Mereka membiasakan diri untuk peer-learning, knowledge saharing, dan team working, c) Mereka selalu menggunakan berbagai fasilitas dan sarana sumber belajar untuk mengakses berbagai pengetahuan yang relevan dengan tugasnya dan d) Mereka menjelaskan pelatihan sebagi kebutuhan dirinya, bukan suatu tugas atau keharusan diri pihak lain.
  5. Life-long service (Mengabdi Sepanjang Hayat), yang terdiri dari: a) Guru yang menyadari bahwa tugas mendidik adalah pengabdi sepanjang hayat dan tidak dibatasi oleh usia tertentu, b) Mereka telah mewakafkan dirinya sebagai pengabdi kemanusiaan di manapun mereka berada demi masa depan dan keseahteaan umat manusia dan c) Mereka telah menjadikan pendidikan sebagai ladang beramal yang mereka yakini sebagai tugas mulia bagai orang yang Tuhan muliakan.
  6. Uswatunhasanah (Surutauladan yang Baik), yang terdiri dari: a) Guru yang menyadari bahwa tugasnya sebagai pendidik tidaklah cukup hanya dengan melaksanakan tugas mengajar, tetapi juga memberikan contoh keteladanan (role model) bagi muridnya, c) Mereka menyadari keterbatasan dirinya bahwa mereka bukan manusia sempurna tetapi selalu berusaha memberikan nilai-nilai edukatif dalam interaksinya dengan murid dan c) Mereka menjadikan penyebar nilai kebaikan dan perisai bagi hal-hal yang tidak baik.
  7. Integrity (Integritas), yang terdiri dari: a) Guru yang selalu menjaga integritas dirinya baik di lingkungan sekolah/madrasah maupun di masyarakat, b) Guru yang selalu “mengatakan apa yang dikerjakan dan mengajarkan apa yang diucapkannya”, c) Guru selalu menjaga tindakannya dengan kebaikan hatinya dan kebenaran fikirannya dan d) Mereka berani menyampaikan koreksi dan saran atas tindakan atau perbuatan yang tidak baik secara santun kepada lingkungannya.
  8. Positeive Expectation (Memberi Harapan Positif) yang terdiri dari: a) Guru yang selalu memberi harapan positif (tanamkan) pada muridnya dan meyakinkan muridnya bahwa mereka mampu berprestasi seuai dengan kemampuannya, b) Achieve the unachievable dan c) Mereka meyakini bahwa guru memiliki nubuat (self-fulfilling prophecy) yang kaya dan tindakannya akan mempengaruhi masa depan muridnya. Selalu menyampaikan harapan yang baik dan tidak menyampaikan harapan yang negative kepada muridnya.
  9. Be a Councellor (Menjadi Tempat Mengadu), yang terdiri dari: a) Guru yang selalu hadir bagi muridnya dan menjadi tempat mengadu manakala mereka mengalami kesulitan dalam belajar atau masalah lainnya dengan memberikan bimbingan dan arahan dan b) Guru yang selalu menunjukkan kepeuliannya (caring) kepada murid dan memahami kekuatan sekaligus kekuatan dan kelemahan mereka.
  10. Teching with the Heart (Mengajar dengan Hati), yang terdiri dari: a) Guru yang selalu menunjukkan keikhlasannya dalam mendidik dan melyani murid dan murid merasakan ketukusannya, b) Guru yang mengajar dan “mendidik dengan hati”. Murid menangkap pancaran ketulusan gurunya dan melihat kebahagiaan di raut wajah gurunya dan saat mereka berinteraksi di kelas dan luar kelas dan c) Something form the heart will go to the heart.

Pada akhir menyampaikan materi yang dibawakannya, laki-laki yang hobi membaca ini menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta. Beliau berharap supaya seluruh peserta senantiasa berbagai informasi dan melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin, serta tetap merasa bangga menjadi seorang guru sebab professi sebagai guru adalah professi mulia dan merupakan kekuatan yang mengungkap dan mengkuak tabir kegelapan.

 

Baca Juga :


_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan