logoblog

Cari

Tutup Iklan

Perjalanan Program Inovasi Di Kabupaten Bima

Perjalanan Program Inovasi Di Kabupaten Bima

KM LENGGE,- Program INOVASI diluncurkan di Provinsi NTB, ditandai dengan ditandatanganinya MoU antara Gubernur Nusa Tenggara Barat dengan Kabalitbang Kemdikbud RI.

Pendidikan

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
06 Desember, 2017 15:56:46
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 9468 Kali

KM LENGGE,- Program INOVASI diluncurkan di Provinsi NTB, ditandai dengan ditandatanganinya MoU antara Gubernur Nusa Tenggara Barat dengan Kabalitbang Kemdikbud RI. Menindaklanjuti MoU tersebut pada bulan Juli – Agustus 2016 yang lalu di laksanakan kegiatan roadshow di 6 Kabupaten mitra INOVASI ( Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Dompu)

Dari perjalanan tersebut menghasilkan komitmen dari tiap-tiap Kabupaten dalam bentuk Surat Pernyataan Berminat dalam mengikuti Program INOVASI.  Pada September 2016, seleksi Kabupaten Mitra INOVASi di Provinsi NTB menghasilkan terpilihnya 6 Kabupaten yang lalu dilanjutkan dengan Penandatanganan Kesepahaman Bersama antara Gubernur NTB dengan 6 Bupati (Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Dompu)

Dengan ditandatanganinya MoU tersebut maka terbentuklah Steering Committee di Provinsi NTB dan 6 kabupaten mitra INOVASI.  Komitmen tinggi dari Pemerintah Kabupaten mitra INOVASI ditunjukkan dengan Perencanaan dan pendampingan program INOVASI dari APBD Kabupaten pada tahun anggaran 2017.

Total dari dana APBD dari kabupaten mitra INOVASI mencapai Rp. 1.764.264.000,-. Sejak Maret hingga Oktober 2017  telah dilaksanakan Lokakarya Guru BAIK serta Lokakarya Formative Assessment di kabupaten-kabupaten mitra INOVASI.

Di Kabupaten Bima sendiri, kegiatan Guru BAIK dan formative assessment telah diikuti oleh 25 Sekolah Dasar yang terdiri dari 125 guru dan 25 Kepala Sekolah serta 5 fasilitator dan 4 Pengawas. Hasilnya,84% peserta dapat mengidentifikasi permasalahan belajar siswa berdasarkan indikator-indikator serta 92% peserta mampu melakukan analilsa data dan refleksi sesuai indicator tersebut.

Sementara, dalam workshop formative assessment yang diikuti oleh 45 guru dan 10 kepala sekolah dari 10 sekolah dan didampingi oleh 5 fasilitator daerah, peserta mampu mengembangkan strategi penilaian formatif dalam proses pembelajaran sekaligus mengembangkan rencana tindak lanjut dalam pembelajaran.

Tuntas dengan kedua kegiatan tersebut, per September 2017, INOVASI melaksanakan pra kegiatan program rintisan baru bernama Gerakan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (GEMBIRA) dengan menggunakan pendekatan khas ala INOVASI, PDIA (Problem Driven Iterative Adaptation).

Program rintisan ini telah melalui serangkaian proses, mulai dari rekrutmen dan pelatihan fasilitator daerah hingga melakukan observasi kelas di sekolah yang menjadi sasaran. Kini, program rintisan ini telah memasuki tahapan uji coba gagasan. Rencananya, pada 2018, program rintisan ini akan diluncurkan dan diimplementasikan di sekolah dampingan.

 

Baca Juga :


Puncaknya, pada November 2017, INOVASI menghelat SC Meeting pada 28 November diilanjutkan dengan Kegiatan Temu INOVASI pada 30 November 2017. Pada kegiatan SC Meeting yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Plt. Kepala Dinas Pendidkan Kebudayaan dan Olahraga, Kepala Bappeda, hingga Fasilitator Daerah Program Rintisan Guru BAIK dan Program Rintisan Gerakan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (GEMBIRA) setiap stakeholder bersepakat bahwa perlu adanya keterlibatan setiap pihak dan seluruh jajaran pemerintahan untuk mendukung pelaksanaan dan penerapan kegiatan INOVASI sehingga angka Anak Putus Sekolah (ATS) di Kabupaten Bima makin menurun.

Sementara itu, Plt Dinas Dikbudpora berrjanji akan mengkaji agar ke depannya dana ADD bisa digunakan mendukung Program INOVASI, terutama untuk mendorong sekolah-sekolah di wilayah desa yang bersangkutan bisa memunculkan inovasi-inovasi dalam bidang pendidikan.

Harapannya, pada 2018 jumah sekolah yang terlibat dalam gerakan inovasi ini bisa bertambah dua kali lipat dari apa yang sudah berjalan pada 2017. Adapun untuk daerah atau sekolah yang akan didampingi, pihak Bappeda berencana menggunakan sistem Dapil, dimana nantinya yang akan didampingi adalah sekolah-sekolah dalam satu gugus yang ada dalam Dapil tersebut.

Selain hal tersebut, pada 2018 mendatang, INOVASI juga berencana melakukan penguatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat, maupun fasilitator daerah yang terliba dalam program-program rintisan INOVASI, salah satunya adalah melalui workshop dan forum multi stakeholder untuk pengembangan kebijakan serta pelatihan menulis bagi dan dokumentasi bagi para fasilitator daerah.

Dengan komitmen dari Kabupaten mitra INOVASI, serta para tenaga pendidik yang terlibat maka acara “Temu Inovasi: Inspirasi dari Guru” akanmenjadi forum untuk para pengambil keputusan di tingkat kabupaten untuk ikut menentukan arah Program INOVASI dalam meningkatkan  hasil belajar siswa terutama dalam hal literasi dan numerasi di Kabupaten Bima. 

Dalam acara Temu Inovasi ini juga akan diluncurkan Rumah INOVASI sebagai wadah berkumpulnya para guru di Kabupaten Bima untuk bertukar pikiran, berbagi ilmu sehingga makin banyak inovasi-inovasi pembelajaran baru yang bisa diterapkan dalam menjawab permasalahan pembelajaran di kelas, terutama di bidang literasi dan numerasi. [    ]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan