logoblog

Cari

Tutup Iklan

Biopori Dimusim Hujan

Biopori Dimusim Hujan

Musim hujan adalah musim yang ditunggu-tunggu oleh para petani. Lewat musim hujan, pepohonan yang mengering karena ulah musim kemarau akan berubah

Pendidikan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
20 November, 2017 19:55:16
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 18672 Kali

Musim hujan adalah musim yang ditunggu-tunggu oleh para petani. Lewat musim hujan, pepohonan yang mengering karena ulah musim kemarau akan berubah menjadi hijau. Demikian pula dengan hamparan rumput yang layu dan mongering akan kembali tumbuh hijau setelah datangnya musim hujan. Berbagai aktifitas petani, baik di sawah, di ladang atau pun di pekerangan rumah akan kembali hidup setelah kunjungnya musim penghujan. Namun perlu diingat bahwa kekuatan alam yang berupa titik air yang turun dari langit tentu saja akan memiliki dampak negative. Misalnya genangan air di halaman rumah, di kampus, atau di jalan raya, itu akan menghambat berbagai aktifitas keseharian bagi manusia-manusia di dunia. Menanggapi dampak negative dari ketentuan alam yang berupa hujan, Mahasiswa Program Studi Teknik lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) telah mensosialisasikan dan menerapkan salah satu teknogi tepat guna yang dapat meresap kadar air atau genangan air yang disebabkan oleh titik air hujan di berbagai kawasan yang rawan genangan air, termasuk di Kota Mataram. Salah satu wujud penerapan teknologi tepat guna yang dapat meresap genangan aiar adalah pembuatan Lubang Resapan Biopori (LBR) di depan Aula Nahdlatul Ulama (NU) NTB yang terletak di jalan Pendidikan N0. 6 Mataram.

Wardhatul Jannah, selaku dosen pembimbing mahasiswa UNU NTB dalam pengadaan Lubang Resapan Biopori (LBR) mengatakan bahwa Kota Mataram adalah salah satu kawasan Nusa Tenggara barat yang rawan dengan curah hujan. Olehnya itu, pada musim penghujan ini kami memotivasi mahasiswa agar lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan, khususnya dalam meningkatklan perhatiannya terhadap genangan air yang menjadi keluhan bagi warga sekitar. Olehnya itu, atas dasar motivasi yang yang diberikan kepada mahasiswa, sejumlah mahasiswa teknik lingkungan UNU NTB menunjukkan perhatiannya terhadap lingkungan dengan membuat Lubang Resapan Biopori di berbagai titik rawan genangan air, seperti di depan Aula NU NTB Mataram.

Sadri, mahasiswa Teknik Lingkungan UNU NTB mengatakan bahwa Lubang Resapan Biopori adalah sebuah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang ini akan memicu munculnya biopori secara alami di dalam tanah. Biopori sendiri adalah istilah untuk lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme yang terjadi di dalam tanah seperti oleh cacing, rayap, semut, dan perakaran tanaman. Biopori yang terbentuk akan terisi udara dan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.