Cari

Tutup Iklan

Kampung Media Jadi Materi Lokakarya Untuk Kampanye Kreatif di Bogor

Kampung Media Jadi Materi Lokakarya Untuk Kampanye Kreatif di Bogor

Kampung Media Nusa Tenggara Barat (NTB) jadi materi pada di Bogor Jawa Barat (14-16 Aguatus). Fairuz Abadi sang Kepala Kampung Media

Pendidikan

Kampung Media Jadi Materi Lokakarya Untuk Kampanye Kreatif di Bogor

Kampung Media Jadi Materi Lokakarya Untuk Kampanye Kreatif di Bogor

Kampung Media Jadi Materi Lokakarya Untuk Kampanye Kreatif di Bogor

Ahyar ros
Oleh Ahyar ros
22 Agustus, 2017 08:40:31
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 4214 Kali

Kampung Media Nusa Tenggara Barat (NTB) jadi materi pada di Bogor Jawa Barat (14-16 Aguatus). Fairuz Abadi sang Kepala Kampung Media menjadi salah satu Pemateri  dalam Lokakarya Media Untuk Kampanye Kreatif  yang diselenggarakan PB Lakpesdam NU dan LSM Peduli. Materi yang disampaikan kisah sukses sejak awal berdirinya, kegiatan komunitas dan upaya dilakukan komunitas Kampung Media dalam memberikan informasi pada warga Nusa Tenggara Barat (NTB) lewat menulis, ekonomi kreatif dan menebarkan kisah-kisah inspiratif hingga saat ini.

Lokarya ini diikuti lebih dari 30 orang pengurus Lakpesdam Nahdaltul Ulama se-Indonesia bertajuk “Pelatihan dan Lokarya Media untuk Kampanye Kreatif Program Peduli”.      

Dalam lokarya itu, kepala Kampung Media NTB menjadi salah seorang pembicara dalam diskusi dengan materi cerita Kampung Media, Kisah Inspiratif, Kampung Media dan peran Kampung Media dalam penyebaran informasi di NTB dan Indoensia. Kepala Kampung Media, yang lebih dikenal sebagai Fairuz Abu Macel itu memaparkan cerita-cerita lika-likunya membesarkan Kampung Media bersama anak-anak Kampung Media dari ujung Ampenan hingga Sape,Bima.

Savic Ali (Direktur NU Online), Nukman Lutfi (Analisi Media), Wahyu Muryadi (Wartawan Tempo), Pongky Furnama (Photographer Profesional), Alisa Wahid (Koordinator Gusdurian Indonesia), Agung Yuda (Twitter), Donny Eryantha (Facebook), dan Ipan Wahid (Creativepreuner Social) dan lainya.

Selain itu, penulis Novel Laskar Pelangi Andre Hirata turut diundang, yang semulanya akan satu meja dengan kepala Kampung Media, namun karena sesuatu dan lain hal, Andre Hirata berhalangan hadir.

Fairuz  menguraikan bagaimana mulanya komunitas Kampung Media berdiri dan memiliki ribuan anggota komunitas, yang tak hanya tersebar di NTB, namun  juga diluar NTB, hingga luar negeri.  Anak-ank muda NTB yang sedang menempuh pendidikan di pulau Jawa, hingga di Luar Negeri, seperti Australia, Belgium, Inggris (Eropa dan Amerika). Warga NTB yang bekerja diluar pun ikut menjadi anggota atau warga Kampung Media.

Menurutnya, Kampung Media berawal dari kegemaran bercerita dan bertutur dan kegiatan berdakwah di kampungnya. Karena ia tak ingin kehilangan cerita-certita itu, ia kemudian mendidik masyarakat untuk mau menuliskan kisah itu dan menceritaknya dalam portal kampung media.

“Karena orang-orang dikampung itu sangat gemar berkisah dan betutur, saya ajarkan mereka untuk menuliskan cerita dan kisah inspiratif ini, kami tulis bersama dan sebarkan bersama-sama masyarakat di kampung”. Jelasnya

Karena ide Kampung Media dianggap bagus dan kreatif,oleh Pemerintah NTB kemudian memfasilitasi pebentukannya sehingga dapat membantu masyarakat dalam menyerbarkan informasi kisah-kisah sukses dari kampung yang jarang diketahui oleh banyak orang.

“Kampung Media itu, mendidik warga untuk meningkatkan budaya bertutur menjadi budaya menulis serta mendorong ekonomi kreatif warga," Lanjutnya

Menanggapi ragam pertanyaan, Abu Macel meceritakan kisah-kisah unik anak Kampung Media, seperti ide Habiburahman dari Komunitas Kampung Media Masmas dengan jualan paket paket wisata desa, yang mendatangkan ratusan bule mancanegara ke kampungya, Ahmad Jumaili dengan jualan bisnis online, madu dan telur asinya yang mampu mendatanggakn Will Meyric sang Juru Masak Dunia. Marwan Hakim, pejuang pendidikan dari lereng Rinjani yang mendapat penghargaan satu Indonesia Award dari Astra Indonesia.

Baca Juga :


Ia menambahkan, Kampung Media menjadi komunitas percontohan di Indonesia hingga Ganjar Pranowo Gubenur Jawa Tengah pun datang belajar ke Kampung Media. Selain itu Kampung Media pernah dinobatkan sebagai 9 TOP Inovasi Nasional dari Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Sipil (KEMENPAN RB) dan USO Award Kementerian Kominfo Republik Indonesia.

Selain itu, Kampung Media pernah mendapatkan undangan untuk berbagi cerita dengan pemerintah Australia, Cina dan Korea.   

Diskusi berjalan penuh semarak sambil tertawa terpingkal-pingkal karena khas Abu Macel yang jenaka namun bermakna. Rohim anggota Lakpesdam NU asal Jember, merasa terinspirasi dari cerita yang dipaparkan kepala Kampung Media NTB “Harapanya semoga ide-ide kreatif Kampung Media bisa kami ditiru dalam menyebarkan informasi di Jember”. Hal senada pun diungkapkan Alim anggota Lakpesdam Nahdaltul Ulama, Sampang Madura.

"Cerita dari pak Fairuz menjadi penyemangat kami para peserta untuk memulai menulis hal yang dianggap kecil, namun memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran informasi kebaikan pada orang sekitar kita.“ Ujar Alim Sampang.

"Yang paling berkesan dari penyampaian kepala Kampung Media adalah ketika ia mengajak orang-orang kampung yang tidak pernah menulis, kemudian diajak menulis. Alhamduliah dengan ketekunan, dan kesabarannya, alhasil angaota Kampung Media bisa menulis”. Cerita Alim pada penulis yang turut menyertai sang Kepala Kampung Media.  

Suksesnya Kampung Media sebagai satu-satunya portal terbesar di NTB tak terlepas dari kekompakan teman-teman anggota Kampung Media dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Saya berharap komunitas Kampung Medi NTB bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman peserta lokakarya yang diadakan Lakpesdam PB NU ini”. Harapnya.   

(Ahyar ros). -01

   



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan