logoblog

Cari

Tutup Iklan

Membangun Peradaban dari Membaca dan Menulis

Membangun Peradaban dari Membaca dan Menulis

Diskominfotik: Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengungkapkan tradisi membaca dan menulis merupakan tradisi penting untuk membangun peradaban. Banyak ulama

Pendidikan

Membangun Peradaban dari Membaca dan Menulis

Membangun Peradaban dari Membaca dan Menulis

Membangun Peradaban dari Membaca dan Menulis

Kominfo NTB
Oleh Kominfo NTB
30 Juni, 2017 08:27:50
Pendidikan
Komentar: 1
Dibaca: 7308 Kali

Diskominfotik: Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengungkapkan tradisi membaca dan menulis merupakan tradisi penting untuk membangun peradaban. Banyak ulama dan penulis-penulis hebat di dunia berhasil membangun peradaban lewat membaca dan menulis.

Hal itu ditegaskan Gubernur pada acara ''Meet and Greet'' bersama Habiburrahman El-Shirazy di Ballroom Islamic Center, Minggu (11/06/2017). Acara tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan 1438 Hijriyah di Bumi Seribu Masjid Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gubernur menjelaskan bahwa perintah untuk membaca dan menulis tersebut, sudah tertera sangat jelas didalam Al-Qur’an. Perintah dan ajakan membaca dalam Al-Qur’an sudah jelas tergambar. Bahkan maknanya telah memberikan banyak inspirasi bagi umat manusia, tutur TGB

Menurutnya, Alquran itu dua diantaranya bersinggungan langsung dengan proses intelektualitas kemanusiaan kita. Proses pembudayaan kita itu adalah menulis dan membaca. Dengan demikian, kita bisa melihat secara simbolik Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam kitab suci-Nya, ungkap gubernur dihadapan ratusan peserta yang hadir.

''Inilah yang mendorong kita dan memotivasi kita setinggi tingginya untuk terus-menerus menulis dan membaca,'' tegasnya. Jadi proses membaca dan menulis ini, diinisiasi atau dimulai bukan oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai rasul terakhir. Tetapi lebih dari itu yaitu dorongan perintah langsung dari Allah subhanahu wa ta'ala sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam itu malas menulis atau membaca.

Ia menjelaskan bahwa dalam upaya meningkatkan minat membaca dan menulis anak-anak NTB, maka Pemerintah Provinsi NTB telah memfasilitasi mereka untuk bisa mendapatkan wawasan yang luas melalui membaca. Di antaranya dengan menambah dan melengkapi sarana sarana perpustakaan di seluruh Nusa Tenggara Barat, ujarnya.

Baca Juga :


''Kalau dulu perpustakaan hanya ada di ibukota provinsi atau kabupaten/ kota saja, tetapi sekarang ini perpustakaan yang cukup bagus sudah dibangun di rumah rumah ibadah di seluruh pelosok desa di NTB,'' ujarnya.

Kebijakan lain yang diterapkannya untuk membangun budaya menulis di kalangan anak-anak muda adalah memberikan insentif dalam bentuk program-program khusus kepada para penulis putra daerah yang menulis segala hal tentang NTB, terang Gubernur TGB.

Penulis ternama, Habiburrahman El-Shirazy memberi tips bagi putra-putri NTB yang ingin menggeluti dunia penulisan. Berdasarkan apa yang dialami penulis Novel Ayat-Ayat Cinta tersebut, kalau ingin menjadi penulis produktif, maka menulis harus dicintai dan dijadikan hobi, layaknya hobi-hobi lain, seperti pramuka dan traveling. Selain itu, penulis harus mempunyai target saat ingin melahirkan sebuah karya. Sehingga, dengan target tersebut, penulis dapat mengatur waktu dan menyesuaikan dengan agenda-agenda lain.

''Penulis juga perlu melakukan riset sebelum menulis,'' ungkapnya. Ia juga menambahkan, sering bergaul dan bertemu dengan penulis-penulis hebat merupakan salah satu kunci untuk menjadi penulis produktif. [Biro Humas dan Protokol NTB]



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. kaktuan

    kaktuan

    17 Juni, 2017

    mantab


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan