logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pembinaan Pemuda dan Pelajar Buddhis Anti Narkoba

Pembinaan Pemuda dan Pelajar Buddhis Anti Narkoba

Keberadaan Provinsi NTB sebagai salah satu daerah yang tergolong zona merah peredaran narkoba, menjadikan kita harus waspada dan selalu memproteksi diri

Pendidikan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
07 April, 2017 21:02:27
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 6578 Kali

Keberadaan Provinsi NTB sebagai salah satu daerah yang tergolong zona merah peredaran narkoba, menjadikan kita harus waspada dan selalu memproteksi diri dan lebih-lebih generasi muda kita ungkap Hj. Ratna Mufida, SH dalam laporannya selaku ketua panitia kegiatan Pembinaan Pemuda dan Pelajar Budhis Anti Narkoba dengan Tema Mewujudkan Generasi Budhis bebas Narkoba di hotel Golden Tulip Mataram Jumat (07/04/2017).

Lebih lanjut Kepala Sub Bagian TU Kemenag Kota Mataram ini menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 orang pemuda dan siswa Budhis se kota Mataram, dengan menghadirkan narasumber dari internal Kemenag Kota Mataram sendiri dan dari Kepolisian Resort Kota Mataram. Filosofi kegiatan ini, tidak lain adalah untuk membekali dan membentengi generasi muda Budhis khususnya agar tidak terbawa arus trend negative, yakni penyalahgunaan narkoba ungkap Hj. Ratna Mufida.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kemenag Kota Mataram Drs H. Burhanul Islam juga mengingatkan para peserta yang umumnya mahasiwa dan pelajar agar jangan sekali-kali mencoba mendekati narkoba, apalagi mencicipinya karena dampak negatif akan dirasakan langsung yang bersangkutan, kemudian keluarga bahkan lingkungannya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram mengisi materi terkait Pandangan Agama-agama terhadap Narkoba. Pada prinsipnya semua agama mengharamkan narkoba, termasuk dalam kitab-kitab suci agama secara tegas melarang keras penyalahgunaan penggunaan narkoba. Dan didalam kitab-kitab suci itu juga dijelaskan alasan atau akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba dan miras bagi manusia.

Dalam agama Islam secara tegas melarang narkoba meskipun ada manfaatnya, tapi lebih besar mudhoratnya (daya rusak). Selain haram, peyalahgunaan narkoba juga diyakini sebagai bagian dari pekerjaan syetan. Sebagaimana di jelaskan dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 90-91 dan hadist riwayat Al-hakim tentang perintah menjauhi narkoba, jelas H. Burhanul Islam dalam makalahnya.

Lebih lanjut begitu juga dalam agama Katolik, Kristen, Hindu dan Budha dengan jelas dan tegas perintah untuk menjauhi narkoba. misalnya dalam agama Kristen dijelaskan dalam Galatia 5: 11 dan kitab lainnya. Begitu juga dalam agama Hindu memandang penyalahgunaan narkoba tergolong dosa besar.

 

Baca Juga :


Sebagaimana dijelaskan dalam Slokantara, Sloka 16 tentang meminum minuman keras termasuk dosa besar (malapetaka) atau lebih popular dengan melarang manusia melakukan 5 M, yaitu Maling, Minum (minuman keras dan sebangsanya), Main (judi),Madon (Zina) dan Madat (penyalahgunaan Narkoba).

Kemudian dalam agama Budha, Narkoba disebut dengan beberapa istilah yaitu, Sura artinya segala sesuatu yang membuat nekat. Meraya yaitu segala sesuatu yang membuat mabuk/ hilang kewaspadaan. Majja yaitu sesuatu yang membuat tak sadarkan diri. Kemudian Pamadathama yaitu yang menjadi dasar kelengahan/ kecerobohan. Jadi segala sesuatu yang dikonsumsi dan berpengaruh buruk terhadap fungsi akal manusia adalah tergolong narkoba dan hukumnya haram dalam agama Budha.

Jadi pada prinsipnya Narkoba adalah musuh semua agama yang ada dimuka bumi ini, dan dalam hukum negara kita termasuk pelanggaran extra ordinary crime (kejahatan tingkat tinggi). Untuk itu jangan coba-coba kita mendekatinya, terlebih lagi generasi muda sebagai penerus estapet kepemipinan masa depan pungkas orang nomor satu di Kemenag Kota Mataram ini.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan