logoblog

Cari

Ponpes Madrasatul Quraniyah Bentuk Panitia PSB

Ponpes Madrasatul Quraniyah Bentuk Panitia PSB

Menatap tahun ajaran baru 2017/ 2018 mendatang, pondok pesantren madrasatul qur’aniyah Desa Sandik Kecamatan Batulayar menggelar rapat pembentukan panitia penerimaan peserta

Pendidikan

KM. Layarstone
Oleh KM. Layarstone
29 Maret, 2017 12:37:19
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 17336 Kali

Menatap tahun ajaran baru 2017/ 2018 mendatang, pondok pesantren madrasatul qur’aniyah Desa Sandik Kecamatan Batulayar menggelar rapat pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru. Bertempat di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah acara yang digelar pada hari Selasa, 28/03 menghadirkan semua jajaran atau perangkat pondok pesantren dari semua tingkatan dan lembaga. Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Pimpinan Yayasan, TGH. Mujtahidin Abdullah, Lc, M. Ag.

Ini merupakan rapat paripurna dan tindak lanjut dari rapat terbatas yang pernah kita laksanakan sebelumnya di kediaman yayasan. Banyak hal yang akan menjadi pembahasan, termasuk evaluasi belajar-mengajar dan pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru, demikian sambutan Mudir Pondok Pesantren dihadapan semua dewan guru yang hadir.

Pembahasan yang menjadi topik persoalan adalah pembentukan panitia penerima peserta didik baru. Sehubungan dengan semakin dengan semakin dekatnya ujian, dan menurut informasi yang beredar tinggal madrasah kita saja yang belum melaksanakan sosialisasi ke masyarakat. Itu artinya untuk persiapan penerimaan siswa baru setidaknya nanti madrasah kita terus eksis, begitu lanjut pimpinan alumnus Gontor dan Al-Azhar Mesir ini.

Rapat menyepakati M. Habibi selaku ketua panitia penerimaan siswa baru, didampingi Muhammad sebagai Sekretaris dan Yuniarti sebagai Bendahara. Selain rapat pembahasan mengenai pembentukan panitia peserta didik baru, wacana rolling kelas pun tak luput dari pembicaraan. Saat diskusi ringan, terkait kurangnya gedung belajar yang tersedia menuntut sekolah untuk melakukan perubahan jam belajar. Dari waktu pagi ke waktu siang. Sekarang murid semakin bertambah, sementra gedung belum tersedia, untuk menyiasatinya paling tidak ada perubahan jam belajar. Misalnya tsanawiyah masuk pagi kemudian kelas Aliyah masuk siang, demikian usulan Fathul Azis, salah seorang peserta rapat yang hadir.

 

Baca Juga :


Menyikapi hal tersebut pihak yayasan dan lembaga terkait akan melakukan rapat terbatas untuk menindaklanjuti usulan perubahan jam belajar. Rapat yang dibuka sejak pukul 09. 00 diakhiri pukul 11.30 Wita ditutup oleh do’a yang dipimpin oleh Ustad Saifuddin, S. Pd. I

 



 
KM. Layarstone

KM. Layarstone

Batulayar sebagai daerah Wisata masih menjadi Target Utama untuk mengembangkan Pariwisata di NTB dan Menciptakan Lapangan Kerja guna mengurangi Resiko Pengangguran

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan