logoblog

Cari

Islam Dalam Kehidupan Multikultura

Islam Dalam Kehidupan Multikultura

Muhammad Sultan Akbar klas X Agama   Sumbawa Besar,Inmas_Kegiatan rutin jum’at kegiatan Imtaq diisampaikan oleh Muhammad Sultan Akbar Kelas X Agama, bahwa Indonesia

Pendidikan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
11 Maret, 2017 14:29:17
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 11393 Kali

Muhammad Sultan Akbar klas X Agama

 

Sumbawa Besar,Inmas_Kegiatan rutin jum’at kegiatan Imtaq diisampaikan oleh Muhammad Sultan Akbar Kelas X Agama, bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara multicultural terbesar di dunia, hal ini dapat dilihat dan kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu dan beragam dan luas, populasi penduduknya hampir 200 juta jiwa terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampr 200 bahasa yang berbeda , selain itu mereka juga menganut agama dan kepercayaan yang beragam seperti Islam, Kristen,Hindu,Budha Konghucu serta berbagai Aliran kepercayaan lainnya, Imtaq Jum’at 10/03/2017.

Kita patut berbangga bahwa Negara kita ini adalah Negara yang kaya raya dengan beragam agama,suku, bahasa dan budaya tersebut, tapi yang perlu kita ingat,hendaknya perbedaan,kemajemukan,dan keragaman tersebut membuat kita lebih kuat dan lebih hebat.

Penghargaan dalam Islam tidak berdasarkan ras,suku,keturunan,prestise, tapi dalam penghargaan dalam Islam berdasarkan amal dan prestasi, lalu bagaimana pandangan Islam dalam menyikapi kehidupan yang Bergama ini ? Dal Q.S.Al-Hujurat ayat 13 diterangkan,bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari jenis laki laki dan perempuan ,bercorak suku dan berlainan bangsa, semua melihat harkat,derajat dan martabat yang sama dihadapan Allah SWT, fungsinya : agar kamu saling mengenal,menjalin komunikasi harmoni,menebakan cinta kasih yang tiada pilih kasih,serta menyamakan rasa sayang yang tiada pandang saying.

Kamad,Wakamad,Dewan Guru dan TU

 

Baca Juga :


Dengan kata lain, ayat ini merupakan landasan theologies, yang sangat strategis membangun ukhuwah wathaniyah sebagai pilar persaturan dan kesatuan di egeri tercinta ini, langkah awal,kita harus saling mengenal, bukan saling menutupi diri,melecehkan , menghina,membanggakan kelompok, suku,bangsa,adat istiadat,maupun daerah masing- masing, apakah rela bangsa yang besar yang dibangun dengan susahpayah oleh para pendahulu kita,dengan genangan air mata,cucuran keringat,bahkan genangan darah para syuhada ini, harus porak poranda hanya gara gara kepentingan kelompok,suku dan golongan? Tentu tidak,

ingat Rasulullah bersabda yang artinya : “ Buka golongan kita, orang yang membangga bangkan kesukuan, dan bukan golongan kita orang yang yang mati karena membela,mempertahankan dan memperjuangkan kesukuan”, oleh karena itu kami menghimbau untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan diantara kita, kita bina kebersamaan dan kita junjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Allah SWT mengisyaratkan agar kita semua memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta melarang bercerai Ali-Imran ayat berai, sebagaimana yang tertuang dalam firman Allah dalam Q.S Ali-imran ayat 103 yang artinya dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu,lalu menjadikanlah kamu karena nikmat Allah, orang orang yang bersaudara, dan kamu telah berada tepi neraka,lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya,

Demikianlah Allah menerangkan ayat ayat-Nya kepadamu,agar kamu mendapat petunjuk . Menurut Al Faryabi dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas, Asbabun nuzul ayat iniadalah berkenaan dengan pertentangan antara kaum aus dank au khazraj sampai sampai tatkala Rasulullah sedang sakit ,tiba tiba terdengan pertentangan kedua suku tersebut,mereka terus terlibat kedalam bentrokan fisik dengan cara cara jahiliyah,meski rasulullah keadaan sakit parah,sambil berjalan sempoyongan

Beliau tetap berusaha untuk melerai pertengkaran yang terjadi diantara kedua suku tersebut, Nampak tubuhnya lemas, wajahnya pucat pasi,air mata berlinang membasahi pipi ,bibinya kering bergetar ,suaranya parau dengan terputus putus. Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan syarat yang paling utama untuk membangun bangsa,

Oleh karena itu dalam memandang pentingnya merajut kebersamaan dan merangkai persatuan di Republik yang kehidupannya multi cultural ini,caranya adalah dengan memantapkan ukhuwah wathaniyah, ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Basyariyah , bila ketiganya upaya ini kita lakukan , kami yakin persatuan bangsa kita terbina, kerukuna, dan NKRI akan lestari dan Indonesia akan jaya dengan keragamannya, amin.__(jk).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan