logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jangan Sampai Putus Sekolah

 Jangan Sampai Putus Sekolah

Sosialisasi Pendidikan Tentang Anak Putus Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Batulayar berjalan sesuai dengan agenda. Kegiatan ini dihadiri oleh para

Pendidikan

KM. Layarstone
Oleh KM. Layarstone
16 Desember, 2016 13:50:36
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 4984 Kali

Sosialisasi Pendidikan Tentang Anak Putus Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Batulayar berjalan sesuai dengan agenda. Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Dusun, Kepala Sekolah, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kader se Desa Batulayar bertempat di Aula Kantor Desa Batulayar, Jumat 16 Desember 2016 pukul 09.00 Wita. Selain undangan yang hadir hadir pula perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kessos) Kecamatan Batulayar, Erny Raodah, S. Sos.

Sudirman selaku Kepala UPTD Dikbud Kecamatan dipatok langsung menjadi narasumber materi terkait dengan pendidikan. Dalam penjelasannya, Sudirman banyak mengurai pentingnya pendidikan. Tolak ukur IPM, salah satunya adalah pendidikan, disamping masalah kesehatan. Dengan pendidikan, hidup akan terarah, pendidikan sangat penting, pendidikan penentu kehidupan manusia, dunia bahkan akhira. Bahkan menurut konsep Islam, kewajiban menuntut ilmu itu sejak dari buaian hingga meninggal dunia, demikian urai Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Batulayar ini dihadapan peserta.

Lebih jauh Sudirman menjelaskan bahwa pendidikan merupakan tugas bersama. Setidaknya tiga actor yang berperan dalam dunia pendidikan, pemerintah, masyarakat dan orang tua. Ketiga factor ini harus menjalin sinergitas untuk mencapai pendidikan maksimal. Sehebat apapun guru, tanpa ada dukungan, itu tidak bisa. Terkait dengan materi sosialisasi tentang Anak Putus Sekolah, Sudirman membeberkan beberapa hal penyebab yang menjadi factor anak putus sekolah. Factor keluarga, factor ekonomi, dan pergaulan bisa menjadi biang kerok anak putus sekolah.

Sementara ini, pemerintah mencanangkan pendidikan atau wajib belajar Sembilan tahun. Mulai dari tingkat SD hingga SMP. Dengan hal tersebut pemerintah banyak menggelontorkan dana bantuan termasuk dana Bantuan Operasioan Sekolah. Sehubungan dengan hal tersebut, sekarang untuk sekolah usia tersebut tidak dibolehkan adanya pungutan kepada peserta didik, demikian penjelasan Sudirman.

 

Baca Juga :


Di Kecamatan Batulayar, prosentase anak putus sekolah sangat rendah, ujar Sudirman. Sangat rendah karena masih berkutat di 0,13 persen. Persentase itu jika dirata-rata 3-4 orang yang putus sekolah, itu dari lebih kurang 5000 (lima ribu) siswa-siswi yang masih mengenyam pendidikan, sebut Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Batulayar tersebut. Para peserta yang hadir dengan seksama menyimak penjelasan tentang pentingnya pendidikan oleh Sudirman. Sesi dialog interaktif pun dilakukan usai memberikan materi. Satu orang dari Ketua Komite mengajukan usulan terkait dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Pertemuan yang dibuka sejak pukul 09.00 tersebut diakhiri pukul 11.00 Wita ditutup langsung oleh Sekretaris Desa Batulayar, Inde Ahmad Yani. () -05



 
KM. Layarstone

KM. Layarstone

Batulayar sebagai daerah Wisata masih menjadi Target Utama untuk mengembangkan Pariwisata di NTB dan Menciptakan Lapangan Kerja guna mengurangi Resiko Pengangguran

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan