logoblog

Cari

Tutup Iklan

Semangat Belajar di Gedung Sederhana

Semangat Belajar di Gedung Sederhana

Mencerdaskan anak bangsa merupakan cita-cita bangsa Indonesia, melalui pelayanan pendidikan formal, informal dan nonformal. Tidak hanya itu, untuk mencapai cita-cita tersebut,

Pendidikan

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
15 Desember, 2016 13:03:09
Pendidikan
Komentar: 0
Dibaca: 7147 Kali

Mencerdaskan anak bangsa merupakan cita-cita bangsa Indonesia, melalui pelayanan pendidikan formal, informal dan nonformal. Tidak hanya itu, untuk mencapai cita-cita tersebut, tentunya mengharapkan sarana dan prasarana atau fasilitas pendidikan yang memadai yang dapat menunjang mutu pendidikan.

Tapi bagaimana dengan belajar dengan sarana yang tidak memadai, apakah dapat menunjang mutu pendidikan ? Dari pertanyaan tersebut, bisa saja menimbulkan jawaban Ya atau Tidak. Tergantung bagaimana cara menyikapinya yang berdasarkan realita yang ada.

Di Kabupaten Dompu, ada sebuah lembaga pendidikan Formal yang tiada hentinya mencerdaskan anak bangsa meskipun diterpa dengan kondisi yang memprihatinkan. Lembaga pendidikan ini adalah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren A Dakwah yang berdiri sejak tahun 2009 di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Sebuah sekolah yang tidak pernah disentuh, diperhatikan oleh Pemerintah. Berbicara mengenai animo semangat belajar siswa, di sekolah ini tidak diragukan lagi.

Dengan kondisi memprihatinkan yang sewaktu-sewaktu dapat mengancam keselamatan, siswa tetap terus belajar. Upaya untuk memperoleh bantuan dari pemerintah terus dilakukan, proposal demi proposal terus diajukan, komunikasi intens terus dijalin, namun tidak juga membuahkan hasil.

 

Baca Juga :


Pemerintah dalam hal ini adalah, Kementerian Agama Wilayah NTB dan Kabupaten Dompu hanya menumpahkan kata manis, insya allah saja, tanpa merealisasikan apa yang diminta oleh sekolah. Gedung Sekolah yang dibangun dengan menggunakan lembaran kayu dan beratapkan seng dengan jumlah 6 ruang kelas, yang dihuni sebanyak 125 orang siswa dan 14 orang Guru Tidak Tetap (GTT) itu, sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Untuk diketahui, sejak dibangun pada 8 tahun lalu, sekolah ini sudah tiga kali mengalami ambruk yang diakibatkan oleh hujan dan angin kencang. Persisnya, terjadi pada tahun 2013 dan 2015. Selama mengalami musibah itu, tidak pernah mendapatkan bantuan untuk perbaikan. Untuk menunjangnya, kepala Sekolah dan para guru menggunakan biaya pribadi. [] - 01



 
KM Ncuhi Saneo Woja

KM Ncuhi Saneo Woja

Nama : Faruk alamat : Desa Saneo Kecamatan Woja Email : sapedampoka@gmail.com No HP : 085205235696 Hargailah orang yang menghargai orang, maka orang akan menghargai orang yang menghargai orang.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan